Salam Kenal.. Meskipun ‘sedikit’ telat, tapi ini kan masih bulan Syawal, jadi masih sah-sah saja kan untuk mengucapkan Mohon Maaf lahir dan Bathin.
Maklum sebagai koresponden baru, jadi ada beberapa alasan teknis lainnya sehingga baru sekarang bisa berbagi. itupun setelah mendapat dukungan dari Mas luigi (terima kasih Mas…!)
Merayakan Hari Raya Lebaran dengan tidak mudik kampunga, itu sudah menjadi hal biasa, bahkan adakalanya kerap 3 sampe 4 tahun baru pulang mudik ke rumah semasa bertugas di indonesia. Namun demikian, lain halnya dengan tahun ini dimana merupakan kali pertama merayakan lebaran di negara orang… Nothing special, shaum ramadhan dengan waktunya saja yang sedikit berlebih dari biasanya (hingga 14 jam!),


Ritual Ramadhan yang normal, shalat Ied, bersalam-salaman dan saling memaafkan (keluarga2 baru-rekan kerja, atasan, bawahan- yang senasib sepenanggungan selama sekian bulan di medan penugasan misi PBB) tapi terlepas dari itu selalu tetap ada hal-hal yang membuat lebaran tahun ini menjadi sebuah pengalaman yang tidak terlupakan.
Satu yang paling berkesan dan selalu akan saya ingat (karena saya gemar sekali menikmati santap makan), yaitu ketika tradisi kita yang selalu mengharuskan bahwa menu Hari Raya Lebaran itu nggak afdol bila tidak ditemani adanya sajian lontong/ketupat dan opor ayam-nya. Agar makna lebaran dan santap Hari Raya bisa ampuh mengobati akan rindu masakan di negeri tercinta, dengan bahan dan alat yang seadanya, akhirnya jadilah tersaji lengkap makanan/masakan khas lebaran itu.
Siapapun tidak pernah terpikir untuk membawa bekal daun pisang dari kampung halaman, yang biasa dipakai sebagai pembungkus lontong, atau mencari helai daun kelapa muda untuk dijadikan bungkus ketupat. Meskipun daun2an pembungkus lontongnya tidak ada, kita menggunakan botol bekas air mineral seukuran 1 liter (mirip aqua) untuk menanak berasnya. Kita sebutlah itu dengan julukan “lontong aqua”. Pertama kali melihatnya sudah pasti aneh!.
Lontong koq begini?
Eeit!, tapi jangan salah, berkat kepiawaian juru masak kita, rasanya tidak jauh beda sedapnya dengan yang di indonesia, maknyusss…!!!
Kurang lebih sudah hampir 11 bulan berlalu, dimana masa bhakti sudah memasuki tahun kedua bagi penugasan pasukan indonesia pada misi PBB di wilayah Lebanon selatan ini. Masih tersisa 1 bulan lagi untuk bisa menikmatinya, meskipun hati kecil kadang berontak ‘kapan pulangnya??’, penempatan kontingen pasukan Indonesia sebagai kontingen pemelihara perdamaian (Military Peacekeeping Contingent) dibawah naungan/mandat UNIFIL di sektor timur daerah Lebanon Selatan, kita merasa sedikit diuntungkan dengan keberadaan para penduduk tetangga sekitar basecamp yang hampir 80% populasinya adalah dari golongan muslim Syiah.
Hal ini membuat kita merasa hampir seperti di Indonesia saja, terutama dengan suasana khas Ramadhan dan Lebarannya. Sekali lagi, selamat Idul Fitri 1429 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin…. Minal Aidin Wal Faidzin!
syukurlah mas masih bisa menikmati Lontong Perdamaian Indonesianya,ntar bgt balik ke indo tuntas lagi berbagai kerinduan thd masakan yg bumbu nya lbh komplit yaa.
Sami sami maaf lahir bathin … salam dr Kinshasa EA
Lontong aqua bisa jadi inspirasi tuh… alhamdulillah nih disini ada si akang luigi – supplier indomie – jadi sedikit terobati rasa-rasa indonesia. Mohon maaf lahir bathin dari Monroe!
perihal lontong aqua ini memang kreatif dan mengingatkan saya saat dulu masih tinggal di New York dan bekerja di Markas Besar PBB, dimana pada hampir setiap mau dekat lebaran begini, susah sekali mencari lembaran daun pisang frozen yang biasanya dijual di supermarket2 kawasan pasar asia.. maka tidak jarang kita menggunakan kantong plastik yang di isi beras sembari banyak di tojos2 (ditusuk-tusuk) lidi – maka jadilah lontong, hanya saja tidak ada warna hijau daun pisang, atau karat-karat dari helai daun kelapa itu.. namun demikian tidak mengurangi khidmatnya nuansa lebaran di negeri orang.
Mumpung masih dalam suasana Lebaran, dari kita0kita rekan peacekeepers di Liberia dan keluarga besar Kontingen Garuda XXI-5, mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1429H, semoga amal ibadah kita semua diterima Alloh SWT dan kembali pulang ke tanah air sukses mengemban misi dan tidak kurang sesuatu apapun. Salam hangat buat rekan-rekan lainya.
Nyari daun pisang di kampung halaman atau Indonesia yang sudah termasuk kota besar aja kadang susah masss … jadi yang kita temukan sekarang orang bikin lontong pake plastik gula ukuran setengah kilo atau seperempat kilo gitu.
Tapi meskipun lontongnya cap botol aqua tapi Opornya ASLI kan???? hehehehehe
Mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1429H, Mohon Maaf Lahir dan Batin juga Salam kenal …
Graciasss ..
Selamat Hari Raya Idul Fitri , mohon maaf lahir bathin saya ucapkan. Semoga misi perdamaian kita di Lebanon, selalu sukses dan di mendapat Rachmat dari ALLAH SWT. Salam dari Tanah air
maapin ane lahir batin juga :D
BTW pengen liat skrinsut lontongnya kok gak ada yah :D
Salam kenal juga dari Jakarta ……….
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H Mohon ma’af lahir dan bathin juga mas. Semoga semua anggota misi Perdamaian kita di Lebanon ini selalu mempunyai semangat yang tinggi dan diberi rahmat keselamatan oleh Allah SWT . Memang terasa berat merayakan Lebaran di negara orang , namun yang terpenting adalah menjunjung tinggi tugas yang diemban dan senantiasa dapat menjaga perdamaian di bumi ini serta membawa harum nama bangsa dan negara Indoneisa di mata dunia. Hingga kelak seluruh anggota Kontingen Garuda XXIIIB dapat kembali dengan selamat ke Tanah air tanpa kurang suatu apapun juga……. Amien
Lontong Aqua???!! Hihi Di baru denger, ga kebayang lagi bentuknya gmn. Kalo lontong di kantong plastik tau? Dibolong2in ga botolnya?
Kebayang ya? Mo bikin lontong, musti ngumpulin dulu botol aqua.Boleh dipraktekin tuh lebaran tahun depan dirmh, “Resep baru” :)
Tapi tetep semangat ya? bentar lagi pulang,… Take care always.
Regards,
Dee