Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Lontong dan Opor Lebaran edisi khusus

11 October 2008, 03:51 , by Tantahara

 

Salam Kenal.. Meskipun ‘sedikit’ telat, tapi ini kan masih bulan Syawal, jadi masih sah-sah saja kan untuk mengucapkan Mohon Maaf lahir dan Bathin.

Maklum sebagai koresponden baru, jadi ada beberapa alasan teknis lainnya sehingga baru sekarang bisa berbagi. itupun setelah mendapat dukungan dari Mas luigi (terima kasih Mas…!)

Merayakan Hari Raya Lebaran dengan tidak mudik kampunga, itu sudah menjadi hal biasa, bahkan adakalanya kerap 3 sampe 4 tahun baru pulang mudik ke rumah semasa bertugas di indonesia. Namun demikian, lain halnya dengan tahun ini dimana merupakan kali pertama merayakan lebaran di negara orang… Nothing special, shaum ramadhan dengan waktunya saja yang sedikit berlebih dari biasanya (hingga 14 jam!),

Ritual Ramadhan yang normal, shalat Ied, bersalam-salaman dan saling memaafkan (keluarga2 baru-rekan kerja, atasan, bawahan- yang senasib sepenanggungan selama sekian bulan di medan penugasan misi PBB) tapi terlepas dari itu selalu tetap ada hal-hal yang membuat lebaran tahun ini menjadi sebuah pengalaman yang tidak terlupakan.

Satu yang paling berkesan dan selalu akan saya ingat (karena saya gemar sekali menikmati santap makan), yaitu ketika tradisi kita yang selalu mengharuskan bahwa menu Hari Raya Lebaran itu nggak afdol bila tidak ditemani adanya sajian lontong/ketupat dan opor ayam-nya. Agar makna lebaran dan santap Hari Raya bisa ampuh mengobati akan rindu masakan di negeri tercinta, dengan bahan dan alat yang seadanya, akhirnya jadilah tersaji lengkap makanan/masakan khas lebaran itu.

Siapapun tidak pernah terpikir untuk membawa bekal daun pisang dari kampung halaman, yang biasa dipakai sebagai pembungkus lontong, atau mencari helai daun kelapa muda untuk dijadikan bungkus ketupat. Meskipun daun2an pembungkus lontongnya tidak ada, kita menggunakan botol bekas air mineral seukuran 1 liter (mirip aqua) untuk menanak berasnya. Kita sebutlah itu dengan julukan “lontong aqua”. Pertama kali melihatnya sudah pasti aneh!.

Lontong koq begini?

Eeit!, tapi jangan salah, berkat kepiawaian juru masak kita, rasanya tidak jauh beda sedapnya dengan yang di indonesia, maknyusss…!!!

Kurang lebih sudah hampir 11 bulan berlalu, dimana masa bhakti sudah memasuki tahun kedua bagi penugasan pasukan indonesia pada misi PBB di wilayah Lebanon selatan ini. Masih tersisa 1 bulan lagi untuk bisa menikmatinya, meskipun hati kecil kadang berontak ‘kapan pulangnya??’, penempatan kontingen pasukan Indonesia sebagai kontingen pemelihara perdamaian (Military Peacekeeping Contingent) dibawah naungan/mandat UNIFIL di sektor timur daerah Lebanon Selatan, kita merasa sedikit diuntungkan dengan keberadaan para penduduk tetangga sekitar basecamp yang hampir 80% populasinya adalah dari golongan muslim Syiah.

Hal ini membuat kita merasa hampir seperti di Indonesia saja, terutama dengan suasana khas Ramadhan dan Lebarannya. Sekali lagi, selamat Idul Fitri 1429 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin…. Minal Aidin Wal Faidzin!

TANTAHARA Graduated from the naval academy in 2003, and a proud member of the unit of Indonesia’s Marines Corps. His initial overseas assignment began since early November 2007 serving as platoon commander of the current Indonesian Peacekeeping Contingent namely “Kontingen...

Detail Profile »

8  Comments

by erfan ahmad at 11 October 2008, 05:48

syukurlah mas masih bisa menikmati Lontong Perdamaian Indonesianya,ntar bgt balik ke indo tuntas lagi berbagai kerinduan thd masakan yg bumbu nya lbh komplit yaa.
Sami sami maaf lahir bathin … salam dr Kinshasa EA

by Hilman Agung at 11 October 2008, 18:12

Lontong aqua bisa jadi inspirasi tuh… alhamdulillah nih disini ada si akang luigi – supplier indomie – jadi sedikit terobati rasa-rasa indonesia. Mohon maaf lahir bathin dari Monroe!

by Luigi Pralangga at 11 October 2008, 19:47

perihal lontong aqua ini memang kreatif dan mengingatkan saya saat dulu masih tinggal di New York dan bekerja di Markas Besar PBB, dimana pada hampir setiap mau dekat lebaran begini, susah sekali mencari lembaran daun pisang frozen yang biasanya dijual di supermarket2 kawasan pasar asia.. maka tidak jarang kita menggunakan kantong plastik yang di isi beras sembari banyak di tojos2 (ditusuk-tusuk) lidi – maka jadilah lontong, hanya saja tidak ada warna hijau daun pisang, atau karat-karat dari helai daun kelapa itu.. namun demikian tidak mengurangi khidmatnya nuansa lebaran di negeri orang.

Mumpung masih dalam suasana Lebaran, dari kita0kita rekan peacekeepers di Liberia dan keluarga besar Kontingen Garuda XXI-5, mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1429H, semoga amal ibadah kita semua diterima Alloh SWT dan kembali pulang ke tanah air sukses mengemban misi dan tidak kurang sesuatu apapun. Salam hangat buat rekan-rekan lainya.

by Dee at 12 October 2008, 02:40

Nyari daun pisang di kampung halaman atau Indonesia yang sudah termasuk kota besar aja kadang susah masss … jadi yang kita temukan sekarang orang bikin lontong pake plastik gula ukuran setengah kilo atau seperempat kilo gitu.
Tapi meskipun lontongnya cap botol aqua tapi Opornya ASLI kan???? hehehehehe
Mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1429H, Mohon Maaf Lahir dan Batin juga Salam kenal …
Graciasss ..

by Aribowo Suprayogi at 12 October 2008, 03:48

Selamat Hari Raya Idul Fitri , mohon maaf lahir bathin saya ucapkan. Semoga misi perdamaian kita di Lebanon, selalu sukses dan di mendapat Rachmat dari ALLAH SWT. Salam dari Tanah air

by didut at 12 October 2008, 05:47

maapin ane lahir batin juga :D

BTW pengen liat skrinsut lontongnya kok gak ada yah :D

by Yunita Dwiana P at 12 October 2008, 09:58

Salam kenal juga dari Jakarta ……….
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H Mohon ma’af lahir dan bathin juga mas. Semoga semua anggota misi Perdamaian kita di Lebanon ini selalu mempunyai semangat yang tinggi dan diberi rahmat keselamatan oleh Allah SWT . Memang terasa berat merayakan Lebaran di negara orang , namun yang terpenting adalah menjunjung tinggi tugas yang diemban dan senantiasa dapat menjaga perdamaian di bumi ini serta membawa harum nama bangsa dan negara Indoneisa di mata dunia. Hingga kelak seluruh anggota Kontingen Garuda XXIIIB dapat kembali dengan selamat ke Tanah air tanpa kurang suatu apapun juga……. Amien

by DeeAn at 7 November 2008, 00:11

Lontong Aqua???!! Hihi Di baru denger, ga kebayang lagi bentuknya gmn. Kalo lontong di kantong plastik tau? Dibolong2in ga botolnya?
Kebayang ya? Mo bikin lontong, musti ngumpulin dulu botol aqua.Boleh dipraktekin tuh lebaran tahun depan dirmh, “Resep baru” :)
Tapi tetep semangat ya? bentar lagi pulang,… Take care always.
Regards,
Dee

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Yogi Nugroho Captain Yogi Nugroho was born in Malang, East Java, 31 years ago. The thought of earning well education, was the reason why he decided to attend the Taruna Nusantara High School and graduated from the school in 1997. As one of...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago