Kontingen Garuda XX-F/MONUC memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 di Kongo-Afrika secara sederhana dan khidmat. Upacara peringatan HUT RI tersebut sekaligus acara penyematan “UN Medal” yang kedua kepada personel Satgas Kompi Zeni yang telah bertugas sepuluh bulan di Kongo.
Upacara 17 Agustus terasa sangat spesial bagi personel Kontingen Garuda karena dilaksanakan di negeri orang yang secara tak sadar semakin menggugah semangat nasionalisme, patriotisme dan heroisme. Umumnya anggota Satgas mengaku bahwa kegiatan tersebut semakin menumbuhkan komitmen sebagai generasi penerus untuk terus bekerja keras dan berjuang mengisi kemerdekaan. Hal tersebut sesuai dengan amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Komandan Satgas selaku inspektur upacara yang menyebutkan “tidak ada komitmen yang lebih kuat dan karya yang lebih mulia, kecuali mewarisi, melanjutkan dan mengamalkan tradisi serta nilai-nilai kejuangan para pendahulu kita, untuk terus bekerja keras mengisi kemerdekaan”.
Personel Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F melaksanakan upacara di lapangan upacara “Sertu Suprayitno Camp” di Dungu. Lapangan upacara bernuansa merah putih dengan dipagari barisan alat berat yang berjejer di samping lapangan menggambarkan peran Kontingen Garuda XX-F sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Kongo yang selalu siap memberikan bantuan Zeni dalam rangka mendukung pentahapan misi PBB guna menghentikan konflik dan menciptakan perdamaian di Negara Republik Demokratik Kongo. Upaya konkritnya adalah dengan melaksanakan pekerjaan konstruksi bangunan, konstruksi jalan, pembuatan dan pemeliharaan lapangan terbang, pekerjaan drainase, pendeteksian dan pengamanan ranjau, serta pengamanan dan penghancuran munisi dan bahan peledak
Upacara terasa semakin spesial bagi personel Satgas karena dihadiri oleh perwakilan negara-negara yang ikut berpartisipasi dalam misi PBB di Kongo seperti Maroko, Rusia, Nepal, Guatemala, Niger, Banglades, Mesir serta Spanyol. Disamping itu, staf MONUC dan staf badan-badan kemanusiaan PBB juga terlihat hadir dalam acara tersebut. Tak ketinggalan, aparat pemerintah lokal yang langsung diwakili oleh Walikota Dungu turut memberikan dukungannya dalam acara itu. Demikian juga aparat kepolisian dan tentara nasional Kongo juga ikut berpartisipasi dalam acara yang berlangsung satu setengah jam tersebut.
Rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di Kongo oleh Kontingen Garuda XX-F dimulai dengan acara doa dan tahlilan bersama pada malam tanggal 16 Agustus untuk mendoakan keselamatan dan kejayaan bangsa Indonesia. Lomba kebersihan antar barak juga diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT RI sekaligus meningkatkan kesadaran anggota Satgas akan pentingnya menjaga kebersihan di daerah yang terkenal dengan penyakit Ebola-nya itu.
Kemudian dalam upacara yang dilakukan di camp Indonesia Engineering Company, atraksi Kuda Lumping ikut menyemarakkan acara dan mendapat sambutan sangat meriah dari tamu undangan yang hadir. Tamu undangan semakin terhibur dengan sajian santap siang khas Indonesia yang menurut mereka sangat sulit ditemukan didaerah misi seperti Dungu yang terbilang cukup terisolir dan relatif terbelakang.
Rencananya rangkaian acara peringatan 17 Agustus akan dilanjutkan dengan pengobatan massal oleh tim kesehatan Konga XX-F di daerah Limai dan Duru (area sepanjang pekerjaan perbaikan jalan Dungu-Duru). Saat ini, Kontingen Indonesia sedang melaksanakan tugas perbaikan jalan Dungu-Duru sejauh 88 km guna membuka isolasi daerah Duru sehingga bantuan kemanusiaan PBB dapat disalurkan ke wilayah yang dilanda konflik tersebut. Diharapkan dengan pengobatan massal akan semakin mempererat hubungan personel satgas dengan masyarakat Kongo.
Dalam upacara peringatan detik-detik kemerdekaan itu, bertindak sebagai komandan upacara adalah Kapten Czi Titan Jatmiko dan inspektur upacara adalah Komandan Satgas-Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo. SP-45/VIII/Konga XX-F/MONUC.







Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago