Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kuda Lumping semarakkan peringatan HUT RI ke-64 di Kongo

18 August 2009, 12:43 , by Leo Sugandi

 

Kontingen Garuda XX-F/MONUC memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 di Kongo-Afrika secara sederhana dan khidmat. Upacara peringatan HUT RI tersebut sekaligus acara penyematan “UN Medal” yang kedua kepada personel Satgas Kompi Zeni yang telah bertugas sepuluh bulan di Kongo.

Upacara 17 Agustus terasa sangat spesial bagi personel Kontingen Garuda karena dilaksanakan di negeri orang yang secara tak sadar semakin menggugah semangat nasionalisme, patriotisme dan heroisme. Umumnya anggota Satgas mengaku bahwa kegiatan tersebut semakin menumbuhkan komitmen sebagai generasi penerus untuk terus bekerja keras dan berjuang mengisi kemerdekaan. Hal tersebut sesuai dengan amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Komandan Satgas selaku inspektur upacara yang menyebutkan “tidak ada komitmen yang lebih kuat dan karya yang lebih mulia, kecuali mewarisi, melanjutkan dan mengamalkan tradisi serta nilai-nilai kejuangan para pendahulu kita, untuk terus bekerja keras mengisi kemerdekaan”.

Personel Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F melaksanakan upacara di lapangan upacara “Sertu Suprayitno Camp” di Dungu. Lapangan upacara bernuansa merah putih dengan dipagari barisan alat berat yang berjejer di samping lapangan menggambarkan peran Kontingen Garuda XX-F sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB di Kongo yang selalu siap memberikan bantuan Zeni dalam rangka mendukung pentahapan misi PBB guna menghentikan konflik dan menciptakan perdamaian di Negara Republik Demokratik Kongo. Upaya konkritnya adalah dengan melaksanakan pekerjaan konstruksi bangunan, konstruksi jalan, pembuatan dan pemeliharaan lapangan terbang, pekerjaan drainase, pendeteksian dan pengamanan ranjau, serta pengamanan dan penghancuran munisi dan bahan peledak

Upacara terasa semakin spesial bagi personel Satgas karena dihadiri oleh perwakilan negara-negara yang ikut berpartisipasi dalam misi PBB di Kongo seperti Maroko, Rusia, Nepal, Guatemala, Niger, Banglades, Mesir serta Spanyol. Disamping itu, staf MONUC dan staf badan-badan kemanusiaan PBB juga terlihat hadir dalam acara tersebut. Tak ketinggalan, aparat pemerintah lokal yang langsung diwakili oleh Walikota Dungu turut memberikan dukungannya dalam acara itu. Demikian juga aparat kepolisian dan tentara nasional Kongo juga ikut berpartisipasi dalam acara yang berlangsung satu setengah jam tersebut.

Rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di Kongo oleh Kontingen Garuda XX-F dimulai dengan acara doa dan tahlilan bersama pada malam tanggal 16 Agustus untuk mendoakan keselamatan dan kejayaan bangsa Indonesia. Lomba kebersihan antar barak juga diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT RI sekaligus meningkatkan kesadaran anggota Satgas akan pentingnya menjaga kebersihan di daerah yang terkenal dengan penyakit Ebola-nya itu.

Pengibaran Bendera

Pasukan Upacara

Foto Bersama

Kemudian dalam upacara yang dilakukan di camp Indonesia Engineering Company, atraksi Kuda Lumping ikut menyemarakkan acara dan mendapat sambutan sangat meriah dari tamu undangan yang hadir. Tamu undangan semakin terhibur dengan sajian santap siang khas Indonesia yang menurut mereka sangat sulit ditemukan didaerah misi seperti Dungu yang terbilang cukup terisolir dan relatif terbelakang.

Atraksi Personel Satgas

Sajian Kuda Lumping

Rencananya rangkaian acara peringatan 17 Agustus akan dilanjutkan dengan pengobatan massal oleh tim kesehatan Konga XX-F di daerah Limai dan Duru (area sepanjang pekerjaan perbaikan jalan Dungu-Duru). Saat ini, Kontingen Indonesia sedang melaksanakan tugas perbaikan jalan Dungu-Duru sejauh 88 km guna membuka isolasi daerah Duru sehingga bantuan kemanusiaan PBB dapat disalurkan ke wilayah yang dilanda konflik tersebut. Diharapkan dengan pengobatan massal akan semakin mempererat hubungan personel satgas dengan masyarakat Kongo.

Dalam upacara peringatan detik-detik kemerdekaan itu, bertindak sebagai komandan upacara adalah Kapten Czi Titan Jatmiko dan inspektur upacara adalah Komandan Satgas-Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo. SP-45/VIII/Konga XX-F/MONUC.

Leo Sugandi Leo SUGANDI Leo Sugandi graduated from Norwich University (Military College of Vermont) with bachelor degrees in political science and history. An infantry man after commissioned into the Indonesian Army in 2001. Currently serving as Public Information Officer of the Indonesian Engineering Company under MONUC (UN mission...

Detail Profile »

16  Comments

by wildan at 18 August 2009, 19:07

Terimakasih kang atas sharing ceritanya..
Semoga merah putih terus berjaya..

by Ian Aja at 19 August 2009, 02:37

Pagi Mas…
Seru juga yah perayaan 17-an nya…
yg jadi pertanyaan… pemain kuda lumpingnya bener2 kemasukan?
trus yg main semua tu Aparat yah… Sempaet2nya yah BUat tato di dada… asli apa Palsu tuh mas…

sekian dulu pertanyaan Adinda… :)
Salam MERDEKA

WR
Ian
Medan – Indonesia

by Ira Latief at 19 August 2009, 02:40

Thanks for the sharing bang..

Great event..and great report :-)

Hv a blessing day to you!

by Owenk Sayang at 19 August 2009, 02:44

thanks You broe..

kami di Indonesia sangat merasakan kebanggaan dan nasionalisme yg cukup tinggi saat perayaan HUT Kemerdekaan RI, walau tetep prihatin dan waspada..

semoga Broe juga dapat merasakan kebahagiaan kami di Indonesia.

keren gbt acaranya…memang harus sperti itu yah..promo indonesia tiada henti…sekali lagi aku minta izin untuk save photo2 itu…tenang aja..bukan untuk dikomersilkan..tapi akan aku sebarluaskan lagi ke kawan-kawan yg ga sempat lihat blog peacekeepers ini…

btw met menjalankan ibadah puasa yah mas…
Merdekaa…merdekaa..merdekaa…

by Mulyanto Sugianto at 19 August 2009, 02:46

MERDEKA..HIDUP NKRI..semoga indonesiaku tercinta tambah berjaya di dunia…amien

by Nenny Soejono at 19 August 2009, 03:47

Heboh banged kang reportnya… jd seru bacanya & nyimaknya euy… Semoga Indonesia selalu berjaya & seluruh Indobatt mendapat lindungan Allah SWT. Amin.. Mohon ijin Kang (gaya komando banged yak) untuk dimaafkan lahir & bathin jelang Ramadhan 1430H. Semoga amal ibadah kita dlm Ramadhan mendatang mendapat ridho Allah SWT. Amin.. MERDEKA kang!

by Cindy Toruan at 19 August 2009, 05:33

trims yach luigi,dah mau sharing liputannya…mmg spertinya prajurit2 kita disana sngat nasionalist bgt,tp sayangnya msh bnyk aparat2 yg bertugas di Indonesia sprtinya sdh berkurang rsa nasionalisnya…mreka lbh ke cari uang aja deh..yah ini berdasrkan pngalaman pribadi kali yee..tp kyknya yg di indonesia kyknya hrs jg dikrim keluar negri utk tgs perdamaian jg tuch…spy mreka ngerasain rasanya di negeri org bgtu rindunya akan plg kampoeng…kangen sm negri sendiri..SALUT tuk aparat2 peacekeepers disana…GBU all..thank you ya luigi tuk liputannya…bagus bgt..top deh..MERDEKA!!

by cenya95 at 19 August 2009, 18:27

pa khabar? lama tak bersua…
ternyata …
seru buanget acaranya di sana.
makasih infonya.

salam superhangat untuk semua

by arifin at 19 August 2009, 18:45

reportase yang menarik… selamat bertugas dan berjuang menjadi duta bangsa. do’a kami menyertai Anda.

by DV at 20 August 2009, 18:00

Kisah yang menarik, Mas!
Saya bisa membayangkan betapa semaraknya suasana peringatan agustusan di sana.

Sayang, kemarin itu sebenernya saya pengen ikut acara “Pesta Kampung” di Sydney, tapi ternyata salah tanggal. Kupikir hari minggu, jebul sehari sebelumnya 15 Agustus 2009 digelarnya… Harus nunggu tahun depan lagi!

Merdeka!!!

by elsadra at 20 August 2009, 21:40

good story… salam persahabatan dari yogya mas…

by agn at 21 August 2009, 03:29

nice one. semoga sekalian bertugas juga bisa promo budaya indonesia.

by aRuL at 21 August 2009, 08:14

perayaan yg luar biasa, sy pernah merasakan merayakan kemerdekaan RI di luar, sungguh mengharu birukan :)

by dini hari at 25 August 2009, 08:12

segalanya tdk ada yg sia2.

perjuangan pendahulu kita nikmati sekarang..

perjuangan saat ini, dinikmati para penerus..

piss, loph, n gaul!!
hehehe

by Jauhari at 25 August 2009, 08:19

Ketika di NEGERI ORANG akan kelihatan betapa INDAHNYA negeri sendiri… ;)

by Togar A Silaban at 11 September 2009, 01:20

Selamat bertugas …
Semoga selamat kembali ke tanah air

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

550 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Yogi Nugroho Captain Yogi Nugroho was born in Malang, East Java, 31 years ago. The thought of earning well education, was the reason why he decided to attend the Taruna Nusantara High School and graduated from the school in 1997. As one of...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 12 hours ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 14 hours ago

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 2 days ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 3 days ago

Kinshasa, Aku Datang!
Sang pramugari berusaha menenangkan dan membawa barang mereka ke bagasi lain yang masih kosong. Namun sang istri ngotot ingin barang – barang itu tak jauh – jauh dari mereka. Lelaki kulit putih yang kulihat di ruang tunggu duduk di sampingku. Akhirnya setelah hampir satu jam mengatur para penumpang beserta barang bawaannya, pesawat pun lepas landas. Jangan berharap bisa tidur selama perjalanan. Aroma tak jelas sudah bukan masalah besar lagi. Perjalanan dari Bangkok menuju Nairobi membuat hidungku terbiasa dengan bau khas ini. Suara penumpang tak ada hentinya. Suami istri yang tadinya meributkan bagasi yang penuh kini tengah berdebat, entah memperdebatkan apa. Sang suami sibuk dengan kalkulator super gedenya sementara sang istri tak ada hentinya menjerit, meneriakkan instruksi kepada sang suami.
Nurul Fitri Lubis , 3 days ago

 

Recent Comments

agus mewal commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Ehabel commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Victor George commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Dobuol Sudan Nyuon commented on Malakal family
a few seconds ago


Arny commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com