Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F/MONUC mulai hari Senin (20/7) memulai Quick Impact Project (QIP) perbaikan gedung kantor walikota di Dungu-Kongo. Proyek tersebut memiliki tujuan utama untuk merenovasi gedung kantor Walikota Dungu sehingga kegiatan administrasi pemerintahan dapat berjalan lancar sekaligus membina hubungan baik antara penduduk lokal dengan personel pasukan penjaga perdamaian PBB yang bertugas di wilayah Dungu. Kegiatan tersebut termasuk upaya binter (pembinaan teritorial) PBB dalam rangka menciptakan perdamaian dan stabilitas keamanan di Negara Demokratik Kongo dalam misi MONUC (Mission de l’Organisation des Nations Unies en République Démocratique du Congo/misi PBB di Kongo).
Quick Impact Project merupakan salah satu upaya pembinaan teritorial yang dilakukan PBB dalam merangkul hati masyarakat Kongo sehingga pelaksanaan misi dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari seluruh warga. Sejak Indonesia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di Kongo telah tercatat tiga kali Kontingen Garuda mendapatkan kepercayaan mengelola salah satu program binter PBB tersebut. Dan kali ini Kontingen Indonesia kembali memperoleh kepercayaan untuk merangkul hati masyarakat Kongo melalui proyek renovasi kantor walikota Dungu.
Sebelum memulai pekerjaan renovasi, personel satgas terlebih dahulu melakukan pengasapan/fogging terhadap bangunan yang telah lama dihuni oleh ratusan bahkan ribuan kelelawar. Sesaat setelah pengasapan, ribuan kelelawar langsung beterbangan menyelamatkan diri keluar dari gedung.
Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi bau yang ada serta agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terganggu oleh aktivitas kelelawar tersebut. Pekerjaan selanjutnya dapat dilaksanakan dengan dimulai dari pembongkaran atap bangunan yang terbuat dari seng dengan dibantu oleh masyarakat lokal.
Pentingnya aktivitas pemerintahan di Dungu menjadi perhatian besar para petinggi Monuc. Roda pemerintahan kota itu menjadi tolak ukur situasi kemanan di wilayah perbatasan Kongo dengan Negara Sudan dan Uganda. Apabila kinerja aparat pemerintah wilayah tersebut dapat berjalan lancar berarti situasi di Timur Kongo dan bahkan Negara Kongo dapat dibilang aman. Bahkan Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Kongo-Mr. Alan Doss serta wakilnya dalam waktu terpisah telah menemui walikota Dungu secara langsung sekaligus menyampaikan keinginan mereka untuk bisa membantu masyarakat Dungu dengan merenovasi gedung pemerintahan tersebut.
Karena pentingnya arti dan fungsi dari bangunan itu, walikota Dungu meminta seluruh penduduk lokal untuk memberikan partisipasi aktifnya dalam membantu proses renovasi. Dan untuk sementara waktu kegiatan administrasi pemerintah kota Dungu dilaksanakan di tenda darurat yang disediakan oleh PBB.
Rencananya renovasi gedung kantor walikota akan memakan waktu sepuluh minggu dengan pekerjaan sebagai berikut:
1. Renovasi atap
2. Renovasi bangunan
3. Pemlesteran dinding bagian dalam
4. Pengecatan dinding
5. Renovasi struktur bangunan yang terbuat dari kayu
6. Renovasi tangga
7. Penggantian jendela kaca yang telah rusak
Bangunan kantor administrasi walikota Dungu memiliki gaya arsitektur eropa dan merupakan peninggalan pemerintah kolonial Belgia yang menjajah Kongo hingga tahun 1963. Situasi keamanan yang tidak kondusif menyebabkan kantor tersebut menjadi kurang terawat dan lebih parah lagi menjadi rumah bagi ribuan kelelawar sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap saat kita memasuki kantor. Kondisi tersebut sebentar lagi akan berubah dengan adanya Quick Impact Project yang dilaksanakan oleh Kontingen Garuda XX-F/MONUC pimpinan Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo.









wew bang.. skr dah pindah dikongo?? lama awak tak jalan kesini heheheh gimana kabarnya bang…
btw tu rumah walikota unik banget, pantesan kelelawarnya banyak bang
Saya tertarik dengan model 7 bentuk bangunannya, klasik…
Sukses selalu buat pasukan garuda merah putih, semoga dharma baktimu memberi nama harum Indonesia! Bravo Garuda! Kepakkan sayapmu ke ujung dunia!
Ok Pak salam kembali dari kami khsusnya warga negara Indonesia semoga dengan besarnya pengabdian pasukan GARUDA di Liberia sebaga salah satu contoh bahwa Pasukan GARUDA XX-F adalah wakil kebesaran Bangsa Indonesia di PBB terimakasih untuk semuanya teman-teman kita di Liberia ..semoga selamat dan sehat selalu….
Gambarnya keren2 euy…….salam kenal dulu Pak