Tim kesehatan Satgas Kontingen Garuda XX-F membantu proses evakuasi pasukan FARDC (Forces Armee Republique Democratic du Congo) yang menjadi korban penyergapan LRA (Lord Resistance Army) /milisi dari Uganda , Selasa malam (28/10) di wilayah Dungu, Kongo. Korban penyergapan adalah prajurit FARDC yang tengah melaksanakan patroli rutin di wilayah Provinsi North Kivu, wilayah timur Kongo. Akibat serangan itu, satu orang personel FARDC menderita luka tembak di bagian kaki dan seorang lagi terluka akibat terkena panah beracun. Saat pasukan FARDC akan mengevakuasi korban, kendaraan yang mereka tumpangi terbalik sehingga menyebabkan 1 orang mengalami patah tulang belakang, 1 orang mengalami patah tulang rusuk dan seorang lagi mengalami patah tulang di bagian kaki.

Selanjutnya pasukan FARDC meminta bantuan tim kesehatan Kontingen Indonesia dan Maroko yang sedang bertugas di wilayah Dungu yang dengan segera mengirimkan ambulan untuk membantu evakuasi dari camp FARDC ke bandara Dungu. Sebelum membantu evakuasi, Mayor Ckm dr. N. Joko dari kontingen Indonesia dan Letnan dr. Said dari kontingen Maroko memberikan pertolongan pertama kepada korban. Setelah diagnosa, akhirnya diputuskan bahwa 3 orang korban luka serius, yaitu korban luka tembak, korban patah tulang belakang dan korban patah tulang rusuk dievakuasi ke Rumah Sakit Level II di Bunia menggunakan pesawat PBB jenis Beachcraft (pesawat angkut ringan).
Komandan Brigade FARDC, Kolonel Mundos yang membawahi 3 batalion (2.120 personel) sangat berterima kasih atas bantuan dari kontingen Indonesia . Seperti diketahui, Kontingen Indonesia sejumlah 175 orang melaksanakan tugas pemeliharaan perdamaian dibawah bendera PBB di Kongo dengan memberikan bantuan Zeni kepada MONUC (misi PBB di Kongo). Dalam pelaksanaan tugasnya, Kompi Zeni Satgas Kontingen Garuda XX-F di bawah pimpinan Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo disebar di 3 wilayah berbeda di Kongo. Sejumlah 58 personel Satgas ditempatkan di Wilayah Dungu, 7 personel ditempatkan di Bunia dan 110 orang berlokasi di Beni (Markas Komando Kompi).


Dalam pelaksanaan tugasnya, Kontingen Garuda XX-F yang berada di wilayah Dungu mendapat tugas untuk membuat bandara Dungu dan saat ini tengah mengerjakan pekerjaan penyempurnaan bandara yang meliputi pembuatan Fuel Farm , jalan seputar bandara, pembuatan kantor, area parkir serta area untuk generator set . Dalam melaksanakan tugasnya, Kontingen Garuda mendapat bantuan pengamanan dari pasukan Maroko sejumlah 1 Detasemen sementara pengamanan di wilayah luar bandara dilakukan oleh pasukan FARDC yang juga memiliki tugas khusus untuk mengamankan negara Kongo dari serangan milisi atau LRA (milisi dari negara Uganda).
Referensi: SP-5/X/Konga XX-F/PEN
Kalau TUHAN berkehendak…naas itu tak bisa ditolak
inilah konsekwensi pengabdian sebagai prajurit. Syukur lah para TNI kita cepat tanggap membantu mereka,kita tak tau esok lusa siapa pula yg terkena bahaya,semoga Tuhan melindungi kita semua dalam pengabdian ini.
salam EA
baca artikel ini aq jdi nangis..coz ad seorang perwira yg aq cintai bertugas dsna,dlm kontigen garuda XX-F. Semoga mas slalu bisa mengabarkan berita terkini selalu yg terjadi disana,krn sdh lama saya gak ada kabar dari mas..semoga semua slalu dalam lindungan Allah SWT. salam tuk ltt.czi titan jatmiko kalo ktemu ya mas. trim’s