Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Octavianus Marthin

Kontingen Garuda Bhayangkara laksanakan puasa Ramadhan di Sudan

6 September 2009, 05:03 , by Oktavianus Marthin

 

Bulan Ramadhan tahun ini sungguh berbeda dalam pelaksanaannya. Bila pada tahun-tahun sebelumnya kami selalu bersama keluarga, kali ini kami melaksanakan puasa jauh dari keluarga. Kontingen Garuda Bhayangkara Polri yang terdiri dari 18 Perwira dan Bintara berada jauh dari keluarga masing-masing. Terpisah ribuan kilometer, namun tetap tabah dan sabar dalam melaksanakan tugas yang diemban, demi membawa harum nama bangsa dan Negara Indonesia.

Bila melihat jumlah personel Polri dalam misi UNMIS 2008 – 2009 yang melaksanakan puasa sebanyak 13 (tiga belas) orang. Namun penulis tidak dapat menggambarkan bagaimana pelaksanaan puasa di masing-masing tempat karena saling terpisah. Di wilayah Selatan Sudan (South Region) kami terdiri dari 8 (delapan) orang, tentu berbeda dengan rekan-rekan kami yang berada di wilayah Utara (North Region), sebanyak 10 (sepuluh) orang. Khusus di wilayah Juba (Region HQ dan Sector 1 Juba HQ) personel Polri terdiri dari 4 (empat) orang.

DSC06349

Melaksanakan puasa di wilayah Selatan yang mayoritas penduduknya adalah non Muslim, tentu sangat berbeda dengan di wilayah Utara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Namun apapun suasananya, puasa tetap puasa. Kewajiban sebagai seorang Muslim. Puasa dimulai sejak tanggal 22 Agustus lalu. Alhamdulillah, malamnya kami dapat melaksanakan shalat Taraweh dan Witir berjamaah dengan saudara-saudara kami dari Bangladesh Battalion (Banbat). Tempat yang sama juga kami melaksanakan shalat Jumat.

Puasa dimulai sejak pagi hari sekitar pukul 6 pagi, karena Subuh di Juba jatuh pada pukul 06.20. Tidak ada patokan yang dapat kami pakai untuk memulai puasa (Imsak), karena tidak seperti kebiasaan di Negara kita, yang biasanya ditandai dengan sirine atau pengumuman di radio. Berbeda dengan saat berbuka. Buka puasa di Juba ditandai dengan sirine dari markas Banbat. Sirine itu berbunyi sekitar pukul 19.05. Tidak ada azan, penanda maghrib telah tiba. Namun berdasarkan sirine itulah kemudian kami membatalkan puasa kami.

Berbeda dengan rekan-rekan kami yang berdinas di wilayah Utara, yang selama bulan Ramadhan, awal jam kerja mereka mundur 1 jam dan jam selesai kerja lebih awal setengah jam. Mereka memulai tugas pada pukul 9 dan mengkhirinya pada pukul 15.30. Kami di Selatan tidak mengalaminya. Kami, di Selatan, bekerja seperti biasa, mulai pukul 08.00 dan selesai pukul 16.00. Namun hal ini tidak membuat kami jadi kendor dalam bertugas. Suasana bulan Ramadhan tidak terasa sama sekali. Semua orang lalu lalang dengan kesibukannya seperti hari-hari biasa. Mereka yang merokok, mereka yang membawa gelas/mug kopi, mereka yang melaksanakan Lunch Break. Ini kami anggap tantangan. Untuk meminimalisir keluarnya energi, kami membatasi keluar dari kantor/container. Udara panas yang sangat menyengat membuat kami lebih baik tinggal di dalam kantor hingga selesainya jam tugas.

Menu berbuka puasa, kami coba untuk mendekati apa yang biasa kami buat di tanah air bersama keluarga. Penulis yang selalu membuat minuman dari buah kalengan (cocktail) yang bisa dibeli di PX Juba, AKBP Eko yang hebat membuat kolak ubi, yang dibuat dengan menggunakan gula putih dan buah kurma sebagai pemanisnya, AKP Artur yang hebat dalam membuat sayur sop dan selalu menyiapkan untuk kami walaupun dia tidak puasa, AKBP Maru yang selalu membuatkan kami juice alpukat, walaupun dia juga tidak puasa, sehingga kebutuhan vitamin tetap terjaga.

DSC06341

Semoga suasana puasa di negeri yang panas ini membawa keberkahan bagi kami, anggota Polri Kontingen Garuda Bhayangkara di UNMIS 2008-2009, dan dapat melaksanakan puasa hingga berakhirnya bulan Ramadhan nanti. Bagi anggota keluarga kami di tanah air dapat bersabar menunggu kami hingga selesai pelaksanaan tugas, yang sudah makin dekat ini. Insya Allah, Kontingen Garuda Bhayangkara 2 akan selesai melaksanakan tugasnya pada bulan November mendatang.

Octavianus Marthin Oktavianus MARTHIN Super Intendent (Lieutenant Colonel) Oktavianus MARTHIN, SIk., was born in Jakarta, October 25, 1970. After finishing senior high school in Jakarta in 1989, then became a cadet of Indonesian Police Academy in Semarang. Graduated from that Academy in the year...

Detail Profile »

1  Comment

by adhitya septriadi at 14 September 2009, 02:17

Tetap semangat bapak dan ibu Kontingen Garuda Bhayangkara Polri,semoga sehat selalu dan sukses selalu menyertai semangat untuk menjadi yang terbaik dalam setiap tugas..!!

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Ratih PUSPARINI Major Ratih Pusparini is serving in Indonesian Air Force since 1995. Presently she is posted as G3 Ops Desk Officer MONUC HQ, Kinshasa, DRC for one year as a part of her mandate in UN Mission in DRC ....

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago