Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F merambah Taman Nasional Garamba-Kongo guna merampungkan perbaikan jalan Dungu-Duru sepanjang 88 kilometer. Setelah sekian bulan berupaya menembus rimba belantara Kongo dan dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi, akhirnya hari Selasa (25/8) sebanyak 37 personel Garuda berhasil menembus isolasi Kota Duru. Kota Duru merupakan kota perbatasan antara Negara Kongo dengan Sudan. Saat ini Personel militer MONUC bersama pasukan FARDC tergabung dalam Operasi Rudia. Operasi tersebut merupakan operasi gabungan pasukan penjaga perdamaian PBB dan pasukan pemerintah Kongo yang bertujuan mengusir milisi LRA (Lord’s Resistance Army) yang selama ini menjadi sumber dari berbagai masalah keamanan di wilayah perbatasan Kongo dengan tetangganya, Negara Sudan dan Uganda.
Membuka isolasi daerah Duru berarti membuka jalan bagi badan-badan kemanusiaan PBB, sehingga dapat memberikan bantuan obat-obatan dan makanan bagi warga sipil yang menjadi korban konflik akibat aktivitas milisi bersenjata di wilayah perbatasan Kongo. Dengan terbukanya jalan Dungu-Duru berarti pula memberikan kesempatan pengerahan personel pasukan pemerintah Kongo untuk mengamankan wilayah perbatasannya yang selama ini menjadi tempat persembunyian milisi LRA.
Kerja keras prajurit TNI yang tergabung dalam misi PBB di Kongo dalam membuka isolasi kota Duru mendapat apresiasi positif dari pimpinan MONUC yang menilai personel Kontingen Indonesia telah bekerja tanpa kenal lelah dalam menembus taman nasional Garamba guna memperbaiki infrastuktur jalan yang menghubungkan Kota Duru dengan Kota Dungu.
Kolonel Mundos yang merupakan Komandan Divisi pasukan FARDC wilayah Timur Kongo yang ikut hadir pada peringatan HUT RI di camp Kontingen Indonesia tanggal 17 Agustus lalu menjelaskan bahwa masalah utama yang ditemui di lapangan dalam pelaksanaan Operasi Rudia adalah kendala pendistribusian logistik kepada pasukan FARDC yang berada di garis depan. Hal tersebut diakibatkan oleh rusaknya transportasi darat dan minimnya alat angkut udara dukungan dari MONUC. Kolonel Mundos berharap dengan diperbaikinya jalan Dungu-Duru akan memperlancar proses pendistribusian logistik kepada pasukannya yang berada di perbatasan.
Saat menembus belantara Taman Nasional Garamba, Kontingen Garuda XX-F mengerahkan satu peleton alat berat yang menggunakan 3 buah dump truck, 1 unit dozer besar, 1 dozer kecil, 1 unit vibro roller, 1 unit backhoe loader, 1 buah loader, 1 unit truck cargo, 1 unit truck reo dan 1 buah ambulan. Pekerjaan perbaikan jalan Dungu-Duru pernah terhenti karena prioritas tugas bagi Satgas Konga XX-F diubah oleh MONUC Force Commander (pimpinan militer tertinggi misi PBB di Kongo) dari perbaikan jalan Dungu-Duru menjadi pembuatan camp bagi badan-badan kemanusiaan PBB dan camp bagi batalyon infanteri mekanis kontingen Negara Maroko.
Pada saat yang sama, Kontingen Garuda XX-F yang berjumlah 174 orang dan dipimpin oleh Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo juga tengah mengerjakan pekerjaan perbaikan runway Bandar udara Dungu dan perawatan bandara Mavivi di Beni sekaligus menyelesaikan proyek renovasi kantor walikota Kota Dungu. SP-46/VIII/Konga XX-F/MONUC









Membanggakan sekali kinerja TNI kita, pasti mereka mereka ini adalah yang rajin bekerja bakti sewaktu masih di Kampung.
Ayo T N I tunjukan kejayaan Indonesia di daerah Misi Penugasan …
Doa kami dari Kampung Halaman :)
pekerjaan yang tampak melelahkan…
semangat! kami semua mensupport kiprah bapak-bapak TNI nun jauh di luar sana.
oia, hutannya indah sekali ya :)