(Adshit Al Qusayr, 30/11) Tepat setahun sudah Satgas Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B berada di Lebanon Selatan. Pada hari yang sama setahun yang lalu, Dansatgas Letkol Inf A M Putranto, S.Sos bertemu pertama kalinya dengan Force Commander (Panglima) UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) Mayjen Claudio Graziano untuk memulai penugasan sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Hari ini (30/11), Dansatgas bertemu kembali dengan Jenderal Italia itu guna mengakhiri tugasnya sekaligus pamitan karena akan segera kembali ke Tanah Air bersama dengan 437 Prajurit Garuda XXIII-B lainnya yang masih tersisa di Lebanon Selatan.


Kunjungan Dansatgas merupakan bagian dari Kunjungan Kehormatan (Courtesy Call) kepada para Petinggi UNIFIL, di antaranya Chief of Staff UNIFIL Brigjen Olivier de Bavinchove, Deputy Force Commander UNIFIL Brigjen AK Bardalai dan Force Commander UNIFIL Mayjen Claudio Graziano. Namun sayangnya pada kesempatan tersebut, Deputy Force Commander tidak dapat ditemui karena sedang melaksanakan cuti.
Pertemuan dengan Chief of Staff UNIFIL Brigjen Olivier dilaksanakan pertama kali sesuai jadwal yang ditentukan yaitu pukul 16.30 waktu setempat. Dansatgas Konga XXIII-B bersama-sama calon penggantinya yaitu Letkol Inf R. Haryono mendapatkan sambutan yang hangat oleh Jenderal Prancis tersebut. Selidik punya selidik, ternyata Ia masih menyimpan kesan yang mendalam saat menghadiri upacara Penganugerahan Medali PBB untuk Kontingen Indonesia Garuda XXIII-B.

Ia salut dan mengakui profesionalitas yang ditampilkan oleh Prajurit-Prajurit Garuda yang dinilainya setara dengan Pasukan Elite lainnya di dunia. Pertemuan diakhiri dengan pemberian cindera mata dari Dansatgas berupa plakat dan foto kenang-kenangan Brigjen Olivier saat melakukan kegiatan dan kunjungan kerja ke Base Camp Pasukan Garuda XXIII-B.

Selanjutnya, Dansatgas Konga XXIII-B menghadap Force Commander Mayjen Claudio Graziano di ruang tamu VIP-nya. Jenderal yang penuh wibawa itu terlihat senang saat bertemu dengan Dansatgas.
“Congratulation, Colonel Putranto. You’ve done an excellent job!”, puji alumni Akademi Militer Italia tahun 1974 itu saat menyalami Dansatgas.
Lebih lanjut, Graziano menanyakan hal-hal seputar kehidupan pribadi Dansatgas seperti rencana liburan, bagaimana kabar keluarga, situasi di kampung halaman dan sebagainya. Dalam pembicaraannya, Mayjen Graziano menyatakan kegembiraannya dengan penambahan jumlah pasukan Indonesia yang bertugas di Lebanon, diantaranya Force HQ Unit dan Force Protection Unit serta Military Police Unit. Graziano sangat berharap, seluruh pasukan Indonesia yang baru ini dapat melanjutkan apa yang telah dicapai oleh Satgas Konga XXIII-B, terutama pergaulan yang baik dan harmonis dengan masyarakat Lebanon dan kontingen negara lain.
Sungguh walaupun hanya 30 menit, namun terasa sekali suasana yang akrab layaknya seorang abang yang dikunjungi oleh adiknya yang akan bepergian jauh. Tidak terlihat batas yang kaku antara Atasan dan Bawahan sebagaimana militer pada umumnya. Jenderal Graziano memang dikenal sebagai seorang jenderal yang cerdas, kharismatis dan membumi.
Reputasinya di kalangan masyarakat Lebanon saat ini cukup terkenal sehingga kadangkala media Lebanon menyebutnya sebagai Jenderal Diplomat.
Pada kesempatan yang sama, Mayjen Graziano juga berpesan kepada Letkol Inf R. Haryono agar meneruskan prestasi gemilang yang telah diukir oleh Satgas Konga XXIII-B. Seusai ramah tamah, Graziano berkenan menerima cindera mata berupa plakat dan foto kenang-kenangan dari Dansatgas Konga XXIII-B.
Tak dinyana beliau amat terkesan dengan pemberian cindera mata tersebut, khususnya saat melihat foto-fotonya yang sedang berinteraksi dengan Pasukan Garuda XXIII-B dalam berbagai kesempatan. Sebagai penutup, Ia mengucapkan terima kasih kepada Dansatgas Konga XXIII-B dan mendoakan agar karirnya semakin sukses sekaligus ucapan selamat bertugas kepada calon penggantinya.
cinderamata dalam bentuk uang apa barang nih … hehehehe *kaburrrr
selamat bertugas buat Konga XXIII-C, semoga bisa melanjutkan prestasi Konga XXIII-B. dan selamat datang kembali ke Tanah air buat Konga XXIII-B