(Beirut, 26/2) Komitmen yang selalu dikedepankan oleh Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIIII-D/UNIFIL (INDOBATT) adalah keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dengan suatu keunggulan yang bernilai positif. Dalam rangka mendukung komitmen tersebut, maka INDOBATT berpartisipasi secara aktif dalam Farewell Function for Indonesian Ambassador – Indonesian Cultural Night yang berlangsung di Hotel Continental Phoenicia Beirut pada tanggal 26 Februari 2010 dan turut dihadiri oleh Komandan Satgas FHQSU Konga XXVI-B1/UNIFIL Kolonel Inf Restu Widiyantoro yang sekaligus bertindak sebagai Komandan Kontingen Indonesia di UNIFIL, Komandan Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL Letkol Cpm Ekoyatma Parnowo dan Komandan Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL Letkol Inf Andi Perdana Kahar.
Proses pencapaian komitmen tersebut memerlukan prakarsa dan niat yang inovatif dalam rangka memberikan nilai jual hasil pekerjaan yang optimal. Oleh karena itu, guna memenuhi undangan Duta Besar Bagas Hapsoro kepada INDOBATT untuk berpartisipasi dalam tampilan budaya nasional Indonesia, maka kolaborasi penampilan dengan masyarakat Libanon menjadi suatu pilihan inovatif.
Mengingat eksistensi staf lokal UNIFIL (interpreter) yang bekerja di lingkungan INDOBATT, maka INDOBATT menghidangkan kolaborasi penampilan prajuritnya dengan 3 orang dari 9 interpreter, yakni 2 orang (Amal Kahwaji dan Shafika Mokled) tergabung dalam tim tari Kuda Lumping serta Salma Daabous yang berperan sebagai Shinta dalam tari Kecak.
Acara kebudayaan yang dimaksudkan sebagai wahana perpisahan Duta Besar Bagas Hapsoro dengan beberapa pejabat penting jajaran UNIFIL, Kementerian Luar Negeri Libanon dan para Duta Besar negara asing untuk Libanon, menampilkan sajian musik Kecapi, tari Kuda Lumping, tari Selamat Datang, Kolintang serta kolaborasi alat musik tradisional dan musik modern. Rangkaian acara yang tersusun secara sinergis tersebut menggambarkan perwakilan dari aneka ragam budaya Bangsa Indonesia yang menyenangkan untuk dinikmati oleh seluruh tamu undangan. Hal ini terlihat dari antusiasme hadirin yang selalu memberikan aplaus di setiap akhir pertujukan budaya serta senyum dan muka ceria yang ditunjukkan oleh seluruh tamu. Bahkan, terlihat beberapa tamu undangan yang tidak segan-segan untuk memberikan aplaus sambil berdiri. Ungkapan yang ekspresif tersebut lebih terlihat pada saat disajikannya kolaborasi penampilan personel INDOBATT dengan ketiga interpreter. Para tamu undangan tidak menyangka bahwa ketiga interpreter yang merupakan warga negara Libanon asli tersebut mampu menampilkan gerak tarian yang luwes dan sesuai dengan ritme serta irama musik masing-masing tarian.
Lebih lanjut, dalam rangkaian acara yang meriah tersebut, Duta Besar Bagas Hapsoro turut serta meramaikan sajian kolaborasi alat musik tradisional dan modern melalui permainan gitar elektriknya. Penampilan ini mengesankan beberapa tamu undangan yang belum mengetahui kepiawaian beliau dalam memainkan instrumen musik tersebut.
Di penghujung acara, Duta Besar Bagas Hapsoro bersama-sama dengan perwakilan tamu undangan berkenan melaksanakan foto bersama seluruh pengisi acara budaya tersebut. SP-59/II/Konga 23-D/ UNIFIL (INDOBATT)



bagus juga, ada pertukaran budaya di sini.. :)
acara seperti ini bagus untuk pengenalan kebudayaan kita..