Pagi ini aku tersontak bangun oleh denting jam bandul kuno yang tergantung diberanda tamu nyaring berbunyi sebanyak 6 kali, pertanda jam 6 pagi, membuyarkan berbagai mimpi mimpi nakal sang kawula pengembara senja, inilah jadinya kalau hari libur dikalender jatuh pada hari sabtu,mau tak mau 2 hari sabtu & minggu menjadi hari yang melelahkan bikin pusing karena waktu tertidur yang tak terkendali.
Minggu pagi ini sudah ada kesepakatan pergi memancing ikan bersama Mayor Nurul ke- arah Kingkole 40 Km dari kota Kinshasa,bertamu kealam bebas sembari melepas lelah tenaga & pikiran setelah sepekan sibuk dengan berbagai pekerjaan dan permasalahan…..
Kemarin pagi terjadi hal yang menghebohkan di Indo House tempat para Milobs berlindung setiap hari sekaligus sebagai markas transit para Milobs/TNI lainnya. Bermula dari lampu dan listrik padam bersamaan,pada biasanya salah seorang penghuni selalu mengkontrol kran air bergantian sebelum tidur jika terjadi air tidak mengalir, tapi entah kenapa kemarin malam kebiasaan tersebut terlupakan, kebetulan juga seorang rekan Mayor Marinir Arif Handono yang suka tidur malam/meng-kontrol lagi bertugas patroli di River Congo selama sepekan.
Begitulah….pagi itu semua terbangun oleh gedoran para penghuni berkulit hitam lainnya,gedoran dengan penuh luapan emosi kemarahan…. BANJIR !!! ternyata air bukan saja menggenangi seisi rumah tapi sudah mengaliri semua ruangan lantai bawah apartment Congolase,dalam keadaan setengah mengantuk dan masih dibawah alam sadar kami semua terjaga dan berjalan diatas kolam air Indo House,listrik sudah menyala dan tak satupun yang menyadari kalau televisi juga tak sempat dimatikan semalaman,belum lagi bau semerbak aroma gulai opor ayam yang terpanggang gosong diatas tungku listrik dan asap hitam memenuhi ruangan. Sedihnya aku, opor ayam ini adalah masakan experiment pertama Mayor Sri Indarti, sang primadona atu atu nya cewek yang suka kita godain di Indo House itupun setelah didaulat oleh Perwira Senior Letkol AL Dr.Ahmad Syam untuk masak dengan berbagai rayuan pantun khas Suroboyo.
Dasar belum rezeki. Dengan kaki telanjang semua terlibat instant berpartisipasi menguras air agar tak mengalir keruangan apartment lainnya & mengamankan gulai yang gosong. Tak satupun para penghuni menyadari kalau dilantai yang penuh air ada kabel/socket yang terendam air,begitu semua selesai kami baru menyadari hal tersebut…..luar biasa,sesungguhnya kami semua terlindungi oleh YANG MAHA KUASA. Tak terbayangkan seandainya begitu kaki ini terendam air dan listrik meng-antarkan arus listrik atau kompor listrik korseleting dan terbakar apa jadinya yaaaa.
Kejadian ini pastilah pernah anda alami,sebagai orang dewasa yang menyadari hukum sebab & akibat.
Bisa saja kemarin malam ada yang mengingat tapi dasar namanya juga manusia barangkali satu sama lain saling menunggu siapa yang akan mengkontrol kran air pada kemarin malam tersebut.
Inilah salah satu episode kisah suka & duka para Milobs di Indo House – Kinshasa,sebuah nikmat antara pengabdian – kebosanan terhadap lingkungan & kerinduan kepada keluarga…..”Selalu ada lalai terbuat,masih saja lengah sehingga khilaf tercipta tak menyadari setiap waktu dan hari yang terlewati pasti menuntut tanggung jawab bersama yang tidak bisa diabaikan walau sekejab…..Team Work”. Semoga kejadian ini merupakan yang pertama & terakhir bagi kami dan penghuni baru nantinya.
Ohya, berikut beberapa foto kami di Indo House – Kinshasa, DR Cong bersama rekan-rekan.


Salam sekapur sirih sejuta pesan : EA Piliang – Kinshasa.
Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago