Malam ini angin bertiup kencang dengan angkuh sambil membawa uap air dan membasahi seluruh permukaan bumi yang dilewatinya tanpa kompromi. Sungguh hawa malam ini terasa sangat dingin sekali, menembus seluruh baju penghangatku bahkan merasuk sampai ke tulang. Padahal aku sudah memakai baju penghangat sebanyak lima lapis. Thermometer menunjukkan suhu berkisar 04 derajat celcius, sungguh ini merupakan siksaan tersendiri buat aku sebagai makhluk tropis yang selalu dimanja oleh hangatnya iklim khatulistiwa. Jam ditanganku ternyata sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, sudah tidak bisa dikatakan malam lagi, karena sudah sangat larut. Aku yakin semua orang disini pasti sudah melingkar dibalik selimut tebal yang hangat, terbuai oleh mimpi mereka masing-masing, entah itu mimpi indah ataupun mimpi buruk.
Ahh, aku tak perduli dengan semua mimpi mereka, yang aku tahu aku bersama sepuluh rekan-rekanku yang mendapat tugas untuk melaksanakan patroli malam ini harus tetap terjaga dalam keadaan siaga dan waspada. Dengan menggunakan dua buah kendaraan tempur berlapis baja tipe BTR 80A, kami menembus kabut tebal yang menyelimuti perbukitan Lebanon selatan. Sebentar lagi patroli ini akan sampai di checkpoint ketiga, kami akan berhenti sejenak untuk memantau situasi, melaporkannya kepada Sen Kom Kompi Charlie, lalu melanjutkan gerakan sesuai dengan rute patroli malam ini. Tulisan diatas merupakan catatan harian salah seorang prajurit Kompi Mekanis – C diawal penugasaannya sebagai anggota Yonif Mekanis Kontingen Garuda XXIII-C.
Kompi mekanis – C atau yang biasa disebut dengan Kompi Charlie merupakan satu dari empat kompi mekanis yang berada dibawah komando Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII – C/UNIFIL dengan Komandan Satgas Letkol Inf R. Haryono.
Kompi ini bertugas menjaga stabilitas keamanan di daerah Lebanon Selatan khususnya daerah Sumariah, Azziqiyah, Alman, Al Qusayr dan Deir siriane yang berada di bibir sungai Litani dimana sungai ini menjadi batas utara wilayah tanggung jawab UNIFIL yang berbatasan langsung dengan Lebanon Utara.
Dibawah komando Mayor Marinir Muhammad Rizal, prajurit Kompi Charlie melaksanakan tugas-tugas patroli dengan menggunakan kendaraan tempur jenis BTR 80A selama 24 jam tanpa henti sejak awal masa penugasannya pada Bulan November 2008 tanpa mengiraukan cuaca baik musim dingin yang menusuk tulang maupun musim panas yang membakar kulit para prajurit peacekeepers ini. Selain melaksanakan tugas patroli, Kompi Charlie juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga Permanent Observation Post selama 24 jam dan Temporary Observation Post selama matahari bersinar. Semua tugas ini dilaksanakan secara bergantian oleh prajurit Kompi Charlie dibawah pengaturan Staf Operasional Kompi yang tentunya dengan koordinasi melekat terhadap Staf Operasional Satgas.
Selain melaksanakan tugas-tugas diatas, Kompi Charlie juga melaksanakan tugas CIMIC yang tidak kalah pentingnya dalam menunjang tercapainya tugas pokok dalam misi perdamaian di Lebanon ini. Karena tidak dapat dipungkiri kedekatan dengan masyarakat akan sangat membantu memperlancar tugas patroli yang diemban oleh para peacekeepers. Hal ini dibuktikan dengan mudahnya proses komunikasi dan negosiasi yang dilakukan prajurit Kompi Charlie dengan warga apabila ada masalah, seringnya Kompi Charlie diundang warga untuk melaksanakan makan siang, maupun buka puasa bersama di bulan Ramadhan, serta derasnya informasi yang masuk tentang keberadaan UXO/Mines yang ditemukan oleh warga di wilayah tanggung jawab Kompi Charlie yang selanjutnya akan ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Untuk menangani urusan CIMIC, Komandan Kompi Charlie menunjuk Letnan Satu Marinir Arief Bastian Sanusi sebagai Pasi CIMIC yang bertanggung jawab penuh atas seluruh kegiatan CIMIC atau aktivitas yang bersinggungan langsung dengan masyarakat setempat. Dengan koordinasi melekat terhadap staf CIMIC Satgas Konga XXIII – C/UNIFIL, Kompi Charlie mengagendakan berbagai macam kegiatan setiap minggunya, antara lain : Medical assistance, pemutaran film yang bersifat edukasi untuk anak-anak setempat, kursus singkat Bahasa Indonesia, olahraga bersama dengan masyarakat seperti sepak bola, kunjungan/anjangsana ke kediaman tokoh-tokoh pemuka masyarakat, dan Smart Car.
Khusus untuk kegiatan yang terakhir \adalah kegiatan andalan dari Kontingen Indonesia. “Smart Car:“http://www.tni.mil.id/task.php?q=dtl&id=587 itu sendiri adalah mobil jenis van yang telah dimodifikasi menjadi kendaraan serba guna dimana didalamnya tersedia berbagai macam permainan anak-anak, LapTop, Playstation, perpustakaan mini dll. Pada saat pelaksanaan kegiatan Smart Car, juga dilangsungkan lomba menggambar dengan tema “Damai” dimana para pemenangnya akan mendapatkan hadiah seperti buku, alat tulis dll. Smart Car ini sealu mendapatkan antusias yang tinggi dari anak-anak setempat, tidak hanya sampai disini, Smart Car juga mendapatkan apresiasi penuh dari UNIFIL, terbukti dengan sering di undangnya Smart Car pada kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh UNIFIL. Smart Car ini merupakan gagasan dan sumbangan dari ibu Negara kita, Ibu Ani Yudhoyono.
Prajurit Kompi Charlie juga tampil membanggakan saat ikut ambil bagian membawa merah putih menjadi juara dalam berbagai pertandingan olahraga yang diadakan oleh UNIFIL, seperti juara 1 turnamen bulutangkis, juara 1 turnamen tenis, juara 3 ternamen Tenis Meja, juara 3 turnamen Voli, dan juara 3 dalam kejuaraan Firing Patrol antar kontingen. Selain kegiatan tersebut tadi, Prajurit Kompi Charlie juga ikut menyumbangkan Tari Badindin dari daerah Sumatera Barat saat acara pengumpulan dana yang diadakan oleh KBRI di Lebanon untuk korban bencana gempa di Padang.
Sejujurnya tak pernah terlintas di dalam pikiran kami untuk menjadi pasukan penjaga perdamaian yang tergabung dalam Kontingen Garuda. Sungguh merupakan sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi kami untuk dapat menggunakan baret biru, helm bertuliskan UN, merah putih di lengan kiri dan lambang UN di lengan kanan kami ini. Saat ini yang ada dalam dada kami adalah kebanggaan sebagai peacekeepers. Dengan bermodalkan tekad yang kuat, serta ditopang oleh semangat yang membumbung tinggi, seluruh penghalang dan rintangan baik itu berupa rasa lelah, cuaca yang ekstrim maupun rasa jenuh pasti akan mampu kami atasi walau dengan dengan segala keterbatasan sebagai manusia biasa.
Satu yang pasti, kami semua akan selalu melakukan yang terbaik demi menjaga nama bangsa dan negara tercinta dimata internasional. Baktiku padamu Indonesiaku, Garuda…!!!









Wah hebat, kami bangga kepadamu TNI-ku!!
Bakti mu buat Indonesia dan kemanusiaan adalah amal paling mulia disisi Tuhan YME.. Bravo TNI, maju terus anakku
Garuda di Dadaku, banggaku untuk semua
saya bangga dengan pasukan PBB dari indonesia,saya pengin banget sharing dan berkenalan dengan salah satunya,caranya gimana?