Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kenangan di Bumi Pohon Cedar

17 November 2008, 11:28 , by Tantahara

 

Kulihat jam tanganku pukul 00.30 dinihari, Kurang 30 menit lagi kendaraan tempur buatan Rusia yang kutumpangi ini akan meyelesaikan patroli rutin malam hari dan menduduki cek point. Memonitor daerah operasi dan mengawasi pergerakan elemen bersenjata, itulah yang menjadi penekanan tanggung jawab rutinitas ini. Sudah menjadi prosedur tetap untuk terus meng-update situasi kawasan yang dilewati dan melaporkan ke bagian piket dengan sandi yang sudah ditetapkan,

Fieldgrader : “Cheetah, Singa sebelas ambon!” (memanggil piket operator radio)

Operator : “Singa sebelas ambon cheetah”

Fieldgrader : ”Lombok pati pati ambon timur melewati blitar, solo irian timor ambon timor, halon-halong medan kendal, solo bandung garuda….!” (melaporkan situasi terakhir)

Operator :”Medan opak, Timor Kendal Solo Garuda….!”

Dinginnya cuaca malam ini, membuat ingatanku berputar kembali ketika berangkat patroli malam hari untuk pertama kalinya. Malam itu angin bertiup sekitar 10-15 knot. Alat Pengukur suhu menunjukkan angka 15 derajat. Tanpa memperdulikan anjuran senior untuk mengenakan baju berlapis sebagai penahan dingin,aku berangkat hanya dengan memakai seragam lapangan tanpa pelapis apa-apa. Alhasil sampai di cek point jemari tangan dan telapak kaki sudah kaku tidak terasa lagi. bukannya fokus terhadap tugas malah aku harus berkonsentrasi agar otakku masih tetap sadar terhadap tugas malam itu. malam itu terasa sangat panjang.

Seberapapun dinginnya suhu pada saat winter- negeri ini mengalami 4 musim- tetap indah untuk mengingat peristiwa ketika salju turun selama 3 hari. Maklum di indonesia tidak ada musim ini. Meskipun pelaksanaan tugas keseharian dihadapkan pada titik kulminasi suhu dingin yang amat sangat, tetap tak bisa lupa untuk mengabadikan moment-moment penting, berphoto ria. Bahkan patroli tetap berjalan, meski hampir seluruh rute tertutup salju, bergerak perlahan tapi pasti dengan kendaraan dan jalan kaki, aku yakinkan bahwa tidak ada hari libur untuk tugas yang satu itu.

Pernah satu ketika kendaraan patroli melewati pemukiman, masyarakat melempari kendaraan dengan bola-bola salju. Tidak akan kami balas Karena kami tau mereka semata-mata hanya ingin mengucapkan ‘hello’ dengan cara itu, kami balas dengan lambaian tangan Kami sangat senang dan menghargai sekali setiap mereka membalas lambaian tangan kami. Masyarakat cukup senang dengan kebiasaan kami yang selalu mengucapkan salam dan mengontrol kecepatan kendaran setiap melewati pemukiman..

Tak jarang selama kegiatan humaniter dan bantuan kesehatan gratis yang rutin dilaksanakan di desa binaan, masyarakat kadang-kadang memberi sedikit buah dari kebun mereka, seperti buah anggur,buah tin dan buah zaitun ,yang mana negeri ini juga terkenal sebagai salah satu produsen minyak zaitun (olive oil) yang terkenal itu.

Namun demikian dalam pergaulan masyarakat, Kami harus bias pintar-pintar membawa diri dan menjaga ucapan agar tidak sampai menyinggung perasaan mereka . Ingat, bagaimanapun daerah ini adalah Negara bekas konflik, bertahun-tahun lama sebelum 2 tahun yang lalu. Tentu membutuhkan perhatian dan penanganan khusus dibandingkan dengan masyarkat pada umumnya. Ada beberapa aturan tidak tertulis yang harus kami taati demi terjalinnya hubungan yang nyaman dgn masyarakat. Tidak di semua tempat kami bisa mengeluarkan kamera digital dan jepret sana jepret sini..

Di sisi lain, merupakan kepuasan tersendiri bila bisa merangkul dan bersahabat dengan anak-anak di daerah ini, yang sebelumnya selalu membuat kami mengelus dada karena perilaku yang agak ‘luar biasa’. Pada awalnya mungkin mereka berkata, “wah, ini ada pasukan Indonesia yang baru, mari kita kerjain….”

Pada akhirnya, kesimpulan kami mereka adalah tetap merupakan anak-anak yang manis.

Di luar tanggung jawab kami melaksanankan tugas utama sebagaimana yang dimandatkan oleh UN, ada tugas tak tertulis yang wajib kami junjung tinggi, duta Bangsa Indonesia. Terlalu idealis? Apapun itu sebutannya, yang jelas bagiku satu tahun di sini merupakan waktu yang singkat untuk tunjukkan jati diri Bangsa Indonesia sebenarnya. Dan betapa itu menjadi waktu yang lama ketika kami harus berhadapan dengan sesuatu yang dimana mau tidak mau kami harus tetap bisa menjaga ‘status’ jati diri bangsa Indonesia tadi.

Mengingat apa-apa yang telah terjadi merupakan pekerjaan yang menyenangkan, kujadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk tugas ke depan. Tidak hanya melulu beberapa cerita-cerita aneh dan lucu, tetapi juga masalah disiplin pekerjaan dan tugas pokok. Aku bisa belajar banyak di lingkup penugasan yang banyak didambakan oleh semua Prajurit TNI ini, dua hal yang Aku pelajari adalah disiplin waktu dan perencanaan yag matang dalam pelaksanaan tugas.

Meskipun keinginan untuk pulang sedemikian kuat karena kerinduan bertemu keluarga, namun tetap saja aku bakal mengingat semua hal selama setahun tinggal di sini, pos tercinta di lereng bukit ‘Marinir’, kegiatan sehari-hari di compund, berpatroli ria, bertemu masyarakat dan lain sebagainya.

13 Nopember besok genap bagiku satu tahun di daerah penugasan ini, kurang seminggu lagi pasukan pengganti dari Indonesia akan tiba. Kulihat jam tanganku, barometer menunjukkan angka 13 derajat, pukul 04.20, masih tersisa waktu 5 jam lagi untuk bisa menikmati kucuran air panas di ablution…… buat rekan-rekan 23-B, tetap semangat……*Garuda*!

TANTAHARA Graduated from the naval academy in 2003, and a proud member of the unit of Indonesia’s Marines Corps. His initial overseas assignment began since early November 2007 serving as platoon commander of the current Indonesian Peacekeeping Contingent namely “Kontingen...

Detail Profile »

8  Comments

by yunita Dwiana at 17 November 2008, 20:10

Semangat seperti inilah yang diperlukan oleh seluruh anggota Kontingen Garuda XXIII-C/UNIFIL yang akan meneruskan tugas dari rekan-rekan yang tergabung dalam KONGA XXIII-B/UNIFIL yang berakhir masa tugasnya di Lebanon ini. Keramahan, Kewaspadaan dan juga bahkan Disiplin yang tinggi selama menjalankan tugas yang diemban membuat dihargai baik oleh negara lain maupun masyarakat Lebanon itu sendiri. Berat memang tugas yang ada dan harus dilaksanakan setiap harinya, namun itupun tidak menurunkan semangat dari seluruh anggota pasukan. Semoga semangat ini tetap terjaga dan bagi anggota pasukan XXIII- B/UNIFIL selamat karena telah berhasil menjaga nama RI tetap harum di mata dunia…………….

by Herdin at 18 November 2008, 03:18

Membaca artikel ini.. aku cuma bisa berucap.. “SALUT”. Tugas berat namun bangga menjadi bangsa Indonesia.

Aku pun yang melihat, mendengar dan sekarang membaca artikel ini sungguh-2 bangga dengan Prajurit TNIHIDUP GARUDA

by pakde at 18 November 2008, 05:15

Semakin lama, semakin betah tinggal di Negeri Orang semakin lupa untuk pulang, Ini yang saya rasa sekarang ketika baru 11 bulan di Jambi. Tanggal 2 Desember baru setahun. Ya…meskipun memang dekat tapi lepas dari kampung halaman, lama2 tempat baru jadi seperti kampung sendiri.

Bang, Foto di Gallery keren euy!

by silly at 18 November 2008, 19:30

Saya membayangkan fotonya bakalan bersalju, ternyata tetep gersang juga yah, hehehe… untuk suhu 13 derajat sih sepertinya emang belum ada salju yah, tapi kalo untuk ukuran kita org Indonesia, segitu memang pasti bikin hidung dan seluruh ujung jari pasti kedinginan.

Saya salut dengan cara membalas sapaan “hello” mereka. Sekali2 bagaimana kalau mas bales juga dengan melempari mereka, just to say “hello” in their way… hahaha… kali2 aja mereka akan menganggap mas ini biar bagaimanapun adalah… “tentara-tentara yang MANIS” (hahahaha, maap, becanda)

Selamat bertugas, selamat menjelang setahun ditempatkan disana, semoga tetap semangat sampai diakhir tugas.

Kalo butuh hiburan, jangan panggil badut ancol… jauhhh soalnya, hehehe… I think you should visit my web for your refreshment (pede banget sih :P )

Have a nice day.

by Luigi Pralangga at 19 November 2008, 04:54

Yakin, pasti pengalaman bertugas di Lebanon ini adalah merupakan pembuka mata wawasan setiap prsonil TNI, semoga kesemuanya itu, baik pengalaman suka dan dukanya (jauh dari keluarga dan masakan khas tanah air) bisa menjadikan pijakan kuat bagi peningkatan profesionalisme serta cinta tanah air.

For me, personally – having been all over the place to include Africa, is enough to learn and re-confirm to myself that our country is home and one of the most beautiful place on earth.

:-)

by Erfan Ahmad at 19 November 2008, 06:13

Itulah kenangan … yang pasti tdk akan pernah anda lupakan,pasti banyak hal yg sdh menjadi pembelajaran anda dlm meniti kehidupan ini khususnya selama pengabdian 1 thn di negeri yg semuanya berbeda sangat dgn Indonesia.
sukses selalu mas…….
salam

by DeeAn at 21 November 2008, 03:02

Pertama baca artikel ini, aku bingung ma bahasa radionya, mpe singa, cheetah, bandung, solo juga ikut tenar di artikel ini :)
Tapi makin dibaca ke bawah artikelnya,… Subhanallah… aku salut !
Salut sama bangsa ini, salut sama TNI-nya, salut sama semuanya.

Meski aku belum pernah menapakkan kaki di bumi pohon cedar, namun karena keahlian penulisnya yang mampu merangkai kata-kata sedemikian indahnya, aku bisa merasakan seolah-olah aku berada di sana.

Sekali lagi aku salut saudaraku, teruskan perjuanganmu, semoga Allah memberkati semua perjuangan yang sudah kalian lakukan tanpa mengenal pamrih.

Regards,
DeeAn

by Angiee at 22 November 2008, 22:15

Semangat ini harus terus dipelihara oleh Kontingen Garuda.. Yang dapat mengharumkan nama INDONESIA dimata dunia……
I am very proud of your effort and I hope you get the best of what you deserve….GOOD LUCK!!!!

Regards, Angiee

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

551 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Edwin Habel Major Edwin Habel is currently serving as United Nations’ Military Observer for MONUC – UN Mission in DRC. Born 36 years ago and spent all of his Childhood in City of Makassar as so the school time. Joined Indonesia Military...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Kecil Kecil Cabe Congo
Urusan perut memang ngga bisa dianggap remeh. Awalnya, aku sepele dengan urusan ganjal perut ini. Berbagai saran dari teman – teman di Indonesia dibiarkan berlalu begitu saja. Masuk telinga kiri... »
Nurul Fitri Lubis , 1 hour ago

Observasi Batas Daerah Operasi UNIFIL
Pemahaman tentang batas daerah operasi antar satuan di jajaran UNIFIL ( United Nations Interim Forces in Lebanon ) bukan hanya perlu di mengerti di atas peta, namun harus disertai pemahaman... »
Yogi Nugroho , 5 hours ago

Indobatt juara Turnamen Voli tingkat SECEAST UNIFIL
(Marjayoun, 15/3) Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mengharumkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah komuniti internasional, telah dilakukan dengan berbagai upaya dan kerja keras... »
Yogi Nugroho , 1 day ago

Kursus MS Office Basic untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga: The Power of Motherhood
Awalnya saya sedikit pesimis dengan kemungkinan berhasilnya program kursus MS Office Basic yang kami siapkan khusus untuk ibu-ibu rumah tangga. Bayangkan “ Ibu-ibu rumah tangga gitu looh ” seloroh istri... »
Ro'is Nahrudin , 3 days ago

Indobatt gelar Training of Trainer
Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mencapai suatu keunggulan positif dibandingkan dengan satuan tugas dari kontingen lain, memerlukan inovasi yang kreatif dan berhasil guna bagi lingkungan dimana... »
Yogi Nugroho , 3 days ago

 

Recent Comments

Luigi Pralangga commented on Kecil Kecil Cabe Congo
a few seconds ago


Lili commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Husam commented on Low Numbers, High Impact: Involvement of Women in Peacekeeping Operations
a few seconds ago


Nurul Fitri Lubis commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Didut commented on Impresi gado-gado di Myanmar
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com