Sudah seminggu lewat si kampret ini kembali ke alam (sementara)nya, yaitu negeri si bau kelek ini. Banyak sekali untaian memori selama cuti mudik dikampung kini kembali diputar ulang, apalagi saat akhir pekan seperti saat blog entry ini ditulis, guna mengobati rindu, selalulah ratusan hasil jepretan kemaren ditelisik ulang, membuat dirinya tersenyum sendiri.. meski kemudian selepas itu melirik kanan-kiri, kembali menyadari bahwa dirinya berada jauh puluhan ribu mil jaraknya dengan mereka yang terkasih pada foto-foto itu.
Dulu, saat jaman masih duduk dibangku SMA, saat berkendara dan ditengah asyik ngobrol dengan sohib-sohib itu, saat sebuah lagu mengalun dari saluran radio tengah dipancang, salah seorang sohib yang duduk di kursi belakang kemudian lantang berseru: “Ini lagu gue….!!! Kerasin-kerasin volumenya!”
Lepas lagu itu usai mengalun, kemudian ia berujar kalau pada saat lagu itu sedang ngetop berada ditangga papan atas urutan music popular, ia sedang mesra-mesranya dengan sang pacar… ooh, begitu toh rupanya.
Memang, kenangan indah, atau memori lawas itu acapkali berbentuk layaknya sebuah jangkar yang kuat mengait si empunya diri akan sebuah peristiwa. Sama halnya dengan si kampret ini, selain mengenang foto-foto saat cuti kemaren bersama keluarga, dirinya juga melintas deretan imaji yang mengisahkan cuplikan peristiwa perjalanan saat mendarat di Accra, Ghana.
Melihat beberepa jepretan itu kemudian ia teringat, akan mengapa ia menjepretkan beberapa tembakan dari kameranya itu. Beginilah ceritanya berdasarkan versi sontoloyo:
Hari itu, Selasa pagi, pukul 8:00AM, setelah terbangun pada jam 4:00AM, sulit sekali tidur kembali lepas sholat subuh, diri ini masih jelas mengikuti jam-tidur-bangun ala Jakarta, dimana saat itu (di Jakarta)sudah jam 11: 00AM. Turunlah kita bertiga untuk santap sarapan pagi, Major Dicky Harwin Wijanarko, staff perwira pengamat militer Indonesia yang bertugas perdana di UNMIL, Maria Theresa, rekan sekantor di Liberia yang bertemu sejak penerbangan Dubai – Accra kemaren dan si kampret ini.
Frankie’s Family Restaurant, berada dilantai bawah dari hotel dimana kita tinggal menginap. Layaknya menu sarapan pagi, tersajilah kemudian untuk masing-masing diatas piring putih nan lebar, sebuah croissant, mentega blok, dan seonggok telur ceplok ala omellete tebal sekali dan selebar hampir ukuran sepatu ini.

Restoran dan hotel ini terletak di wilyah OSU – dimana OSU ini adalah salah satu kawasan gaul papan atas bagi turis yang datng ke Accra. Si hotel dan resto ini adalah tempat tujuan langganan, tiap kali si kampret ini singgah untuk transit di Accra, Ibukotanya Ghana atau menginap untuk berlibur singkat, dan selalulah ia duduk di “Window Seat”, karena dari situlah ia bebas melihat pemandangan luar, dari mulai penduduk setempat dan para turis itu melintas dan memungkinkan baginya untuk membidikkan kamera dengan lensa zoom 400mm itu kepada setiap object atau scene yang dirasa unik.

Sudah mulai menanjak tinggi, memancarkan sinar hangatnya, sudut mata ini tergelitik oleh pantulan cahaya silau dari meja seberang.
Disitu duduklah dengan manis, seorang wanita muda – menurut meteran pengukur wanita dibenak ini, ia masuk dalam kategori mahluk halus (maksudnya wanita berparas halus) dibilangan early thirties begitulah. Berbalut kaus oblong putih, dengan kuku panjang khas kuku hias yang temple itu, ramai bergelimang butiran glitter diatasnya.. cukup menambah kacau pandangan ini agar kemudian dipaksa terus memperhatikannya. Ia duduk sendirian dipojok itu..sembari perlahan menyeruput kopinya dan menyantap croissant itu, pelan-pelan.
Entah saya lupa warna gincu yang dikenakannya.. yang jelas saat kedua mata ini melihat efek basah pada kedua bibir itu, seperti menambah rasa asin garam pada kopi yang si kampret ini minum, kok bisa ya?.
Memang, nampaknya si kampret ini agak sulit bergeser arah kordinat pandang selain si nona manis dipojok itu. Kita duduk bersebelahan dengannya, dimana Mas Dicky membelakanginya,dan si Maria Theresa berada disisi kiri. Sang nona manis itu persis arah jarum jam 12 dari hidung si kampret.

Sayangnya ia menggunakan kacamata peneduh gelap sekali, hingga sulit bagi si kampret ini untuk mengetahui kemana arah bola matanya itu tertuju, siapakah yang ia tatap dan seperti apa lentik bulu matanya, mengingat rata-rata kebanyakan wanita cantik di kawasan afrika barat ini, bulu matanya itu panjang dan keriting bak bulu mata anak sapi. Maksudnya cantik gitu lho!..
Maksud hati sih ingin menjepret tampang si Mas Dicky yang sedang sarapan, entah kenapa lensa Macro ini saat dijepret, selalu menajamkan fokusnya pada si Mbak Rihanna ini. Maaf ya, Mas Dicky, wajahmu jadi burem nih..
Kalau dilihat sekilas sih, wajahnya mirip penyanyi kondang R&B: Rihanna dengan lagi ngetopnya “umbrella..ella..ella..elaaaaaah!” itu.. apakah mungkin dia adiknya, sepupunya atau saudara satu nenek buyutnya, wallahualam.

Jelas obrolan santap pagi antara Mas Dicky, Maria Theresa dan si kampret ini berlalu begitu saja.. sementara Mas Dicky masih sibuk kirim SMS dan mengutak-atik ponsel/kartu prabayar Simpatinya. Pasti dia berujar didalam hati: “Kenapa kok saya nggak bisa kirim SMS dari kemaren dengan kartu ini?” – akhirnya diputuskan untuk menelpon sajalah ke kampung halaman – maka singkatnya sibuklah dia bertelepon ria.

Sementara si Maria Theresa masih duduk dengan tampang agak sedikit dongo begitulah, sepertinya pagi hari dengan kadar jetlag yang masih kentara jelas, bukanlah saat yang pas untuk ngobrol seru, iapun terlihat sibuk kirim SMS…halah!

Kembali ke si Rihanna jadi-jadian itu, sepertinya dia memang sarapan sendirian. Sebab dari tadi terllihat santai.

Mengunyah kembali, potongan omellete itu dicampur dengan sajian pemandangan didepan, si omelet ini kemudian rasanya berubah nggak keru-keruan gitu deh. Bukan bermaksud curi-curi pandang, namun setiap kali ngobrol dengan Mas Dicky, si Mbak Rihanna jadi-jadian ini selalu menari-narikan jemari lentiknya di udara, melipat kedua tangannya diatas dimana sikutnya bersandar diatas meja, jelaslah pasti mata ini kemudian tertuju kesana… maka mengalunlah angan ini kemudian.
*******
“Guys, excuse me for just a second.. I think I’ve just seen Rihanna across our table..” – begitulah pamit kemudian si kampret ini meninggalkan Mas Dicky dan si Maria Theresa.
“Uhmm.. hello, this might sound crazy… but I have to say that you are amazingly look alike Rihanna, the R&B Pop singer.. by any chance you are related?”
Dia hanya tersenyum, sembari menatap dimana nggak jelas kemana bola matanya itu mengarah dibalik gelapnya kacamata gaul yang bersanding diwajahnya itu.. seraya membalas: “you may be right.. you want to join me? Grab a chair..”
Entah mengapa tiba-tiba si kamrpet ini pedenya jadi kumat melonjak menjadi dua juta, sampai tiba-tiba langsung bergeser dan ngajak ngobrol si Rihanna Africa itu nggak ada angin-nggak ada hujan.
Ooh.. ternyata dari jarak yang lebih dekat itu terlihat benar sebuah garis belahan dada yang mencuat , akibat bukaan kaos oblong putih yang kelewat rendah banget itu… dimana didalamnya terbungkus ketat benjolan dada yang sepertinya mau tumpah begitu deh.., setaaaan!
Tentu masih ingat adegan konyol pada film “The Mask” yang diperankan Jim Carey, saat ia berada di Klub Cocobongo ketika melihat sang penyanyi dipanggung itu?; Dimana digambarkan : Hatinya dag-dig-dug, kedua matanya loncat keluar dan mulunya menganga dengan kemudian lidahnya menjulur ngacai keluar bak karpet merah yang digelar buka.
Namun adegan itu cukup berbeda dengan si kampret saat itu. Bagi kita yang pernah dan mungkin hobby dengan film sci-fi: Star Wars, nah ada karakter makluk luar angkasa yang namanya: “Jaba the Hutt”? inget? – seekor mahluk luar angkasa entah berbentuk kodok raksasa jelek atau siput sebesar gajah dengan sepasang mata besar dan berlidah panjang.


Coba bayangkan si Jaba the Hutt itu melakukan adegan seperti si Jim Carey’s the mask – matanya melebar dan lidahnya menjulur tumplek diatas meja.. dan lidahnya masuk-masuk kedalam belahan kaos oblong putih itu…. Dan si Rihanna itu hanya kemudian tertawa keras-keras: hahahahahah!!! (Aneh nggak nyambung, khan?).
*******
“Luigi… Luigi..” – sahut si Maria Theresa
“Bang… Bang…” – sahut Mas Dicky
Dibenak ini kok, si Rihanna ini tahu nama si kampret ini dan fasih memanggil dengan sebutan: “Bang.. Bang…!”
Seperti jin aladin yang pamit menghilang meninggalkan kepulan asap itu.. “Kaboom…!!”, akhirnya si kampret ini mendapati dirinya dipanggil-panggil oleh Si Maria Theresa dan Mas Dicky untuk tanda tangan bon tagihan sarapan itu. Ternyata ia masih terduduk dibangku yang sama dengan mereka berdua.
Buru-burulah dijawabnya: “Oh, yes of course… I’ll sign it.. here you go..” sambil menyerahkan si bon tagihan yang udah ditanda tangani itu ke sang Waiter.
Untung…cuman angan-angan, kirain beneran si kampret ini berubah jadi makluk kodok luar angkasa sambil lidahnya menjulur bak lidahnya bunglon masuk kedalam kaosnya si Rihanna itu. Begitu selesai berurusan dengan waiter itu, menyadari kemudian bahwa si Rihanna telah menghilang entah kemana.
Ohya, bundaku… tapi bener kok yang diatas itu hanya ada dibenak aja.. namanya juga cerita sontoloyo. Saya tetep cuman cinta ama kamu, sayangku!. I love you!.
PS: Images of Jaba the Hutt and Rihanna are exclusive copyrights of the respective owner. Images used are for illustrative purposes only.
Hahahahahha… lucu banget ceritanya.
Tapi sepintas lalu emang mirip Rihanna yah :)
hahaha.. bisa foto story begitu karena masih di Accra, coba sudah sampai di Liberia… ceritanya akan berbeda deh… mmmmmhhh ketemu adiknya siapa ya disana ??? hahaha….
Halo….MAs Luigi… Salam kenal…Ini dengan Kapten Agus Supriyono saya dinas di Mabesad di Staf Ops….saya dapat rekomendasi dr Letkol Fadhilah untuk menghubungi Anda…
Saat ini saya sedang persiapan untuk Milobs..pembekalan akan dilaksanakan pada tg 1 s.d 30 April 2009.Kemungkinan keberangkatan akhir tahun..
Mohon bantuan dan informasinya tentang hals yanng berkaitan dengan tugas tersebut…karena sesuai info yang kami terima Anda cukup banyak mengetahui hals yang berkaitan dengan UN.
Mohon maaf sebelumnya apabila kurang berkenan dan terima kasih banyak atas bantuannya.
Euleuh euleuh kade kapelet !!
hua ha ha …. cerita sontoloyo yang enak dibaca 2-3 kali … hiburan buat orang2 yang jauh dari kampung halaman …. oh yah kang Lui … apa masih ada emak2 yang jualan ubi goreng di depan frankies hotel … anaknya manis juga looh … jangan2 dia tuh … he he he
huahaha… syndrom biz mudiiikk tuuh! hehe…
Hmm, harusnya km suruh dia ke Indo, titipin di agency jadiin artis deh.. kan di sini lg trend ikut2 artis luar gitu..
Hmm, tp dia bisa nyanyi beneran gak yaa? :D
Ah si abang…kalau saja benar juga ga apa2 kok, apalagi dengan buah dada yang tumpah meruah…
Lagi menghayal apa memang sedang membayang-kan?
Jauh banget deh ga ada sedikit-pun seperti adenya Rihana atau Rihana penyanyi itu…hehehe :)
LMT
great shot! by the way..
kliatannya foto ‘adek’ Rihanna yang pertama itu, bola matanya lagi hadap kamera deh…
hehe
nice story.
hahaha… selalu saja ada oleh² cerita yang menghibur klo abis cuti :D.
selamat bertugas om :D
BTW mas hapemu sama kek hapeku kekekekeke~
Wow…
Aku kira ….
Tapi diakhir tulisan yang aku suka….
hehe..aya2 wae Kang Luigi. Sangat menghibur ceritanya, apalagi bagi yang lagi nyari sesuap nasi di negeri “bau kelek”
mas cuma mo bilang…..capeeeeeeeeeeeeeeeek deeeeeeh… :(