Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Donasion

Karir disini - memang ada!

20 February 2008, 12:44 , by Donasion

 

Mulai terlibat dengan pekerjaan kemanusiaan berawal setelah terjadinya gempa dahsyat dan tsunami di Propinsi Aceh tanggal 26 Desember 2004 yang lalu, bergabung dengan IFRC ( International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies) kemudian berlanjut kepada British Red Cross Societies.

Sejak saat itu keinginanan untuk menciptakan perubahan sangat kuat sekali, apalagi dengan posisi di British Red Cross pada saat itu dirasa sangat bagus untuk level staff nasional, hal ini berarti saya dinilai mampu/kompeten untuk menerima tanggungjawab yang yang lebih berat, dan telah dibuktikan bahwa saya bisa.

Maka selanjutnya diputuskan dalam hati untuk terus menggeluti bidang karir sebagai pekerja kemanusiaan, dimana akhirnya saya mengerti dan yakin bahwa disana (Bidang Kemanusiaan) juga ada karir, tentunya berguna juga demi menunjang masa depan keluarga.

Pada awal Agustus 2007, sebuah email dari kantor pusat UNV (United Nations volunteer) di Bonn, Jerman, menanyakan apakah saya bersedia untuk ditugaskan di UNMIL, Liberia, dan diberitakan bahwa harus sudah berada di Liberia pada awal September 2007.

Kegembiraan bercampur kebingungan mulai muncul dalam hati karena waktunya sangat sempit sekali, apalagi situasi saat itu masih terikat kontrak dengan British Red Cross, (sampai 31 Desember 2007). Sudah menjadi standard baku bahwa dalam peraturan kepegawaian mengatakan bahwa untuk mengundurkan diri harus dilakukan minimal 1 bulan pemberitahuan dini.

Didorong impian dan semangat menciptakan perubahan karir yang sangat kuat sekali, saya akhirnya memberanikan diri untuk menghadap atasan dan menceritakan semuanya. Dengan izinnya, ia menyetujuinya dengan syarat semua serah-terima (hand-over) pekerjaan dilaksanakan dengan baik.

Meski demikian, pikiran tetap tidak tenang karena merasa dikejar-kejar waktu. Apalagi sudah barang tentu diri ini harus pulang dulu ke Pekanbaru menemui keluarga. Beruntung cuti masih ada 4 hari lagi, jadi bisa meninggalkan Aceh tanggal 28 Agustus 2007. Rupanya keberuntungan tetap ditangan karena email terakhir mengabarkan bahwa keberangkatan dari Jakarta sudah disiapkan tanggal 3 September 2007.

Gundah di hati itu lagi datang, sejuta pertanyaan perihal apa-apa aja ya barang barang yang harus dibawa?. Komukasi dengan Jakarta kemudian mulailah dilakukan, dan berkat dukungan Grace dari UNV/UNDP Jakarta, membantu merncarikan informasi akan seperti apa sih Liberia itu, dan segudang pertanyaan awam ini kepada kawan-kawan staff Indonesia yang mungkin sudah berada/bertugas duluan di Liberia, salah satunya seperti Kang Luigi, Mas Ambar, Mas Hilman dan Bang Benny Nadeak.

Hati mulai tentram karena ada kawan2 yang sudah berada nyemplung di Liberia. Membaca email ucapan selamat datang dari Kang Luigi, hati keluarga pun senang.

Sekali lagi beruntung nich karena ternyata ada satu kawan lagi yang sama-sama mendapatkan penugasan ke UNMIL dan bisa berangkat terbang bersama, yaitu Sdr. Vonny Ferdinandus.

Eng-ing-eeng! – Berangkatlah kami tanggal 3 Sepotember 2007 dengan Thai Airways menuju Bangkok. Lepas mendarat di Bangkok dan berganti pesawat dengan Kenya Airways menuju Nairobi, Kenya.

Memasuki ruang tunggu di Bangkok, suasana Africa udah mulai terasa benar sebab para penumpang disana pada umunya berkulit hitam dengan pakaian berwana-warni gonjreng-tabrak-corak begitu dan ada yang berpakaian bak daster piyama, menurut pandangan saya sih!

Selain pakaian ala penyanyi Rama Aiphama itu, ciri khas afrika lainya adalah Bau-bau (baca: Bau Badan sengit!) tidak enakpun udah mulai tercium mengangkasa keseluruh penjuru ruang tunggu itu.

Keberuntungan selanjutnya lagi terjadi, karena kami harus nginap di Nairobi satu malam, sorenya kami bisa ikut city tour dan mengunjuni Safari Walk. Esok harinya kami melanjutkan penerbangan ke Monrovia, Liberia melalui Accra, Ghana, terbang dengan Kenya Airways hanya dengan pesawat yang lebih kecil.

Sorenya kami sampai di Roberts Internasional Airport, Monrovia. Mendengar namanya terbayanglah imajinasi bangunan airport-airport internasional lainnya, minimal sebandinglah dengan Polonia Airport Medan, kalau tidak MIA (Minang International Airport) Padang.

Terdengar diumumkan bahwa sebentar lagi kita akan mendarat di Roberts International Airport. “Wah akhirnya kita sampai juga di Liberia ya Mas”, kata Vonny.

Begitu melihat dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri, saya hanya bias berguman keheranan – “ini Bandara Internasional atau Stasiun Kereta Api mirip di kampung saya di Solok, Sumbar tahun 1970 an?.”

Seperti komunikasi sebelumnya, kami dijemput oleh Kang Luigi dengan kata sambutan pertama “ Selamat datang di negeri bau Kelek”.

Sepanjang perjananan dari Bandara ke tempat tinggal Kang Luigi mulailah nampak sisa-sisa perang sipil, gedung gedung tanpa atap, tiang tiang listrik tanpa kabel,, bolong bolong karena peluru, kendaraan taxi-taxi kuning dengan muatan 6 orang, bagasi belakang penuh barang sampai keluar, jalan jalan berlubang.

Malamnya berkumpulah semua Staff asal Indonesia dirumah Kang Luigi kecuali Bang Beny berhalangan karena masih bertugas di Sector.

Sejak saat itu semakin banyaklah yang dialami di Liberia mulai dari bahasa Inggris ala Liberia yang kata mereka Special English yang kadang kadang beda sekali dengan bahasa Inggris standard, seperti Wa ye ni? (What’s your Name)?. Ha di badi (How’s your body? – How’re you). Awantu pipi (I want to pee). Yu-ea ma-fu (You eat my food).

Hambatan komunikasi setempat ini terlukiskan melalui kejadian, suatu hari – salah satu staff national kita di kantor hendak pergi meninggalkan ruangan, saya tanyakan “Where are you going?”. Dia jawab “Akaming”. Terus dia pergi meninggalkan saya, saya bingung dan bertanya dalam hati “apa maksudnya” Tak berapa lama dia kembali. Akhirnya saya tahu bahwa “I am coming” artinya “saya akan kembali”.

Sejak tanggal 10 Oktober 2007, saya ditugaskan ke Sector IVB – Harper, Maryland County, dekat perbatasan Liberia dengan Pantai Gading ( Ivory Coast). Disini suasana lebih sepi, hanya satu satu kendaraan roda empat disini. Yang nampak hanya kendaraan UN dan UN Agencies dan beberapa kendaraan NGO asing.

Dulu katanya Maryland County ini terpisah dari Liberia. Maryland County dianggap oleh American Liberian sebagai Maryland State in Africa (salah satu negara bagian Amerika di Africa.)

Akhirnya dengan tidak terasa saya sudah berada di Liberia selama 4 bulan, karena keinginan kuat untuk menciptakan perubahan diri demi masa depan keluarga, Demi Nanda, Nindy, Fadhly (Iboy) Iqbal dan Mamanya (Lili Suryani).

Keinginan untuk menemui mereka mulai mengebu-gebu. Syukurlah keberuntungan itu tetap ada dan para “kampret “ (istilah Kang Luigi) Liberia akan pulang basamo (istilah orang Padang untuk pulang mudik bersama, merupakan tradisi orang Padang di perantauan) pada tanggal 20 January 2008 yang baru lalu – kita bertiga, yaitu Kang Luigi dan Vonny.

Donasion Donasion Having to conclude his initial assignment with the International Federation of Red Cross – IFRC, then successfully completed another at the British Red Cross during the Tsunami post-disaster rehabilitation in Aceh Province, Donasion further engaged into new challenges in the...

Detail Profile »

5  Comments

by Luigi Pralangga at 20 February 2008, 12:51

Dear Mas Donasion,

Semoga pergerakan karirnya kedepan senantiasa memberi berkah buat semuanya. Kiprah dan sumbangsih kita sbg peacekeepers tentunya memberikan kontribusi positif terhadap proses perdamaian Liberia. Suatu saat kitabisa cerita pada anak-cucu kita bahwa, seiring Liberia maju pesat dan makmur – adalah juga merupakan sumbangan kita. :-)

Keep up the great work! Tetep semangat yah.. Liburan besok kapan terbang ke Monrovia? :D

by et at 20 February 2008, 22:12

Hi bang Donasion,

Mudah2an abang sukses dan tercapai akan cita2 abang, membahagiakan anak istri. Mencari rejeki itu ibadah. Mudah2an saya juga bisa mengejar cita2 u berkelana dan beribadah ke negeri orang seperti abang.

Walaupun bau ketek, kalo aku sih ga peduli. Sing penting iso mwujudkan impianku …. he.. he…

Bravo untuk semua para ‘peacekeeper!’

Mohon doa restu suatu saat aku juga bisa menyusul kalian … i wish !!

by Puguh Pamungkas at 21 February 2008, 01:50

selamat bertugas mas, mengemban misi yang sangat mulia ya mas dan semoga selalu dilindungi oleh Nya,,,,,,,

by Oke Hastiawan at 22 February 2008, 11:01

well dulu juga pas tahun 2004 ikut jd volunteer pas ke ACEH, tp krn mesti sidang sarjana jdnya pulang, eh dah lulus dah lupa lagi,,,jd kebayang kerja d perusahaan asing

by Advokat Listiana at 26 February 2008, 22:11

hebat….. selamat bertugas

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

548 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Artesia IRAWAN Artesia IRAWAN Her world began to change once she took further on her endeavor. From the hometown of Bogor and moved on from previous career in Garuda Indonesian Airways, the company she had spent 3 years with as a cabin crew....

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Indobatt juara Turnamen Voli tingkat SECEAST UNIFIL
(Marjayoun, 15/3) Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mengharumkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah komuniti internasional, telah dilakukan dengan berbagai upaya dan kerja keras... »
Yogi Nugroho , 6 hours ago

Kursus MS Office Basic untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga: The Power of Motherhood
Awalnya saya sedikit pesimis dengan kemungkinan berhasilnya program kursus MS Office Basic yang kami siapkan khusus untuk ibu-ibu rumah tangga. Bayangkan “ Ibu-ibu rumah tangga gitu looh ” seloroh istri... »
Ro'is Nahrudin , 2 days ago

Indobatt gelar Training of Trainer
Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mencapai suatu keunggulan positif dibandingkan dengan satuan tugas dari kontingen lain, memerlukan inovasi yang kreatif dan berhasil guna bagi lingkungan dimana... »
Yogi Nugroho , 2 days ago

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 3 days ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 3 days ago

 

Recent Comments

Nurul Fitri Lubis commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Didut commented on Impresi gado-gado di Myanmar
a few seconds ago


Didut commented on Menu makanan [pengungsi] hari ini
a few seconds ago


Didut commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Didut commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com