Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Muhammad IRAWADI

Indonesia Turut Serta Latihan SHANTI DOOT-2 di Bangladesh

6 April 2008, 22:52 , by Muhammad IRAWADI

 

Pembukaan latihan dalam rangka Pemeliharaan Perdamaian digelar di Bangladesh tanggal 6 April 2008 dengan nama Shanti Doot-2. Latihan tersebut dibuka oleh Kepala staf Angkatan Udara tentara Banglesh Marsekal Madya Zia Rahman. Pembukaan berlangsung di Bangladesh Institute of Peace Support Operation Traning (BIPSOT), sebuah lembaga yang khusus menangani misi perdamaian.

Kegiatan yang melibatkan 16 negara yang berada di jajaran Asia Pasifik merupakan latihan kerjasama untuk meningkatkan kemampuan personel dari masing-masing negara. Indonesia mengirim personelnya untuk mengikuti latihan Command Post Exercise (CPX/Geladi Posko) dan Field Traning Exercise (FTX/Geladi Lapangan). Khusus untuk yang mengikuti latihan CPX, TNI terdiri dari 8 orang Perwira menegah. Sedangkan untuk FTX adalah sejumlah 32 orang yang terdiri dari Perwira pertama, bintara dan tamtama. Materi latihan tersebut adalah sesuai permasalahan yang dihadapi dalam penugasan Peace Keeping Operation.

Selain itu setiap negara peserta mengirimkan perwiranya sebagai pengamat (obsever). TNI diwakili oleh Kepala Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaan (PMPP) Brigjen Zahari Siregar dan Kolonel J.Tobing. Kunjungan kedua perwakilan tersebut selain mewakili Panglima TNI juga untuk meninjau kegiatan tersebut secara langsung juga terkait dengan rencana Indonesia akan menjadi tuan rumah latihan yang sama pada tahun 2009.

Dengan meningkatnya peran serta Indonesia menjadi pasukan pemeliharaan perdamaian, kesempatan latihan tersebut tentunya sangat bermanfaat. Indonesia telah beberapa kali mengikuti latihan latihan sejenis, seperti di Thailand, Mongolia dan Bangladesh. Letkol B.Irwanto yang mengikuti latihan CPX mengungkapkan bahwa kegitan latihan tersebut membuat pemahamannya akan tugas misi pemeliharaan dunia semakin baik. Irwanto yang pernah mengemban misi Military Observer di Georgia tahun 2003 menambahkan bahwa kesempatan untuk sharing mengetahuan sangat besar. Hal ini karena interaksi antar personel militer yang memiliki pengalaman selama tugas PBB, dapat saling melengkapi dalam memecahkan persoalan selama latihan tersebut.

Selesai upacara pembukaan dilanjutkan defile dari kontingen negara yang mengikuti latihan dan demontrasi terjun payung oleh satuan Linud Bangladesh. Personel terjun payung tersebut membawa bendera dari masing-masing negara yang mengikuti latihan tersebut. Pasukan payung Bangladesh belajar terjunnya di Indonesia, hal ini disampaikan oleh Kolonel Humayun Khaled. Dia salah seorah perwira Bangladesh yang sekolah terjun di Batu Jajar pada tahun 1985. Namun saat ini Bangladesh telah memiliki sekolah terjun sendiri, sehingga tidak mengirim personelnya keluar negri, ujar Khaled. Selesai demontrasi terjun payung, para peserta latihan di ajak berkeliling melihat Instintut Peace Keeping Bangladesh dan juga dijelaskan keberadaan pusat latihan tersebut.

Saat ini Bangladesh merupakan negara nomor satu didunia yang terbanyak mengirim pasukannya di misi PBB. Sehingga untuk menunjukan dedikasi tersebut negara ini mencurahkan perhatiannya di bidang pemeliharaan perdamaian hingga mendirikan lembaga pendidikan bertaraf internasional tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Brigjen Syahrul kepala Institut Peace Keeping Bangladesh.

Muhammad IRAWADI Muhammad Irawadi Let Col. Muhammad Irawadi, has been supporting the Indonesian Battalion named as Kontingen Garuda/KONGA XXIII-A at United Nations Interim force in Lebanon (UNIFIL) since its deployment in early December 2006. Armed with hands-on experience during his first assignment as...

Detail Profile »

4  Comments

by wijaya at 7 April 2008, 00:41

horeeeee yang pertama nih kasi komennya!
Buat Indonesia maju terus!

by Luigi Pralangga at 7 April 2008, 08:51

Semoga partisipasi TNI dalam forum ini bisa menjadi acuan-jitu untuk pengembangan kompetensi kita di forum multi-lateral seperti UN peacekeeping ini.. kapan kiranya TNI punya Peacekeeping Center di Indonesia? – Masak ketinggalan kereta terus nih? :)

by Sandy Latief at 8 April 2008, 05:30

Semoga TNI kita juga mampu untuk berperan dalam UN mission sebanyak Our Brother in Arms – Bangladesh Armed Forces.
Sangat positif apabila kita rutin meng updates pengetahuan TNI kita dengan model seperti misalnya selevel latihan ini.
Sukses buat rekan2 TNI yang mendapat kesempatan dalam latihan ini dan buat rekan2 lainnya yang belum semoga mendapatkannya di kesempatan mendatang.

Sandy Latief
Marinir TNI AL HQ
Kwitang
Jakpus

by Wijaya at 13 April 2008, 00:44

Peace Keeping Center itu kayak apa ya Kang? kalau di Indonesia bukan ketinggalan kereta Kang (masalahnya banyak fasilitas perkeretaan Indonesia kacau-balau; based on the newspapers) Mungkin maksud Kang Luigi; ketenggalan Busway? he..he….

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

549 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Deden LUKMAN Graduated from the Air Force Academy in 1996. Initial service within the IAF begun Central Command Comms in Abdurrahman Sallah Air Force Base, Malang – Eastern Java. Following another assignment at Hassanudin Air Force Base, Makassar for 2,5 years. His...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

In memoriam: Boas Woisiri
Bebarapa waktu yang lalu Polri kehilangan seorang pahlawannya Brigadir Boas Wosiri dalam peristiwa penyerangan teroris di Aceh Besar. Banyak kenangan yang saya dapat dengan Boas, Ia adalah seorang anak buah... »
Reinhard HUTAGAOL , 3 hours ago

Kecil Kecil Cabe Congo
Urusan perut memang ngga bisa dianggap remeh. Awalnya, aku sepele dengan urusan ganjal perut ini. Berbagai saran dari teman – teman di Indonesia dibiarkan berlalu begitu saja. Masuk telinga kiri... »
Nurul Fitri Lubis , 1 day ago

Observasi Batas Daerah Operasi UNIFIL
Pemahaman tentang batas daerah operasi antar satuan di jajaran UNIFIL ( United Nations Interim Forces in Lebanon ) bukan hanya perlu di mengerti di atas peta, namun harus disertai pemahaman... »
Yogi Nugroho , 2 days ago

Indobatt juara Turnamen Voli tingkat SECEAST UNIFIL
(Marjayoun, 15/3) Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mengharumkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah komuniti internasional, telah dilakukan dengan berbagai upaya dan kerja keras... »
Yogi Nugroho , 3 days ago

Kursus MS Office Basic untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga: The Power of Motherhood
Awalnya saya sedikit pesimis dengan kemungkinan berhasilnya program kursus MS Office Basic yang kami siapkan khusus untuk ibu-ibu rumah tangga. Bayangkan “ Ibu-ibu rumah tangga gitu looh ” seloroh istri... »
Ro'is Nahrudin , 4 days ago

 

Recent Comments

Nurul Fitri Lubis commented on Kecil Kecil Cabe Congo
a few seconds ago


Arny commented on Kecil Kecil Cabe Congo
a few seconds ago


Luigi Pralangga commented on Kecil Kecil Cabe Congo
a few seconds ago


Lili commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Husam commented on Low Numbers, High Impact: Involvement of Women in Peacekeeping Operations
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com