Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Indonesia: Pemimpin pada misi perdamaian PBB di Somalia

20 May 2009, 04:59 , by Luigi Pralangga

 

Seperti kita bisa baca dari artikel yang tampil di halaman web Reuters UK , bahwa Indonesia diberi kesempatan untuk memimpin misi pemulihan perdamaian PBB di Somalia.

Ingin tahu tentang sejarah Somalia, silahkan tengok disini

Sejak beberapa minggu silam, Ibu Kota Somalia – Mogadishu terus diguncang dnegan serangan roket mortir dan gempuran semapan mesin, seiring dengan gerombolan pemberontak yang terngah berupaya menggulingkan pemerintahan presiden Sheikh Sharif Ahmed. Sekitar 113 penduduk sipil telah menjadi korban dan ribuan lain-nya telah mengunsi.

Antara Somalia, dan dua daerah penugasan misi PBB dimana kontingen Garuda bertugas saatini, yaitu: Lebanon dan DR Kongo, seperti kata pepatah, “lain ladang, lain belalang“.

Somalia adalah bukan penugasan enteng sama sekali. Saya yakin sekali bahwa secara internal Indonesia (Baca:TNI) akan dan harus sangat berhati-hati dalam memutuskan untuk mengirim pasukan Satgas ke sebuah misi. Banyak hal yang menjadi pertimbangan, seperti: perlengkapan, alut sista, dan lain sebagainya serta pasti bahwa keputusan deployment sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Misi PBB di Somalia bukanlah misi perdana, UNOSOM-I (United Nations Operations in Somalia) part. 1 digelar pada April 1992 – March 1993 untuk mengawasi/memonitor gencatan senjata di Mogadishu dan menyediakan pengamanan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan ke berbagai lokasi pusat pembagian bantuan di Mogadishu. Mandat misi PBB tersebut bersamaan dengan kekuatan personilnya diperbesar guna mendukung pengiriman dan pengamanan kiriman bantuan ke seluruh wilayah di Somalia.

Situasi yang terus memburuk, mengarah kepada pembentukan misi PBb di Somalia dengan mandat yang baru dan diperkuat. Mandat misi UNOSOM-II, meliputi luas seluruh wilayah territorial Somalia, dengan mandat militer yang emban adalah:

(a) Pengawasan terhadap faksi-faksi yang bertikai agar terus mematuhi penghentian tindak kekerasan dan kesepakatan lainnya;

(b) Pencegahan bergulirnya kekerasan dan bilamana diperlukan menindak faksi-faksi yang melanggar atau mengancam stabilitas dan integritas gencatan senjata dan tindak kekerasan;

© Mandat dan tugas lain-nya bisa ditengok pada link URL ini .

Dari beberapa dokumentasi mainstream media, berikut adalah gambaran konflik yang terjadi di Somalia dan pertikaian di beberapa daerah, belum lagi perihal perompak di wilayah laut perairan teluk Aden yang telah membajak puluhan kapal cargo commercial.

———————————-
Dalam upaya PBB membantu menegakkan stabilitas keamanan baik di Somalia dan di wilayah regional “horn of africa” ini – telah dibentuk misi Pemulihan perdamaian hybrid bersama dengan AU (African Union) dengan nama misi AMISOM (African Union/United Nations Mission in Somalia), yang saat ini mempunyai Support Base di 3 (tiga) lokasi, yaitu Addis Ababa (Ethiopia), Nairobi (Kenya) dan Entebe (Uganda), tengah giat merencanakan full-deployment. Saat ini hanya ada beberapa kontingen Peacekeepers dari AU (Uganda, Ethiopia dan Burundi) yang berjaga-jaga diperbatasan, di Mogadishu dan di beberapa daerah lainnya.

Secara pribadi, saya sangat menyetujui dan mendukung agar Indonesia melalui kontingen Garuda-nya, menjadi leader/pemimpin dalam suatu misi penugasan PBB. Selain ini adalah sebuah wahana pemberdayaan personil dalam meningkatkan kapabilitasnya, selain itu lini interaksi dengan pasukan kontingen lain dan tugas perdamaian akan memperkaya khazanah profesinalisme personel militer kita.

Serta pemahaman bahwa peacekeeping dimasa datang adalah memang multi-dimensional ruwet urusan-nya serta penanganan-nya, namun demikian, bolehlah saya berujar baahwa penugasan satgas Kontingen Garuda dibawah naungan PBB adalah “a real opportunity, indeed“.

Sudah banyak sumberdaya personil TNI dengan pengalaman teknis dan keandalan mereka baik di dalam negeri dan mereka yang sebelumnya pernah menjadi wakil TNI pada misi peacekeeping PBB lampau . Bila ditanyakan apakah mampu, yakin kita mampu.

Dari beberapa sambung-silaturahim saya kepada rekan-rekan perwira dan kesan para staff sipil PBB yang pernah berada dalam satu penugasan dimana kontingen Garuda berada, selalu mendengar pujian dan acungan jempol.

Banyak officials/pejabat di markas besar PBB yang mengakui keberhasilan Indonesia di Lebanon sehingga mengharapkan untuk pasukan Indonesia agar segera berpartisipasi di sana (baca: Somalia). Tentunya, bahasan secara terkoordinir dan lintas sektoral sangat dibutuhan oleh Indonesia (TNI) sebagai bagian utama yang akan dikirim.

Dukungan anggaran dari pemerintah, dalam hal ini Menkeu dan diplomasi dari Deplu sebagai patner untuk merencanakan penugasan multilateral TNI menjadi faktor utama penentu keberhasilan pengiriman pasukan/kontingen Garuda.

Mari kita bersama mendukung sambutan baik ini, sebagai anggota masyarakat, kita juga punya tanggung jawab bersama untuk senantiasa menjadi warga yang supportive dan bertanggung jawab atas stabilitas perdamaian dunia, seperti halnya stabilitas di tanah air.

Silahkan berbagi tanggapannya, apa saja yang perlu dipersiapkan bilamana permintaan PBB untuk Somalia ini memang akhirnya akan ditunaikan dan apa kira-kira yang menjadi tantangan terbesar kita disana?

Salam hangat dari afrika barat.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

45  Comments

by kus at 20 May 2009, 06:37

kita bisa!!!

TNI pernah memimpin di Bosnia , dan punya track record yang luar biasa dalam setiap misi.

saya yakin bisa!

by esti at 20 May 2009, 11:23

I am sure we can do it.
Pemerintah dan DPR saya rasa juga akan mendukung hal tersebut mengingat hal ini juga dapat menaikkan harga diri bangsa Indonesia di mata internasional. Saya sebagai masyarakat awam tentu tidak mengetahui secara persis apa yang harus dipersiapkan untuk merespons permintaan PBB ini. Yang pasti, tentu saja harus bercermin dan meninjau ulang dalam hal ini mencontoh dan menambah hal-hal baik yang menjadi prestasi Kontingen Garuda yang lalu.
Saya sebagai seorang wanita(mungkin sama dengan banyak isteri2 dan ibu2 para anggota pasukan PBB kita, hanya bisa bertafakur dan bersujud, menangkupkan kedua tangan di depan dada, menengadah dan khusyuk berdoa agar kalian, para pejuang kami, selamat tak kurang suatu apa hingga kembali ke dalam rengkuhan kami. Amien..

by martha artharini at 20 May 2009, 11:26

asssiikk…bakal dpt tmen di somaliaaa…

by Saud Tamba tua at 20 May 2009, 12:39

Kawan..kalau soal kemampuan / leadership mungkin tidak perlu disangsikan lagi..bdsk pengalaman kalau mengirim pimpinan aplg setingkat FC / Force Commander mesti banyak pernak-pernik nya yg hrs disiapkan oleh negara ( national support )dan utk itu membutuhkan anggaran yg ckp besar ( kalau Bosnia dulu CMO / chief military observer ), itu baru satu sisi..belum lagi pertimbangan Kamdagri, jgn sampai kita jadi Nepal ke 2, aktif kirim psk keseluruh misi PBB , tp begitu komunis msk …tentaranya nggak mampu berbuat, kan ironi ( pure military ability and skill will decrease)…nah kalau ke 2 unsur itu terpenuhi, kayaknya sih oc 2 aja, so..we have to face it wisely , he…salam dr Lebanon.Bravo , Garuda !!!!

by juniarso at 20 May 2009, 13:47

harus mau dan harus bisa !, kalo ga berarti menghianati sumpah dalam pembukaan UUD45…, tipikal konflik gerilya non-linear di somalia harus ditengahi oleh kekuatan non-konvensional…:
1. show of force dgn pencitraan sbg task force yg disegani & kharismatik.
2. lakukan operasi diplomasi-intelejen dgn target leader faksi-2 bertikai dan supporter-nya.
3. harcurkan dgn cepat&keras faksi-2 kriminal untuk jadi contoh/shock therapy, tangkap leadernya, dan putuskan hub. psikologis dgn loyalisnya di lapangan.
4. siapkan roadmap sebagai target jalan keluar konflik secara geopolitik & ekonomi, libatkan negara-2 berpengaruh di sekitar dan kekuatan-2 ekstra ( spt: alqaeda, Salafy, Ikh. Muslimin, PK-RRC, dll ).
5. selama operasi, gunakan alutsista standar yg sejenis dipakai oleh faksi-2 bertikai.

by -GoenRock- at 20 May 2009, 14:28

Saya yakin Kontingen Garuda mampu untuk mengemban misi ini! Saya bangga kalian terpilih untuk ditugaskan di garis depan

by dody muhtar taufik at 20 May 2009, 14:33

Melihat, menimbang dan memperhatikan pengalaman serta sumber daya manusia yang dimiliki TNI. pada dasarnya tidak ada keraguan sama sekali bagi TNI untuk dapat berpartisipasi dalam memimpin pasukan perdamaian di Somalia. hanya pertimbangan-pertimbangan yang bersifat teknislah seperti Alutsista dan anggaran yang memang harus di perhitungkan secara cermat, agar pengiriman pasukan perdamaian tersebut dapat berhasil dan berdaya guna untuk kepentingan perdamaian di Somalia pada khususnya serta keharuman nama citra bangsa Indonesia di kancah perdamaian Dunia.

Akan tetapi pada dasarnya pengeluaran anggaran serta keterbatasan alutsista masih dapat disiasati, karena anggaran yang dikeluarkan pemerintah Indonesia nantinya akan diganti oleh PBB melalui sistem “Reimbursement” yang dapat kita lihat dan pelajari dengan cermat dalam “COE Manual” yang dikeluarkan oleh PBB.
Bukan hal yang tidak mungkin pengiriman pasukan tersebut malah akan menjadi income tersendiri bagi pemerintah Indonesia nantinya dilihat dari kacamata ekonomi. karena ibarat dagang perlu modal awal, maka itulah yang diperlukan oleh pemerintah Indonesia, yaitu anggaran awal / dana talangan untuk pendanaan pengiriman pasukan perdamaian yang nantinya baru akan didapatkan hasilnya “Benefit/ keuntungan” setelah sekian lama berjalan.

Kita juga sama-sama ketahui bahwa PT.Pindad sudah dapat memproduksi kendaraan Panser sebagai Perlengkapan Utama yang dapat digunakan untuk keperluan operasional pasukan perdamaian.
informasi yang kita ketahui pula bahwa pembuatan Panser tersebut telah dapat memangkas 40% dana yang diperlukan untuk membeli panser baru yang sejenis dari negara lain. sehingga dapat sedikit meringankan dana talangan awal yang harus di siapkan oleh pemerintah, sekaligus sebagai bahan uji coba langsung bagi TNI sebagai konsumen serta PT.Pindad sebagai produsen yg menjadi bagian dari “research and development” terhadap produk yang dibuatnya.

Pemerintah dan TNI seyogyanya dapat mempelajari secara lebih cermat peluang-peluang dan kendala-kendala yang dihadapi, sehingga dapat dicari solusi alternatif yang terbaik agar kesempatan yang sangat baik ini dapat dimanfaatkan demi keharuman bangsa Indonesia di percaturan dunia. karena bila TNI berhasil dalam memimpin pasukan perdamaian di somalia maka Bangsa Indonesia dapat menunjukan dirinya pada dunia sebagai bangsa yang besar yang harus diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Hal ini juga merupakan kontribusi positif bagi kepentingan pertahanan bangsa kita dimana efek tangkal “deterent effect” dapat diperoleh ari kegiatan tersebut yang merupakan bagian dari konsep pertahanan bangsa Indonesia.

keuntungan yang didapat dari pengiriman pasukan perdamaian di Somalia :
1) Dilihat dari kacamata ekonomi keuntungan akan dapat didapat setelah pengiriman pasukan perdamaian sekian lama berjalan apabila diperhitungkan secara cermat.
2) dilihat dari kacamata research and development serta optimalisasi pemanfaatan Perusahaan dalam negeri yang bersifat strategis dapat dilaksanakan.
3) Deterent effect akan dapat dicapai guna kepentingan pertahanan
4) Dapat mendukung kepentingan loby/ diplomasi Indonesia di dunia Internasional

kesimpulannya, “kenapa tidak…!!!” kita bisa dan pasti bisa. karena terlalu besar keuntungan yang dapat kita peroleh bila kita dapat memanfaatkan kesempatan ini.

Terimaksih, semoga dapat menjadi sumbangsih pemikiran dan masukan yang baik demi kemajuan bangsa Indonesia pada umumnya dan TNI pada khususnya.

Bravo TNI Anytime & Anywhere…..!!!!!

by Arief T Nur Gomo at 20 May 2009, 15:53

no more people die in war. I am just concerned about our soldiers family that left behind while the soldiers are facing big dangerous in battle field.

tapi kalo PBB minta bantuan ke Indonesia.. ya harus dong… kan Indonesia juga menganut politik bebas aktif (pelajaran SD gitu loh). hihihihi.

but menurut gue, kirim aja orang2x DPR yg suka korupsi, mikirin kursi mulu, nggk mentingin rakyat (tapi kalo ngk ada mereka… nanti nggk rame dong siaran berita ama TV gosip kita)….

by Kurniawan Syarifuddin at 20 May 2009, 16:19

Dear all,

Merupakan suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia ketika mendapat tawaran untuk kembali memimpin suatu operasi perdamaian dunia yang diselenggarakan oleh PBB, setelah keberhasilan yang telah ditunjukkan pada saat operasi yang sama di Kamboja ataupun Gurun Sinai. Terlebih lagi, penunjukan ini didasari oleh keberhasilan dalam ke ikut sertaanya dalam berbagai operasi perdamaian dunia lainnya, dimana Indonesia, dalam hal ini Kontingen Garuda, ikut serta di dalamnya, antara lain di Rep. Demokratik Kongo dan juga Lebanon.

Kemampuan dan Profesionalisme para Prajurit Kontingen Garuda tidak perlu diragukan lagi dalam mengemban tugas ikut serta memelihara perdamaian dunia, seperti yang telah diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Sehingga kesempatan dan kehormatan tersebut secara yakin akan juga mampu dilaksanakan, secara bahu membahu dengan berbagai negara lainnya yang akan ikut serta menyumbangkan tentaranya untuk ikut serta dalam misi tersebut.

Akan tetapi, sejak Indonesia nantinya memimpin Operasi tersebut, bukan saja para prajurit yang berperan serta secara aktif, akan tetapi seharusnya didukung oleh seluruh unsur lapisan masyarakat, dari mulai masyarakat awam sampai dengan unsur pimpinan negara, mulai dari TNI sampai dengan kaum politisi dan para Diplomat. Semuanya harus ikut serta mendukung keberhasilan pelaksanaan operasi tersebut. Sehingga tidak saja para prajurit TNI yang nantinya akan tergabung dalam Kontingen Garuda yang siap, akan tetapi juga unsur masyarakat lainnya.

Misi ini akan menjadi misi yang teramat sulit, tapi masih mungkin dijalankan, terlebih dengan masih belum terciptanya kondisi yang kondusif untuk mendamaikan semua pihak yang terlibat dalam kerusuhan di Somalia. Hasil pembelajaran dari kegagalan pengiriman misi perdamaian sebelumnya ke Somalia (UNOSOM I dan UNOSOM II) harus dijadikan pegangan dan pedoman sehingga kegagalan yang sama tidak akan terjadi lagi.

Kemungkinan tugas yang akan diemban oleh operasi perdamaian ini adalah berada dalam lingkup Chapter VII piagam PBB, mengenai penegakan perdamaian (Peace Enforcement) sehingga tidak akan sama dengan misi perdamaian lainnya yang berada didalam lingkup Chapter VI piagam PBB yang merupakan pemeliharaan perdamaian (Peace Keeping). Kesiapan dalam perlengkapan prajurit TNI dan kemampuan pendanaan tentunya akan dituntut lebih dari sebelumnya, sehingga peran serta dari Pemerintah dan DPR harus sinergi dalam memberikan segala dukungan yang diperlukan dalam rangka pemberangkatn misi ini.

Ini merupakan kesempatan emas, yang mungkin tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya. Kesediaan pemerintah Indonesia dan juga kepercayaan yang telah diberikan oleh PBB harus benar-benar di seriusi oleh seluruh lapisan masyarakat. Pasti bisa dan harus bisa, demi nama bangsa dan negara yang tercinta, Indonesia.

GARUDA !!!

by Rita Priastini Amrita at 20 May 2009, 19:08

Setuju aja..toh slama ini pasukan perdamaian dari indonesia selalu bisa bertugas secara profesional dan selalu menorehkan nama baik.. yang perlu diperhatikan adalah apakah medan di Somalia sama dengan di Conggo…semua nya tentu perlu strategi matang agar pasukan kita benar2 bisa bertugas dengan baik.

Salam.

by Mario at 20 May 2009, 19:17

Ngasih pendapat apa yaaa..simple2 aja deh…:
1.Ok2 saja sih klo Indoensia turut serta dalam AMISOM…itu sesuai dengan UUD 1945.
2.yaaa DPR dan Pemerintah harus menyetujuinya…tp hal ini tidak mengurangi pertahanan dalam negeri.
3.well,Indonesia pasti bisa…tp tlglah jangan perlatan di luar aja yg canggih dlm negeri jugalah..anggaran pemerintah untuk ALUTISTA jangan di pangkas…kesejateraan anggota TNI & keluarga haruslah di perhatikan…okey.

Thanx…Jaya selalu TNI

by Danie at 20 May 2009, 19:19

Kang, Insya Allah TNI mampu menjalankan tugas perdamaian, dan membuat Somalia jadi damai, aman, kata pak Jusuf Kalla tadi malam di TVOne, kita bisa koq, banyak yang pintar dan mampu melakukan amanah, Amiin.

by pipin arfina hanisthan at 20 May 2009, 20:28

Saya sebagai WNI akan sangat bangga sekali bila Indonesia mampu menjalankan amanah ini. Bila kita berjuang dengan niatan tulus ikhlas dan disertai do’a Insya Allah semua akan berjalan dengan baik. Allah SWT akan selalu melindungi ummatNya jika semuanya memohon perlindunganNya.
Pemerintah Indonesia dalam hal ini DPR harusnya bisa mengkalkulasi risknya termasuk anggaran dll.

Saya dan tentunya bangsa Indonesia ini akan sangat bangga…

by tanty nuraeni at 20 May 2009, 20:55

say sangat setuju selain keamanan dalam negeri kita sebagai warga dunia wajib membantu negara lain (somalia) agar tercipta keamanan dunia. Saya yakin indonesia mampu menjadi pemimpin dalam misi ini berjuang trus cayoooooooooooooooooo

by Falva at 20 May 2009, 21:04

—-mendapat kepercayaan, bukanlah hal yang main main, otomatis kepercayaan itu di berikan, karena PBB, melihat kinerja INDONESIA, DALAM UPAYANYA TURUT MEMBANTU TERCIPTANYA PERDAMAIAN DUNIA.jika kepercayaan itu diberikan kepada kita.. maka ini adalah “AMANAH” amanah yang sangat besar….. amanah untuk berupaya, sekuat tenaga, melaksanakan tugas yang di berikan tersebut dengan sebaik mungkin

Dan saya sangat mendukung, bercermin , pada penugasan penugasan yang pernah juga di amanat kan sebelumnya, kepada kontingen Indonesia.

tidak ada kata tidak bisa, yang ada, ini adalah tugas kemanusiaan, dan saya di percayakan untuk berada di gariss depan. “saya pasti bisa”

dan kami akan mendukung, dan mendoakan, agar “AMANAH” yang diberikan tersebut, dapat di pegang dengan sebaik baik nya, dan dalam pelaksanaan nya pun berjalan dengan baik..

doa dan semangat
baik untuk kontingen Indonesia, yang terjun langsung di sana, pihak pihak terkait, dan kami, semua , yang setiap waktu, walau dari jarak yang cukup jauh, tidak bisa bertemu muka, namun, doa dan motivvasi, akan teruss mengalir.

semangatttt, kami yakin kau mampu, dan kami sangat bangga pada kontingen INDONESIA,di tengah kondisi negara yang juga masih sakit, kau tunjukan pada dunia, bahwa Indonesia masih punya harga.

TETAPLAH AMANAH PEJUANGKU…!!!!!!
TUNJUKAN BAHWA, ENGKAU MAMPU..
KARENA KAU LAKUKAN TUGAS DENGAN CINTA PADA SESAMAMU.

SEMANGAT…!!!!!!!!!!

DARI KAMI YANG SELALU ADA UNTUK MEMBERIKAN DUKUNGAN KEPADAMU..

by taufik at 20 May 2009, 21:43

Misi pengiriman pasukan penjaga perdamaian adalah misi yang mulia, untuk itu perlu didukung semua pihak. tentunya sesuai dengan politik luar negeri kita, bebas aktif. Namun perlu diperhatikan besarnya anggaran untuk itu, jangan sampai memotong anggaran lain. Dalam hal penanganan Saya yakin Pasukan TNI mampu menjalankan tugas, melihat prestasi TNI di berbagai tugas perdamaian selalu berhasil gemilang. Indonesia dikenal sebagai negara yang paling ramah, dengan ini insya Allah akan membawa pengaruh yang baik saat pasukan TNI menjalankan tugasnya

by Burhanuddin at 20 May 2009, 22:35

Saya merasa bangga seklaigus prihatin..

Bangga karena mendapatkan kepercayaan dari PBB.

Prihatin karena alutsista / perlengkapan yang kita kirimkan terkadang kurang mendukung personnel yang bertugas…

Contoh, seragam kamuflase agar disesuaikan dengan lokasi penugasan. Kalau di daerah Timur Tengah ya loreng gurun, jangan loreng hutan.

Kalo prajurit yang bertugas sih tertap semangat… mohon hal itu juga dibarengi dengan dukungan alut yang memadai. Terutama di system maintenance, sehingga budaya “kanibal” terhadap pemeliharaan alut di sini tidak terjadi juga di medan tugas di luar negeri.

Demikian.

by Indra Lesmana at 21 May 2009, 00:23

Menyinggung soal kemampuan TNI memang tak perlu diragukan lagi. TNI mempunyai track record yang sangat baik dalam hal ikut serta dalam menjaga perdamaian dunia.
Akan tetapi perlu perhitungan yang sangat amat matang untuk mengirim kembali Peacekeepers Indonesia ke daerah-daerah konflik seperti di Somalia.
tapi over all saya sangat yakin sekali TNI sanggup mengemban amanah itu.

Hormat saya untuk TNI Indonesia…

by Hera Sri M at 21 May 2009, 00:37

Yups, knapa tidak??? ok2 az dunk!!!
Kontingen Garuda tak diragukan lagi, dengan memimpim operasi perdamaian di Somalia ini tentunya akan menaikkan harga diri bangsa kita di mata dunia internasional, kita dsni hanya bs berdoa smoga Tuhan slalu melindungi…
Insya4W1 I’m sure Garuda can do it.
Bravo TNI!!!

by endah Nyata at 21 May 2009, 03:21

Bisa Mas, pasti bisa. Doa kami di Indonesia untuk kalian yang ada di Somalia. Berjuang terus, demi perdamaian. Semangat ya Mas. Salam perjuangan.

by Rico Sirait at 21 May 2009, 04:34

Kepercayaan yang diberikan oleh negara dan dunia kepada TNI merupakan amanah dan tanggung jawab yang akan dipikul dengan sepenuh hati oleh setiap prajurit garuda. Sudah menjadi tradisi bagi seorang prajurit TNI untuk selalu memberikan karya yang terbaik dalam melaksanakan tugasnya, hal itu sudah tidak perlu diragukan. Namun yang perlu menjadi pertimbangan adalah bagaimana kecepatan dan kesiapan kaum birokrat kita dlm menyikapi kesempatan / kepercayaan PBB ini. Administrasi yg berbelit-belit, nepotisme, kolusi dan sebagainya sering menyebabkan kesempatan itu hilang begitu saja… Mari kita dukung TNI kita dengan kemauan untuk berubah menjadi yang lebih baik di semua lini negeri ini…

by I Putu Y Adnyana at 21 May 2009, 04:41

Dear Luigi P,

Terima kasih anda sudah berusaha untuk mengangkat isue-isue tentang Indo Peacekeeper di PBB. Saya sebagai Military Adviser Indonesian mission to UN perlu kiranya merespon pertanyaan anda secepatnya agar rekan rekan yang lainnya mengetahui ceritanya secara utuh di UN HQ dan JKT.

Tahun 2007 Indonesian Mission di NY membuat konsep yang kami sebut dengan 2,000 peacekeeper Indonesia 2009, telah disetujui Jakarta dan telah diperkenalkan disetiap sidang PBB terkait di NY terutama pada saat Indonesia sebagai non permanent member security counsil. Apa latar belakang konsep tersebut?. yaitu saya melihat bahwa tahun 2007 jumlah peacekeeper Indo baru 850 + 175 + 40 UNMO dan baru menduduki peringkat ke 20, berdasarkan analisa saya perlu ditingkatkan menjadi minimal 2,000 orang agar masuk 10 besar TCC.

Mengapa 10 besar TCC?. Agar Indo bisa minta jabatan Force Commander dan lebih diperhatikan dalam rekrutment national representative staff di UNHQ-NY tentunya karena saat ini kita sudah mengajukan 28 calon, ternyata baru 2 orang yang diinterview. Bisa dilihat saat ini yang menjabat sbg Force Commander, Deputy, Sector Commander, Chief of OMA, Dir SMC dan jabatan militer strategis di UN HQ pada umumnya adalah negara-negara yang menyumbangkan pasukan antar 2000-9000 orang peacekeeper dan negara donatur besar.

Mengingat keterbatasan anggaran TNI makan kita juga sejak 2007 telah mengusahakan agar Polri ikut menambah jumlah tsb dan saat ini sudah ada 140 anggota FPU dan 15 UNPOL di UN PKO.

Ternyata tdak cukup dengan upaya lobi di UNHQ saja, namun harus didukung oleh JKT dalam penyiapan peralatan dan personil. Untuk itu saya mengupayakan dukungan dari TNI melalui peningkatan pertemuan Pejabati TNI dengan pejabat penting PBB untuk membicarakan peningkatan hubungan bilateral indonesia dengan PBB di bidang PKO. Sampai saat ini pertemuan yang sudah dilaksanakan adalah : pertama Juli 2008 Panglima TNI bertemu dg Gen. Graziano dan mengindikasikan bahwa Indonesia menjajaki penambahan 1 batalion dan 1 kapal ke UNIFIL/misi lainnya, Oktober 2008 Wasops Panglima TNI bertemu Chief of OMA, Dir SMC dan Dir. Timur Tengah di UN HQ NY untuk menjajaki pengiriman pasukan tambahan dan kapal, Februari 2009 Kasum TNI dan Waasops bertemu dengan USG DFS, Chief OMA dan Dir SMC untuk penandatanganan LOA kapal dan pada saat itulah Chief of OMA menyatakan bahwa Indonesia diharapkan untuk memimpin PKO di Somalia.

April 2009 pertemuan Asops Panglima TNI dengan Chief OMA dan kembali Chief Of OMA menyatakan bahwa Indonesia diharapkan segera dapat merealisasikan konsep 2.000 peacekeeper 2009.

Dear Luigi P, disamping konsep dan pertemuan tersebut, statement Watapri PTRI NY dalam acara sidang C-34 bulan Feb 2009 juga menyatakan bahwa Indonesia akan menambah kontribusi peacekeeper menjadi 2.000 orang dan saya sebagai Military adviser secara terus menerus mengatakan maksud penambahan pasukan tersebut disetiap TCC meeting.

Kejadian-kejadian terseut diatas dicatat dan direkam oleh Sekretariat, sehingga pada laporan Sekjen PBB tentang Somalia edisi terakhir muncul paragraph yang menyatakan Indonesia secara nonverbal akan mengirim pasukan dan memimpin PKO di Somalia.

Saya tambahkan bahwa tanggal 18-19 Mei 2009 ini saya baru saja mendampingi delegasi Dephan Dir. Alingstra untuk melaksanakan studi banding “Peningkatan Kontribusi peacekeeping Indonesia”, dan bertemu dengan staf FGS, ITS dan OCHA, dengan diharapan dapat merumuskan rekomendasi kepada Menhan untuk kepentingan perencanaan dana, mekanisasi pledge dan penyiapan pasukan untuk mendukung konsep 2000 peacekeeper Indonesia.

Luigi P, saat ini jumlah peacekeeper Indo sedah mencapai 1600 orang, dan secara diatas kertas kita sudah mendapat jatah 2.000 orang tsb di PBB dengan tambahan 400 orang lagi (140 multi-role logistics, 175 infantry company dan 140 FPU Polri) yang diharapkan dpt didukung oleh Mabes TNI dan Polri setelah Pemilu Presiden.

Apabila TNI dapat menyiapkan 1 batalion mechanized, 1 kompi Kopasus dan 1 kompi Zeni, mudah-mudahan cita-cita kita agar kita dapat berperan seperti dulu di Sinai, Congo dan kamboja dapt terulang kembali dengan catatan hasil assesment politik dari Deplu mendukung, Dephan dan TNI dapat menyiapkan Anggaran dan personilnya. Sebagai tambahan dalam rapat kerja PTRI New York dan Komisi I DPR di NY, saya menanyakan langsung kepada Pak Theo Sambuaga tentang dukungan pembelian 150 panser di PT Pindad, beliau menyatakan DPR menyetujui anggaran tersebut.

Luigi, Menurut saya JKT sebaiknya mempertimbangkan permintaan PBB agar Indo kirim pasukan dan memimpin UN PKO di Somalia, karena kita tahu bahwa sampai saat ini negara tsb belum tentram, PKO sebelumnya bisa dikatakan kurang berhasil sehingga merupakan tantangan tersendiri bagi TNI dan Polri untuk berbuat yang terbaik sehingga bila berhasil akan mampu meningkatkan citra TNi di luar negeri, meningkatkan profesionalisme dan sudah tentu meningkatkan kesejahteraan prajurit.

Dear Luigi, to get the wide support on how to make 2.000 peacekeeper possible, we have to make all stakeholder involve and understand about UN PKO.

There will be no reason to us, not to fulfill the UN invitation. Let us draw our attention, it was stated in our constitusion “we will involve and active on every effort to maintain International peace and security”. On Indonesian Military Act also was stated that the role of the military was military operation other than war.

I am still prepare the photos have been taken during the meeting between TNI and UN and our lobby in UN either was done by PR or Military Adviser.

I thank you Luigi for asking coleagues to make a comment on the UN invitation for Indo to send the peacekeeper to Somalia (if the SC resolution issued) and why not be the leader to?

I Putu Y Adnyana
Rear Admiral/ Military Adviser
Indonesian Mission to United Nations-NY

by Victor Simatupang at 21 May 2009, 05:20

Mauliate Pak Pralangga,

Seperti diketahui kita sudah banyak memimpin misi di Mission Area seperti yang sudah pak Pralangga cantumkan. Ada beberapa Faktor yang perlu kita cermati :

1) Harus ada Lobbying di DPKO (Desk Officer Untuk Somalia) memberi masukan kepada MA to USG sehingga bisa diapproved tingkat pengambil keputusan dalam hal ini USG.

2) Realitas perbandingan pasukan Indonesia di Theatre haruslah signifikan agar kita dapat dipilih untuk memmimpin pasukan itu.

3) “Push” dari PTRI yang kita cintai setiap hari haruslah “get-in-touch” dgn Desk Officer yang ada di Gedung Secretariat UNHQ – New York atau pada saat contributing counties forum gathering dengan USG biasanya lobbying setingkat Ambassador itu lebih manjur.

4) Koordinasi yang kuat antara Penmil PTRI dengan Mabes TNIDEPLUDephan RI untuk menyiapkan lebih awal kandidat yang bermutu dan pasti diterima oleh UN-DPKO.

5) Steps diatas itulah yang pernah aku jalankan waktu di UNHQ – New York (UNPROFOR Desk OFFICER) sehingga Pak SBY bisa jadi CMOs.

6) Kalau untuk DPR kita saya rasa tidak ada gunanya karena mereka sedang angop untuk mencari jati diri masing masing.

7) Selamat Bertugas. (Kol. Victor Simatupang Calon Pengganti DA di AFSEL)

by Okky Nugroho at 21 May 2009, 05:43

Setuju Pak, …..kita hrs siap kirim pasukan kita ke mana saja di setiap penjuru dunia dalam tempo sesingkat-singkatnya……

Mendukung perdamaian dunia sekalian latihan utk kesiapan pasukan kita dalam menghadapi apa saja ……. Bravo Indonesian peacekeepers!, keep up d good work n…. make us proud….

by Muliater Sihaloho at 21 May 2009, 05:45

Disamping ketrampilan prajurit TNI yang kita banggakan, saya mohon pemerintah juga harus memperhatikan kesejahteraan prajurit biar mereka tulus melaksanakan tugas mereka tanpa tedeng aling2 memikirkan keluarga yang di tinggal dan juga demi kesejahteraan pribadi mereka selama bertugas di UN mission dan juga melengkapi mereka dengan peralatan yang canggih, dan saya yakin pemerintah sanggup menyediakan special anggaran untuk overseas operation, seperti extra overseas allowance untuk perajurit yang bertugas di UN mission. Pengalaman saya selama bertugas di Peace Keeping Mission, saya melihat semangat prajurit yang datang dari Asia dan Africa sangat rendah di bandingkan dengan prajurit2 yang datang dari Eropah dengan overseas allowance yang tinggi, dimana prajurit Asia dan Africa kalau lagi on leave hanya sekitar local saja, yang mana European soldier on leave overseas, hal ini bisa karena pemerintah mereka benar2 memperhatikan kesejahteraan prajuritnya. Bravo GARUDA..dan saya yakin Indonesia sanggup.

by yosef at 21 May 2009, 06:51

TUNJUKAN BAHWA KALIAN MAMPU.

lanjut……

by Riefky Adrianto at 21 May 2009, 07:15

UTk Tugas kemanusiaan seharusnya tdk perlu lg utk berpikir 2 kali, Jadi…Lanjutkan Bro’.
Ini juga merupakan suatu tanda bahwa Indonesia masih dipercaya oleh dunia.

by mariskova at 21 May 2009, 13:09

Kang Luigi,
Saya setuju bahwa tawaran kpd Indonesia utk memimpin misi perdamaian di Somalia adalah suatu kehormatan besar. Itu artinya tentara kita memang terpercaya. Tapi selain soal kehormatan, saya pikir memang harus menjadi tanggung jawab negara kita untuk bisa membantu negara lain.
Satu lagi, saya setuju dengan Pak Muliater Sihaloho. Kesejahteraan keluarga prajurit juga harus ditingkatkan karena hanya dengan hal itu prajurit yang bertugas bisa menjalankan tugas dengan 100%, tanpa kuatir memikirkan keluarga mereka.

by Alex Bukit at 21 May 2009, 18:18

Broer, Somalia itu negara tanpa negara…
First, diisana tidak ada lagi pemimpin…yg ada adalah unjuk rasa kekuatan ethnic…..Kondisi seperti itu adalah Lahan yg dipertahankan oleh Kelompok Terrorist…..Al Qaeda ataupun kelompok apa saja yg memang hidupnya dari Professi terrorist akan terus ingin mempertahankan kondisi itu….Jadi kondisi itu memang yg dikehendaki…Jadi Bror akan sulit kalau tugas disana.

Second, kondisi kita juga tidaklah luar biasa benar Bror….Kerena kita sdg tugas diluar maka ada kekuatan spirit yg bertambah disana..Kita termasuk punya kemampuanb sedang sedang saja dari aspek personal…dan miskin dari aspek peralatan…..Bayangin Broer kerja disana dgn Panser Pindad….bisa bisa mogok terus Broer..
Kalau saya pikir ngak perlulah ke Somalia

Broer…..Saya kira negara akan terpuruk kerena Bajak lautnya tidak lagi Bajak laut semata mata tapi sudah well organized terrorist…….

Demkian Broer………….

by hari at 21 May 2009, 19:10

Pertama sekali saya turut berduka cita jatuh nya pesawat Hercules yg barusan terjadi……. tentang Indonesia sebagai memimpin misi perdamaian di somalia adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi bangsa indonesia..akan tetapi jika tidak ada dukungan dari pemerintah sendiri tentang pengadaan alustita dan sebagai nya yang memadai…maka semua hal itu akan jadi sia-sia..

Maju terus Pasukan Garuda,,,…“GAruda Di dadaku”..cocok tuk buat sountrack nya(lagunya Netral)setelah lagunya Merah Putih(coklat)

by joemi at 22 May 2009, 01:27

Aslkm… indonesia ikut missi ke somalia??? pasukan qt ikutan perang gk??? menurut ane, jd simalakama y… secara yg perang sesama sodara qita yg muslim… klo gk ikut perang sih gpp dikirim, bisa membantu mendamaikan kedua pihak yg bertikai n sekalian da’wah….coba DPR ditinjau kembali, apa sebenarnya tugas pasukan qita disana… maaf awam neh… thx…

by Indra Kris at 22 May 2009, 01:54

Memang kita harus bangga dengan produksi bangsa sendiri …. dan berikan kesempatan sebesar2nya agar bangsa indonesia bisa lebih dikenal dunia. Satu masukan jika boleh pak Luigi jika dalam penugasan Peacekeepers mendapat penghargaan berupa piagam atau sejenisnya dari bangsa lain hendaknya di Indonesia di tindak lanjuti paling tidak itu piagam bukan cuma pelengkap CV aja, Makasih joint peacekeepers to see the wolrd sukses pak

by Poogooh at 22 May 2009, 08:27

wah mas ayo rame rame kita ke somalia saya ikut

by Ganda Godam at 22 May 2009, 09:54

YAKIN KITA BISA..
namun jangan jadikan keberhasilan lampau sebagai alasan kita untuk sombong.!
boleh2 saja kita mengirimkan kontingen garuda sebagai perwakilan INDONESIA..
tapi harap diperhatikan,, kelengkapan personil..
baik fisik maupun alutsistanya..!
jangan jadikan kontingen kita tumbal konyol dimedan tugas,, asal personil kita dilengkapi dengan alutsista yg bagus,, PASTI mereka bisa menjalankan tugas dengan baik.. juga untuk berjaga-jaga kalau2 ada hal yang tak diinginkan..
contoh,, SS1 diganti dunk dengan SS2-v4 yg udh teruji..

by Toni Nav at 22 May 2009, 10:27

Tawaran PBB kepada Indonesia untuk menyumbangkan pasukannya dalam misi gabungan AMISOM di Somalia merupakan satu kesempatan yang harus ditanggapi secara positif. Dengan mengirimkan pasukan TNI dalam misi PBB di Somalia, beberapa hal dapat kita raih diantaranya :
1. Meningkatkan nilai tambah Indonesia dalam pergaulan Internasional dengan turut serta melaksanakan ketertiban dunia.
2. Menambah pengalaman dan wawasan bagi personil militer Indonesia dalam penugasan operasi lingkup Internasional.
3. Memberikan nilai ekonomis karena biaya yang dianggarkan bagi pengiriman personil dan peralatan ke area penugasan akan dibayar oleh PBB.
4. Merupakan peluang bagi promosi produk peralatan militer buatan dalam negeri.
Untuk kesiapan sumberdaya personil yang akan dikirim ke penugasan tersebut kita telah memiliki institusi PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian ) di Mabes TNI yang bertanggungjawab dalam hal persiapan, pembekalan hingga proses pemberangkatan. Tahapan yang kita nantikan adalah bagaimana pihak terkait seperti Deplu dan Dephan menindaklanjutinya. Yakin kita bisa!

by Lingga Kartika at 22 May 2009, 19:41

Indonesia bagaimanapun kecil di mata banyak orang tapi masih dipertimbangkan oleh dunia sebagai peacekeeper. Dari sisi ekonomi lemah, politiknya kacau,& korupsi di mana2. Menurut saya Indonesia sebagai peacekeeper menjadi core competence negara yang sudah beberapa kali terbukti & bangsa yang menjaga keamanan suatu negara lain akan sangat diingat dan dihormati oleh rakyat negara itu.

Sewaktu saya ke Kamboja beberapa waktu lalu,dari yang muda sampai tua,mereka semua tahu Indonesia & Ali Alatas sebagai penjaga keamanan di masa2 genting mereka. Dan Kamboja sangat menghormati Indonesia sebagai satu2nya negara yang tidak memihak saat itu.

Jadi saya rasa ok banget kalau Indonesia bisa membantu Somalia juga. Good luck.

by Agus Supriyono at 23 May 2009, 00:22

Mas Luigi….

Menurut saya itu merupakan suatu peluang untuk kita dapat menunjukan peran dan dedikasi bangsa kita khususnya bagi TNI untuk ikut aktif dalam misi ini…

Kita sudah memiliki modal yang baik yang telah dirintis senior2..sehingga setidaknya hal ini akan memberikan motivasi kepada kami untuk bisa menjaga kepercayaan itu melalui usaha keras tentunya…

Kami juga sudah menyiapkan satuan2 terbaik yang telah diseleksi melalui lomba pembinaan satuan yang siap untuk melaksanakan tugas tersebut…
Tahun lalu kami dapat tiga satuan yaitu Yonif 600/Raiders yang saat ini berada di Lebanon, Yonif 323/Raiders yang saat ini sedang disiapkan sebagai Kompi mekanis dan Yonif 300/Raiders untuk kesiapan tugas selanjutnya…

Setelah itu kami akan malaksanakan seleksi lebih lanjut….

Btw..Sesuai info yang saya terima apa betul jumlah yang diminta sekitar 2000an personil ya, mas..?

Harapan kami peluang itu bisa kita manfaatkan, mas…

Mudah2an mas Luigi akan memberikan keyakinan kepada semua pihak bahwa kita dapat mengemban tugas itu sebaik2nya amien.

by Dini Hari at 24 May 2009, 04:39

selama yang dilakukan kawan2 peacekepeers itu adalah hal yang benar dan “bermanfaat”, lakukanlah…

gud luck!

by santi maryam at 24 May 2009, 08:49

do it if it is for kindness, we always support you all to make a part of the world better…
take this as an experience and exercise, in order if something happen in Indonesia we ready to fight ‘till the end….
Allah SWT selalu bersama hamba-Nya yang terus berjuang dalam kebaikan,,,,Insya Allah, Aminnnn.

by masyuda at 24 May 2009, 09:58

Walaupun tugas ini menurut saya sangat berat, tapi saya yakin mampu. Sangat berat, karena bukan sekedar masalah teknis, tapi sejak awal prosesnya pun akan menentukan opini publik.
Rasanya, damai dengan senyum lebih abadi daripada damai penuh luka.
Selamat bertugas…

by andry at 26 May 2009, 01:49

salam dari sahabat di surabaya…
soal kemampuan aku yakin pasukan kita mampu, karena sebelum negara menugaskan rekan2 kita ke lokasi konflik apalagi yang menjadi sorotan internasional tidak mungkin mengirimkan personel dengan kemampuan mental juga fisik yang asal2an termasuk alutsistanya (contohnya walaupun kita cuma punya 4 korvet baru, salah satunya juga telah ditugaskan ke Lebanon dan panser2 baru kita juga turut mendukung). benar seperti yang diungkapkan beberapa rekan diatas, semua itu memang butuh modal juga dukungan moral yang kuat dari pemerintah kita. tapi aku lagi2 yakin pemerintah kita tidak akan mau untuk memepetaruhkan nama baik, citra, juga keamanan personel yang bertugas di Somalia. Emban tugas yang dibebankan sebaik2-nya. Salah satu kejayaan dan kebanggaan Indonesia ada pada rekan2 yang sedang menjalankan tugas2 perdamaian secara internasional. Untuk urusan dalam negeri biarlah rekan2 yang ada disini yang mengurus.
Jaya Indonesiaku!

by Kurniawan Firmuzi Syarifuddin at 27 May 2009, 04:27

Merupakan suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia ketika mendapat tawaran untuk kembali memimpin suatu operasi perdamaian dunia yang diselenggarakan oleh PBB, setelah keberhasilan yang telah ditunjukkan pada saat operasi yang sama di Kamboja ataupun Gurun Sinai. Terlebih lagi, penunjukan ini didasari oleh keberhasilan dalam ke ikut sertaanya dalam berbagai operasi perdamaian dunia lainnya, dimana Indonesia, dalam hal ini Kontingen Garuda, ikut serta di dalamnya, antara lain di Rep. Demokratik Kongo dan juga Lebanon.

Kemampuan dan Profesionalisme para Prajurit Kontingen Garuda tidak perlu diragukan lagi dalam mengemban tugas ikut serta memelihara perdamaian dunia, seperti yang telah diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Sehingga kesempatan dan kehormatan tersebut secara yakin akan juga mampu dilaksanakan, secara bahu membahu dengan berbagai negara lainnya yang akan ikut serta menyumbangkan tentaranya untuk ikut serta dalam misi tersebut.

Akan tetapi, sejak Indonesia nantinya memimpin Operasi tersebut, bukan saja para prajurit yang berperan serta secara aktif, akan tetapi seharusnya didukung oleh seluruh unsur lapisan masyarakat, dari mulai masyarakat awam sampai dengan unsur pimpinan negara, mulai dari TNI sampai dengan kaum politisi dan para Diplomat. Semuanya harus ikut serta mendukung keberhasilan pelaksanaan operasi tersebut. Sehingga tidak saja para prajurit TNI yang nantinya akan tergabung dalam Kontingen Garuda yang siap, akan tetapi juga unsur masyarakat lainnya.

Misi ini akan menjadi misi yang teramat sulit, tapi masih mungkin dijalankan, terlebih dengan masih belum terciptanya kondisi yang kondusif untuk mendamaikan semua pihak yang terlibat dalam kerusuhan di Somalia. Hasil pembelajaran dari kegagalan pengiriman misi perdamaian sebelumnya ke Somalia (UNOSOM I dan UNOSOM II) harus dijadikan pegangan dan pedoman sehingga kegagalan yang sama tidak akan terjadi lagi.

Kemungkinan tugas yang akan diemban oleh operasi perdamaian ini adalah berada dalam lingkup Chapter VII piagam PBB, mengenai penegakan perdamaian (Peace Enforcement) sehingga tidak akan sama dengan misi perdamaian lainnya yang berada didalam lingkup Chapter VI piagam PBB yang merupakan pemeliharaan perdamaian (Peace Keeping). Kesiapan dalam perlengkapan prajurit TNI dan kemampuan pendanaan tentunya akan dituntut lebih dari sebelumnya, sehingga peran serta dari Pemerintah dan DPR harus sinergi dalam memberikan segala dukungan yang diperlukan dalam rangka pemberangkatn misi ini.

Ini merupakan kesempatan emas, yang mungkin tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya. Kesediaan pemerintah Indonesia dan juga kepercayaan yang telah diberikan oleh PBB harus benar-benar di seriusi oleh seluruh lapisan masyarakat. Pasti bisa dan harus bisa, demi nama bangsa dan negara yang tercinta, Indonesia.

GARUDA !!!

by Andry Susanto at 27 May 2009, 05:18

Aku sebagai salah seorang awam di Indonesia, salut dan bangga!

Apalagi cukup sering mendengar pasukan Konga mendapat berbagai pujian n penghargaan dari negara lain yang sama2 bertugas disana.

Pemerintah pasti tidak akan tinggal diam apalagi menyangkut nama baik juga keamanan pasukan kita, walaupun realisasinya membutuhkan usaha yang lebih keras untuk memberikan dukungan terutama finansial.

Jaya Indonesiaku!!

by Alex Bukit at 30 May 2009, 09:47

Let us be focused to improve our infrastructure of weaponry and its support.

No need to go abroad but return our Aceh and Papua as other region have today.

by Luigi Pralangga at 30 May 2009, 10:13

Hi Alex,

Thanks for your short comments, though I agree that the military needs to address its domestic issues, however the country also has its call to maintain its presence and sustain its support as well play an increasingly important role towards international peace and stability.

The experience and hands-on capabilities gained from these overseas assignment would become an integral part of the empowerment of our soldiers/forces which will enhance their skills when returned and resume their duties back home..

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Irene Sirait Irene Sirait has begun developing with career in the humanitarian field since 1990s. Started as a research assistant at a State University at the Division of Reproductive Health while still finishing her study at the faculty of Pschycology at Universitas...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago