Indonesia Batalyon atau Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) membantu masyarakat Libanon Selatan menyemai hasil tanaman tembakaunya pada Selasa (13/07) di desa Deir Siriane salah satu desa binaan Kompi C (=Cenderawasih istilah yang digunakan pada komunikasi radio) Indobatt UN Position 9-2 desa Al-Zikkyeh.
Kegiatan ini terjadi tanpa disengaja, saat tim CIMIC Indobatt yang dipimpin oleh Mayor Inf Rois Nahruddin selaku Kasi CIMIC (Civil Military Cooperation) selesai melaksanakan kegiatan kursus Bahasa Inggris di KRC (Khiam Rehabilitation Center) sebuah pusat rehabilitasi yang dinaungi oleh salah satu organisasi Non-Pemerintah setempat. Pertemuan berharga yang tak direncanakan sebelumnya ini, menghasilkan kerjasama yang baik diantara prajurit Indobatt dengan masyarakat desa Deir Siriane. “Melihat beberapa orang-tua sedang menggunting tembakau yang baru saja dipotong dari ladang tembakau yang berada tidak jauh dari perkampungan, mendorong kami untuk berinisiatif menolong. Mereka sangat gembira dengan uluran tangan kami dalam meringankan pekerjaannya. Beberapa anak-anak muda yang ada pada saat itu, sebagian besarnya adalah peserta kursus bahasa Inggris yang diadakan oleh CIMIC Indobatt. Sehingga memudahkan komunikasi, sebab mereka telah mengenal Indobatt sejak awal dengan baik”, jelas guru Bahasa Inggris yang berasal dari Badiklat Bahasa Departemen Pertahanan ini.
Hal ini membuktikan bahwa walaupun ada banyak perkiraan tentang menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap UNIFIL di hampir wilayah operasinya akhir-akhir ini; namun sebenarnya tidak menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Indobatt. Komunikasi rileks dan santai mengalir dengan sendirinya, menciptakan situasi yang sangat bersahabat. Dengan dibantu oleh interpreter lokal yakni Ms. Salma Daabous dan Mr. Ali Kharsa, percakapan dua-arah tercipta dengan manis. Rasa keingintahuan prajurit Baret Biru akan budaya perkebunan tembakau di Libanon ini melahirkan banyak pertanyaan. Antara lain, pertanyaan tentang apa saja jenis pohon tembakau yang ditanam di wilayah ini? Apa keunggulan tembakau di Libanon sehingga dapat mengalahkan kondisi alamnya yang unik? Kapan kira-kira waktu yang tepat untuk panen? Apakah hasil panen ini dikonsumsi sendiri atau didistribusikan ke pasar? Bagaimana cara pemupukannya? Mampukah hasil ladang tembakau ini memenuhi kebutuhan pokok seluruh anggota keluarga?
Dari pengamatan Pasi CIMIC Indobatt Mayor Laut (T) Arie Cahyo Nugroho, yang senantiasa mendampingi Kasi CIMIC dalam kegiatan kemasyarakatan ini menyampaikan, masyarakat sangat terbuka menerima kehadiran prajurit Indobatt. Nampak dari wajahnya, rasa senang dan gembira melihat kesediaan kami untuk duduk lesehan bersama sambil ikut menggunting tembakau. Bahkan lebih jauh lagi, ada permintaan dari masyarakat setempat agar Indobatt bersedia lagi untuk datang pada masa panen berikutnya. Sebab, dalam waktu-waktu mendatang ini merupakan saat panen raya bagi penduduk Lebanon Selatan khususnya desa Deir Siriane.
Sementara itu, Kapten (Mar) Iwan Permana selaku Wadanki Kompi C Indobatt menyanggupkan akan menyusun jadwal pengiriman personil dalam rangka membantu para petani tembakau yang berada di wilayah binaan Kompi C dalam rangka memanen hasil ladang tembakaunya. Kegiatan sosial ini akan dijadwalkan sesuai dengan permintaan masyarakat sekaligus sebagai tanda silahturahmi “kembali diterimanya” kehadiran pasukan UNIFIL ditengah-tengah masyarakat Libanon Selatan.
Percakapan antara prajurit Baret Biru dengan anggota masyarakat Deir Siriane, masih terekam dalam ingatan, kira-kira seperti ini: “Awas…nanti bisa kena noda tembakau, seragammu itu. Jarimu bisa menjadi pahit. Coba saja kamu jilati jarimu setelah pegang daun tembakau….Pahit khan? Tentu saja! Karena ini ada getahnya”, kata Hajj Noor Al Katib saat menggunting tembakau bersama-sama dengan Hajj Fatima Saad dan Hajj Sarah Ibrahim.


wahhh, sekilas itu tadi saya kira semacam sayuran, ternyata adalah tembakau :)
sewaktu saya masih kecil, saya sering bantu bapak saya memanen tembakau, bukan petani tembakau besar sih, hanya sebatas untuk konsumsi pribadi
tetapi alhamdulillah, sekarang ayah saya mulai insyaf dengan tidak menanam tembakau sendiri dan mulai berhenti merokok :D
salam dari tanah air