Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Muhammad IRAWADI

Idul Fitri Didaerah Tugas

18 October 2007, 00:27 , by Muhammad IRAWADI

 

Hari raya Idul Fitri bagi umat muslim, terutama bangsa Indonesia merupakan hari kemenangan. Perayaan hari besar tersebut telah menjadi tradisi di Indonesia, ditunjukkan dengan cara pulang kampung atau mudik. Setiap menjelang pelaksanaan Idul Fitri kita menyaksikan masyarakat Indonesia yang dengan suka rela berjejalan dikereta api ataupun terminal bus. Hanya setahun sekali pulang untuk berkumpul dengan keluarga, apapun dilakukan termasuk antri untuk mendapatkan tiket pulang ke kampung halaman.

Lain halnya dengan pasukan Indonesia yang melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian dunia di Lebanon. Konga XXIII-A merayakan hari kemenangan tersebut dengan sholat Ied berjamaah dilapangan upacara, Soekarno. Hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1428 H, di Lebanon jatuh pada tanggal 12 Oktober 2007. Hal ini berdasarkan ketetapan yang diambil oleh pemerintah Lebanon. Berdasarkan informasi dari media masa di Indonesia, keputusan pemerintah atas 1 Syawal 1428 H, ditetapkan pada hari Sabtu tanggal 13 Oktober. Meskipun ada kaum muslim yang melaksanakan Idul Fitri pada hari Jumatnya. Hal ini dalam Islam menghormati perbedaan karena itu adalah sebuah rahmat yang harus disikapi secara arif dan bijaksana.

Sebetulnya pada malam Jumat (11 Oktober) pasukan Indonesia masih melaksanakan sholat taraweh secara berjamaah karena belum mendapatkan informasi tentang hari raya tersebut. Pemberitahuan akan pelaksanaan Idul Fitri diterima dari KBRI di Beirut, yang menyampaikan bahwa sidang ulama Lebanon memutuskan Idul Fitri jatuh pada hari Jumatnya. Sehingga setelah pelaksanaan taraweh dilanjutkan dengan gema takbir menyambut hari kemenangan tersebut.

Sholat Idul Fitri dilakukan secara terpusat dengan khotib Letkol (Tit) A. Munim dan imam serka Saeroji. Dalam uraian hikmahnya diplomat yang bertugas di kontingen Indonesia tersebut menyampaikan, “bahwa kemenangan akan terefleksi apabila kita tetap bisa mempertahankan kualitas ibadah kita. Meskipun bulan ramadhan telah berlalu tetapi kehidupan sehari-hari selanjutnya, bila ibadah kita makin baik berati kita dapat menjadi pemenang seterusya”. Selesai khotib menyampaikan ceramahnya kegiatan dilanjutkan dengan berjabat tangan untuk saling memaafkan dan menikmati makanan khas Idul Fitri seperti opor ayam, lontong dan rendang menjadi menu utama.

Serka Saidun Gultom menguraikan perasaannya tentang Idul Fitri di Lebanon, bahwa “secara pribadi tentu saya merasa rindu dengan keluarga, karena hal tersebut telah menjadi tradisi untuk berkumpul bersama, terutama setelah sholat Ied. Namun sebagai prajurit saya tetap harus mengutamakan tugas”, paparnya. Ketika ditanya bagaimana kondisi keluarganya, Sersan Kepala yang menjabat sebagai Dansimayon Yonif 328 Kostrad menguraikan bahwa, hari kemarin dia telah menelpon istrinya agar membelikan baju untuk putra semata wayang mereka yang baru berumur 3 tahun. Selain itu Gultom berpesan, agar juga membelikan keperluan untuk kedua orang tua dan datang bersilahturahmi. Dia akan segera menghubungi melalui telepon saat Idul Fitri di laksanakan di Indonesia.

Sedangkan kesan yang lain disampaikan oleh prajurid kepala Wazid yang juga menyampaiakan titip salam terhadap keluarganya di Surabaya. Bapak berputri satu ini juga baru pertama kali melaksanakan Idul Fitri jauh dari keluarga. Namun sebelum bekerluarga atau masih sendiri, sudah sering bertugas dan merayakan Idul Fitri di daerah operasi. Namun saat telah bekeluarga, saat inilah pertama kali jauh dari kampung halaman. Untungnya di Lebanon banyak rekan-rekan yang mengalami hal yang sama sehingga bisa saling menghibur atau bisa mengirim pesan singkat (SMS) ke istri tercinta. Prajurit yang berasal dari Batalyon Angmor 1 Surabaya, menyampaikan bahwa tahun lalu Idul Fitri dirayakan sebelum berangkat tugas ke Lebanon. Sehingga masih bisa berkumpul dengan keluarga dan selesai sholat Ied, putrinya yang berumur 1 tahun waktu itu menggenakan jilbab. ”Lucu sekali dan saya sering membetulkan dan merapihkan jilbabnya”, ujar prajurit asal Magelang tersebut, mengenang. ”Namun disini kami tetap gembira karena Insya Allah kami akan menyelesaikan tugas tidak lama lagi. Kami mohon doa restu dari mayarakat Indonesia agar kami dapat meneyelesaikan tugas mulia ini dengan berhasil dan selamat”, ujarnya lebih lanjut.

Kemenangan dan pengorbanan merupakan seperti dua sisi mata uang yang tak dipisahkan. Dengan pengorbanan tulus dan ikhas, jauh dari keluarga namun semangat dan ketegaran hati tetap terpatri di seluruh prajurit Konga XXIII-A. Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi pengabdian pasukan Garuda…..

Muhammad IRAWADI Muhammad Irawadi Let Col. Muhammad Irawadi, has been supporting the Indonesian Battalion named as Kontingen Garuda/KONGA XXIII-A at United Nations Interim force in Lebanon (UNIFIL) since its deployment in early December 2006. Armed with hands-on experience during his first assignment as...

Detail Profile »

2  Comments

by ambar at 21 October 2007, 13:03

Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi pengabdian pasukan Garuda….. AMIIIN.

by novrina at 31 October 2007, 22:28

jauh dari orang2 yg kita cintai memang bikin dada kekurangan oksigen rasanya…. tetap tabah dan sabar dalam menjalani misi perdamaian ini ya pak, doa2 dari keluarga tercinta pasti selalu menyertai seluruh yg bertugas di sini ;)

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

548 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Czi Rendra Rendra Hasmoro Major. Czi. Rendra Hasmoro is currently serving under Mission de I´ONU en Congo (MONUC), the United Nations peacekeeping mission in the Democratic Republic of Congo as Staff Officer Engineer in Ituri Brigade under Indonesian Garuda Contingent XX-E. He’s been responsible of...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Indobatt juara Turnamen Voli tingkat SECEAST UNIFIL
(Marjayoun, 15/3) Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mengharumkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah komuniti internasional, telah dilakukan dengan berbagai upaya dan kerja keras... »
Yogi Nugroho , 18 hours ago

Kursus MS Office Basic untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga: The Power of Motherhood
Awalnya saya sedikit pesimis dengan kemungkinan berhasilnya program kursus MS Office Basic yang kami siapkan khusus untuk ibu-ibu rumah tangga. Bayangkan “ Ibu-ibu rumah tangga gitu looh ” seloroh istri... »
Ro'is Nahrudin , 3 days ago

Indobatt gelar Training of Trainer
Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mencapai suatu keunggulan positif dibandingkan dengan satuan tugas dari kontingen lain, memerlukan inovasi yang kreatif dan berhasil guna bagi lingkungan dimana... »
Yogi Nugroho , 3 days ago

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 4 days ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 4 days ago

 

Recent Comments

Nurul Fitri Lubis commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Didut commented on Impresi gado-gado di Myanmar
a few seconds ago


Didut commented on Menu makanan [pengungsi] hari ini
a few seconds ago


Didut commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Didut commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com