Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

HUT POMAD ke 63 di Lebanon

25 June 2009, 07:03 , by Muhammad Soleh

 

(Blat Marjayoun UN Posn 7-3). “ Kegiatan hari ulang tahun satuan ini pada hakekatnya merupakan bagian dari pembinaan satuan, pembinaan yang ditujukan kepada setiap satuan Polisi Militer Angkatan Darat, untuk digugah dan diingatkan ulang akan peran, fungsi dan tugasnya masing-masing yang harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab ”.

Demikian sepenggal amanat Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) yang dibacakan Dansatgas POM TNI Konga XXV-A/UNIFIL, Letnan Kolonel Ujang Martenis dihadapan para anggotanya pada saat perayaan Hari Ulang Tahun ke-63 Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) di Base Satgas POM TNI, UN Posn 7-3, Marjayoun, Lebanon, Rabu (24/6). Acara dihadiri oleh Wadan Sektor Timur UNIFIL, Kolonel Inf Bambang Sudiono , perwakilan dari Indobatt, FHQSU dan seluruh prajurit Satgas POM TNI Konga XXV-A/UNIFIL. Seperti diketahui, 25 orang dari 75 personel Satgas POM TNI Konga XXV-A/UNIFIL adalah personel Polisi Militer Angkatan Darat, sedangkan yang lainnya adalah 20 personel Polisi Militer Angkatan Laut, 14 personel Polisi Militer Angkatan Udara dan 16 personel dari Mabes TNI.

Menurut Dansatgas, tema hari ulang tahun Corps Polisi Militer Angkatan Darat tahun ini adalah “ Polisi Militer Angkatan Darat bertekad menjaga netralitas TNI dalam menyukseskan Pemilu tahun 2009 ”. Hal ini relevan dengan perintah pimpinan TNI AD kepada seluruh prajurit Polisi Militer Angkatan Darat agar tetap menjaga konsisitensi pelaksanaan netralitas TNI dengan meningkatkan kewaspadaan dan ketanggapsegeraan, namun tetap fokus pada tugas pokok satuan.

Lebih lanjut Dansatgas mengatakan bahwa fungsi utama dari Polisi Militer Angkatan Darat yaitu penyelidikan kriminal dan pengamanan fisik, pemeliharaan ketertiban militer, penyidikan, dan pengurusan tahanan militer. Sebagai penyelenggara fungsi teknis militer umum TNI Angkatan Darat di bidang kepolisimiliteran, Polisi Militer Angkatan Darat mempunyai peran penting dalam menyelenggarakan pemeliharaan dan penegakan disiplin, hukum dan tata tertib di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Sedangkan prajurit Polisi Militer Angkatan Darat yang tergabung dalam Satgas POM TNI di Lebanon telah bekerja keras, dengan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas fungsi militer Internasional di Sektor Timur UNIFIL. Sejak kedatangannya pada bulan Nopember 2008, Satgas POM TNI telah memberikan pengaruh positif kepada peningkatan disiplin para Peacekeeper di Sektor Timur UNIFIL. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran personel Polisi Militer Angkatan Darat yang menyumbangkan personel paling banyak untuk Satgas ini tanpa mengesampingkan peran personel lainnya yang bekerja secara sinergis untuk mendukung Tugas Pokok Satgas.

Menurut Dansatgas, sejarah terbentuknya Coprs Polisi Militer adalah keadaan dimana pada saat Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 , belum tersedia perangkat hukum atau peraturan yang mengendalikan suatu organisasi bersenjata atau angkatan perang. Selain itu yang menjadi anggota TKR tersebut terdiri dari bermacam-macam warga yang mempunyai latar belakang berbeda dan tidak mengerti akan hakekat disiplin. Dalam situasi tersebut timbul gagasan dari beberapa orang untuk mendirikan badan yang mengatur disiplin dikalangan organisasi bersenjata. Umumnya mereka yang berpikiran demikian berlatar belakang penegakan hukum.

Pada tahun 1946 bertempat di Kopeng, Wonosobo diadakan rapat bersama antara pimpinan Penjelidik Masjarakat Oemoem (PMO) dan Polisi Tentara. Musyawarah bersama tersebut berhasil merumuskan pokok-pokok tugas dan organisasi Polisi Tentara serta secara aklamasi memilih Jenderal Mayor Santoso, Komandan PT. Kediri sebagai Panglima Polisi Tentara, dengan wakilnya Kolonel Prabu Sunaryo. Menindak lanjuti hal tersebut, maka tanggal 22 Juni 1946 bertempat di alun-alun Yogyakarta, Presiden selaku Panglima Tertinggi meresmikan satuan Polisi Tentara setingkat Divisi dengan nama yang legendaris dan bersejarah Divisi Gajah Mada. Divisi ini membawahi 3 Resimen yaitu Resimen I (Jawa Barat), Resimen II (Jawa Tengah), dan Resimen III (Jawa Timur). Tanggal 22 Juni 1946 inilah ditetapkan sebagai hari lahirnya Coprs Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) ”, demikian dikatakan Dansatgas.

Selanjutnya Dansatgas mengatakan bahwa pada era reformasi, setelah berpisahnya Polri dari TNI, Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Kepolisian Militer dilingkungan TNI dilaksanakan oleh Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD), Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) dan Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU) yang wewenang komando dan pengendalian operasional Kepolisian Militer berada pada Panglima TNI, dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada Kepala Staf Angkatan masing-masing.

Polisi Militer Angkatan Darat mempunyai seloka “ Satya Wira Wicaksana ” yang mengandung makna yang merupakan inti jiwa Keperwiraan dan Kepahlawanan yang dilandasi dengan kebijaksanaan dalam bertindak. Sedangkan Simbol Polisi Militer Angkatan Darat adalah Gajah Mada diambil dari Nama Kyai Patih Gajah Mada, yaitu Pahlawan Nasional yang terkenal dan terbukti kehebatannya pada jaman Majapahit di dalam Sejarah Indonesia. Demikian dikatakan Dansatgas mengakhiri pernyataannya.

Muhammad Soleh Presently holding a first Lieutenant from Indonesia’s Air Force, Muhammad Soleh is now serving Garuda Contingent XXV-A, Indonesia’s Military Police Contingent (INDO-MP) under United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) since November 2008 as Contingent’s Public Information Officer. A traveling...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Toni Nav95 Major Toni is a Hercules Navigator. Having been landed in almost all Indonesia’s airfields with his C-130 Hercules as well as in some of ASEAN countries, he is a flight safety advocator. Graduated from Air force Academy in 1995. His...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago