Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Haboob atau Badai Gurun

20 December 2009, 23:07 , by Wahyu Nugroho

 

Haboob adalah badai pasir akibat dari angin yang bertiup kencang di wilayah gurun. Tingginya bisa mencapai 2000-3000 ft berputar menggulung di atas permukaan gurun. Biasanya badai ini selanjutnya diikuti dengan hujan angin yang sangat dahsyat. Haboob berasal dari bahasa arab “hab” yang berarti angin. Memang sepintas pemandangannya sungguh spektakuler, namun karena badai ini bermaterikan pasir yang berterbangan maka akan sangat mengganggu aktivitas di luar ruangan bahkan sampai dengan zero visibility.

Size of Haboob (7)

Haboob ini biasanya terjadi pada sore hari sebelum matahari terbenam, hari yang cerah pun tiba-tiba dapat berubah menjadi gelap hanya dalam hitungan menit. Badai ini bisa terjadi selama sekitar 1 sampai 3 jam. Pada bulan Juni-Agustus ini, haboob sedang hebat-hebatnya terjadi di wilayah Sudan.

Greetings by Haboob

Haboob Sand Storm (8)

Approaching Haboob (2)

Gara-gara haboob ini pula penerbangan pada saat saya kembali dari cuti, dari Riyadh yang seharusnya mendarat di Khartoum, sampai harus diulang 3 kali. Pukul 5.30 pagi pesawat sudah terbang meninggalkan Riyadh dan sesuai jadwal seharusnya tiba di Khartoum pukul 8. Karena Haboob yang terjadi di wilayah bandara Khartoum, maka pesawat tidak berani untuk mendarat. Situasi cukup menegangkan di dalam pesawat. Karena pesawat seakan-akan turun dengan sangat drastis yang membuat perut terasa panas. Bagaikan naik kora-kora di wahana Taman Impian Ancol. Setelah berputar-putar cukup lama di udara, pilot memutuskan untuk kembali ke Jeddah. Selesai mengisi bahan bakar dan menunggu sekitar 30 menit, pesawat kembali ke Khartoum dan ternyata Haboob masih terjadi.

Jam sudah menunjukkan angka 12 siang dan pesawat kembali lagi ke Jeddah. Sampai pada sore hari pesawat baru berangkat kembali dan yang ketiga kalinya ini pesawat baru berhasil mendarat. Demikianlah adanya situasi dan tantangan alam negeri di atas gurun Sahara ini, perbedaan suhu yang ekstrim, badai gurun yang sering mengancam, dan suplai air yang terbatas, semuanya menyertai perjalanan dan liku-liku dalam bertugas.

Wahyu Nugroho A true adventurer by interest. Love to explore nature by trekking, among sports as hobby. He also enjoys reading, writing, and learning all about computer & technology. Lieutenant Police Wahyu Nugroho was born in Boyolali, a small city in Central...

Detail Profile »

1  Comment

by Nofaldi at 29 December 2009, 23:58

Subhanallah, cerita dan fotonya bagus ekali mas Wahyu,saya baru tahu namanya Haboob, yang familiar ditelinga hanya kata badai pasir atau dessert storm. Suatu pengalam luar biasa biasa bisa menagalami Haboob di sana.
Saya jadi ingat iklan rokok di TV kita, tentang tiga pemuda mengendarai jip menebus badai pasir, sebelumnya mereka menggunakan penutup mata dan masker. Setting gambarnya luar biasa bagus, digarap profesional untuk sebuah iklan.
Terimakasih atas cerita dan fotonya, maju terus dengan Laskar Perdamaian Indonesia disana. Garuda di Dadaku.
Salam,

Nofaldi

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nur Tantrio Presently serving at the United Nations Integrated Mission in Timor-Leste, an Engineer by academics, a travel and photography enthusiast by hobby. Nur Tantrio in his assignment is based in the capital, Dili – assisting the office of Engineering Section/UNMIT with...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago