Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Hilman HADI

Habis gelap terbitlah terang

28 June 2007, 17:13 , by Hilman Hadi

 

Dia adalah seorang perwira dari salah satu negara Amerika Latin berpangkat Kapten. Sejak awal masuk ke dalam team, saya sudah melihat bahwa perwira tersebut sangat profesional dan mempunyai semangat kerja yang luar biasa walaupun kadang sedikit kesulitan dalam berbahasa Inggris, karena bahasa resmi mereka adalah Spanyol. Dalam perkenalannya dia menyampaikan bahwa dia seorang perwira dari pasukan khusus memiliki tiga putri dan saat itu istrinya sedang mengandung anaknya ke empat dengan harapan mendapatkan anak laki-laki karena ke tiga anak sebelumnya adalah putri.

Berjalan beberapa bulan kami semakin akrab dan dia bercerita banyak tentang keluarganya, pengalamannya dan berbagai hal lainnya. Dari pembicaraannya saya menangkap memang dia sangat sayang sekali terhadap keluarganya terutama ke tiga putrinya juga kedua orang tuanya. Berbagi cerita begini kadang salah satu cara untuk menghilangkan rasa rindu dan stress apalagi kalau kita temui orang yang tepat untuk sharing.

Suatu hari si perwira tersebut berubah total, hilang keceriaanya selama ini dan kelihatan sangat gelisah, sayapun bertanya permasalahannya, ternyata ayahnya dirawat dirumah sakit. Saya masih ingat tiga hari yang lalu saat kami pergi patroli dia menyempatkan menelpon ayahnya mengucapkan selamat hari ayah (di negara tersebut ada hari ayah selain hari ibu).

Dua malam berikutnya dia kelihatan semakin sedih dan gelisah dan bahkan menagis akhirnya diketahui bahwa ayahnya sudah divonis dokter karena komplikasi penyakitnya, dalam dua hari kedepan akan meninggal. Setiap saat dia memantau perkembangan ayahnya dan setelah itu dia akan langsung cerita kepada saya dengan terus tak kuasa menahan tangis dan sayapun menjadi ikut terharu. Yang lebih mengharukan lagi adalah memang dia sudah menjadwalkan dua minggu lagi akan pulang dan ingin berkumpul bersama dan akan membawakan hadiah untuk ayahnya yang akan dibelinya saat dalam perjalanan pulang di Duty Free bandara. Dia berharap kalaupun harus meninggal dia ingin bertemu untuk terakhir kalinya. .

Menjelang beberapa jam keputusan pasti meninggal ayahnya, diapun mendapat informasi bahwa istrinya akan masuk rumah sakit untuk melahirkan sehingga dapat dibayangkan betapa kalutnya perwira tersebut. Sampai dia berkata setengah berteriak ”I should be there, I should be there!!!”(sebagai informasi untuk cuti/CTO, memang kita harus rencanakan jauh hari selain tiket, memang ada hitungan hari untuk bisa mengambil CTOCompensatory Time-Off dan Leave).

Hilman HADI Hilman Hadi Let. Col. Hilman Hadi recently arrived in Liberia in late 2006, embarking to his second UN Peacekeeping Mission assignment at the United Nations Mission in Liberia (UNMIL), as team leader of the Indonesian KONGA XXI-4. He is nothing new to...

Detail Profile »

5  Commentss

by Cavalry 91 at 28 June 2007, 21:06
Betul sekali nih, mas Hilman... semakin jauh dari tanah air bukan berati semakin jauh dari Sang Pencipta. Kedekatan kita kepada Nya yang akan membimbing menuju yang terbaik, Insya Allah...

by ambar at 29 June 2007, 00:32
Bener sekali tuh bang .... rezeki, hidup, mati jodoh, bertemu, berpisah, sedih, bahagia semua sudah menjadi takdirNya, however kita tetap senantiasa berusaha yg terbaik.
by Luigi at 29 June 2007, 10:01
Sebuah peringatan buat kita nih.. agar senantiasa mempersungguh ibadah. Nuhun pisan buat artikelnya - sebuah reminder, sungguh!
by undercover at 29 June 2007, 13:51
Tentara juga manusia rupanya. Hahaha...
Saya kira prajurit itu pantang menitikkan air mata. Ternyata benar, orang yang kuat itu bukan berarti tidak pernah meneteskan air mata. Tapi lebih-lebih dikarenakan bagaimana seseorang itu bersikap atas cobaan yang sedang menimpanya. Saudara2ku Konga XXIII-A menangislah disaat kalian rindu kepada kampung halaman, disaat hati kalian dibombardir rasa kangen yang mendalam kepada anak istri tercinta dan orang2 tersayang. Karena orang yang kuat, bukan berati tidak pernah menitikkan air mata. Karena menangis bukan berarti kalian cengeng. Karena terkadang titik air mata adalah embun penyejuk dan damai galau hatimu.
by ekowanz at 29 June 2007, 18:25
iya..ya...
tentara juga manusia :D
 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

630 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Hari MULYANTO Lieutenant Colonel Mulyanto was born in Nganjuk, East Java, Indonesia in 1969. After he finished his formal education of high school in 1987, he joined the Indonesian Military Academy as Cadet. In the year of 1991 he was...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Pelatihan wajib masuk Iraq: SAIT Training
Saat konvoy memasuki koordinat Zulu-Papa, tiba – tiba konvoy kendaraan mendapat serangan bom yang dipasang di sisi jalan rute konvoy (Roadside Bomb), dimana kendaraan kedua menerima guncangan terkuat dari serangan bom tersebut dan hamper keluar jalur. ”Emergency.. emergency.. !, Alpha Tango this is Charlie Mike-Zero-Five, we’have been attacked by roadside bomb at coordinates Zulu-Papa.. all vehicle commander report to Mike Zero-Five on Damage Status, over”.. Crrk!..
Luigi Pralangga , 6 hours ago

Force Engineering Tinjau Pekerjaan Satgas Zeni TNI dI Kongo
Setelah sepuluh bulan berlangsung pembangunan jalan Dungu Faradje yang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI sepanjang 155 Km di Kongo serta kunjungan demi kunjungan yang telah dilakukan oleh pejabat MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) baik sipil maupun militer, kini giliran Force Engineering yang bermarkas di Kinshasa melihat secara langsung proyek jalan yang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-G/Monuc.
Agus Hermansyah , 4 days ago

UNIFIL Force Commander Buka Puasa Bersama di Indobatt
UNIFIL Force Commander Mayor Jenderal Alberto Asarta Cuevas menyempatkan diri untuk menghadiri undangan Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar dalam acara Iftar Dinner atau Buka Puasa Bersama di UN Posn 7-1 Adshit Al-Qusayr, Sabtu (4/9). Kegiatan yang merupakan ciri khas bulan puasa Ramadhan ini, turut dihadiri pula oleh seluruh Mukhtar (pemimpin pemerintahan desa, beda dengan Mayor=pemimpin agama) yang berada dalam Area Operation Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) di Lebanon Selatan.
Sanra Michiko Moningkey , 4 days ago

‘Safari Ramadhan’ Indobatt di Lebanon Selatan
Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar bergandengan-tangan dengan Wadan Indobatt Letkol Mar Guslin memprakarsai dan memimpin kegiatan keagamaan rutin yang dilaksanakan setiap dua hari sekali di seluruh jajaran kompi Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) di Lebanon Selatan. Kegiatan yang terkenal dengan nama ‘Safari Ramadhan’ gencar dilaksanakan selama bulan puasa yang penuh keberkatan ini bagi umat muslimah.
Sanra Michiko Moningkey , 7 days ago

Welfare Cruise Monusco Staff
Hari ini, diadakan Pagi ini, sesuai jadwal akan diadakan pelayaran rekreasi bagi seluruh staff Monusco yang berminat untuk berlayar menggunakan pusher & barge (tongkang) UN-07. Jadi pantas jika pagi ini Mayor Amrin yang mendapat giliran mengkomandani UN-07 begitu sibuk untuk mengatur segala perlengkapan guna kelancaran acara tersebut. Dari mulai mengatur meja, kursi, sound system, acara selama perjalanan, door prize, makan siang dan perlengkapan penunjang lainnya. Bantuan pengawalan khusus diminta dari Ghana Batallion QRT (Quick Reaction Team) yang berjumlah 12 orang dengan harapan tidak akan terjadi masalah keamanan selama perjalanan. Meski perlu diketahui kalau pelayaran ini hanya menempuh jarak 25 KM dari Onatra Port Kinshasa ke daerah Kingkole dan bisa ditempuh selama kurang lebih 3 jam.
Lusyanto Januar , 7 days ago

 

Recent Comments

riza commented on Pelatihan wajib masuk Iraq: SAIT Training
a few seconds ago


Ovan Radho commented on Bertugas di Misi Perdamaian: Meniti jalur karir di PBB
a few seconds ago


Dini Daniela commented on Sebuah cahaya diujung terowongan
a few seconds ago


karina commented on Sebuah cahaya diujung terowongan
a few seconds ago


Luigi Pralangga commented on Welfare Cruise Monusco Staff
a few seconds ago