Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

EL Fasher, sebuah kota di Sudan bagian barat

1 December 2009, 19:54 , by Bismo Teguh Prakoso

 

Dinginnya udara pagi mengusik mimpi indah kami malam itu. Khartoum 04.30 waktu setempat kami berempat – Bang Eko (Komandan Kontingen Garbha 2008-2009), Bang Arthur, saya sendiri dan Santy- harus segera berkemas menuju Movement Control (Movcon) karena proses passenger’s check-in pada penerbangan ke El Fasher sudah dibuka. Dinginnya air mandi subuh menyegarkan tubuh kami yg meskipun malam itu kami hanya istirahat 2 jam.

Indonesian FPU1.jpg

Kami sudah merencanakan CTO ke El Fasher ini jauh-jauh hari mengingat CTO kali ini adalah CTO terakhir selama misi kami setahun di UNMIS. Apalagi di El Fasher kami punya pasukan POLRI FPU (Formed Police Unit) II di bawah bendera UNAMID berjumlah 145 personil yang seluruhnya adalah anggota Brimob dengan Komandan FPU II AKBP Nazludin. Beliau satu lifting dengan Komandan Kontingen Garbha periode 2008-2009 AKBP Eko Rudi Sudarto lulusan Akpol 1991. AKBP Nazludin sebelumnya pernah melaksanakan misi UN di Bosnia.

Dengan menggunakan pesawat UN kami terbang dari Khartoum ke El Fasher selama 2 jam. Setibanya di El Fasher kami disambut oleh Komandan FPU II AKBP Nazludin beserta Wadankon Kompol Rantau. El Fasher, sesuai dengan namanya kita menjumpai kondisi alam yang berpasir, panas, berdebu dan berangin. Kami pun beranjak menuju Markas FPU II dengan menggunakan kendaraan Toyota Land Cruiser UNAMID.

Ternyata FPU POLRI bukan satu-satunya FPU dalam misi UNAMID. Dalam perjalanan kami melewati markas FPU dari Negara-negara lain seperti Egypt, Nepal, Bangladesh dan Yordania. Kami pun mendapatkan informasi bahwa status keamanan di El Fasher saat ini level 4 karena beberapa saat yang lalu telah terjadi penculikan terhadap Police Advisor dari Nigeria dan personil yang bersangkutan belum ditemukan hingga saat ini. Komandan Kontingen Police Advisor Nigeria tersebut dipulangkan ke negaranya karena menurut hasil investigasi Komandan Kontingen dinilai lalai terhadap anggota kontingennya. Setelah kejadian itu turunlah kebijakan dari unsur pimpinan UNAMID jika dalam kondisi terdesak mengancam keselamatan nyawa dan harta benda maka FPU dapat melakukan serangan dalam rangka membela diri. Jika kondisi keamanan ditetapkan level 5 maka seluruh pasukan harus dievakuasi ke negara rujukan terdekat.

Adapun tugas dari FPU adalah menjaga keselamatan Police Advisor dalam melaksanakan tugasnya. FPU bergerak dalam bentuk regu bersenjatakan lengkap, helm, rompi anti peluru dan kendaraan roda empat lengkap dengan peralatan komunikasi dan GPS.

Contingent Member2.jpg

Selama perjalanan kami mampir di Markas FPU Jordania karena Komandan FPU POLRI II AKBP Nazludin akan berkoordinasi dengan Komandan FPU Jordania. Kami pun menyempatkan diri berfoto sejenak di depan kendaraan lapis baja mereka. Secara tidak sengaja ada salah satu personil FPU Egypt lewat di samping kami dan menyapa kami. Ternyata Komandan Kontingen Garbha 2008-2009 AKBP Eko Rudi Sudarto mengenalinya karena pernah satu kelas saat kursus COESPU di Visenza Italia. Akhirnya satu persatu unsur pimpinan di FPU Egypt pun bertemu dengan kami dan terlihat mereka begitu gembira bertemu dengan Bang Eko seperti reuni masa lalu. Siang itu kami mendapatkan undangan makan siang dari FPU Egypt. Kami pun menghadirinya setelah melaksanakan sholat jumat di mesjid FPU II POLRI.

Indonesia UNAMID FPU Fleet3.jpg

Setibanya di Markas FPU II kami melihat penjagaan, kondisi lingkungan, kediaman para pasukan dan kendaraan yang tertata rapi. Pasukan FPU II Polri memiliki 6 kendaraan Toyota Land Cruiser anti peluru dan anti ranjau, sejumlah panser, sejumlah truk besar dan kendaraan patroli. Kendaraan-kendaraan tersebut adalah kendaraan milik POLRI yang dibeli dari Turkey. Sistem UN adalah UN menyewa kendaraan tersebut. Dananya diterima pemerintah Indonesia dan setelah selesai masa kontrak kendaraan-kendaraan tersebut dibawa pulang ke Pemerintah Indonesia. Kendala yang ditemui saat ini adalah dalam hal maintenance. Semua suku cadang hanya ada di Turkey. Mechanic yang ada tidak bisa berbuat banyak sehingga sebagian kecil kendaraan tidak bisa beroperasi dengan optimal.

Di dalam markas pun dilengkapi helipad untuk landing dan take off helicopter dalam situasi emergency. Untuk logistic makanan, FPU POLRI II disupply dari UNAMID setiap minggunya.

Selama kami disana kami menyempatkan diri bersilaturahmi dengan seluruh pasukan FPU berdiskusi dan menyampaikan pengalaman kami selama misi di UNMIS. Adapun pertanyaan mereka umumnya adalah bagaimana mekanisme pelaksanaan CTO dan juga mengenai peluang buat mereka melaksanakan ibadah umroh di Mekkah. Untuk pelaksanaan umroh ini masih ada kendala karena visa mereka adalah visa pasukan sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk melaksanakan ibadah umroh. Kami pun memperkenalkan contact person kami di Khartoum diantaranya Consellor KBRI Sudan, Movcon UNAMID, Movcon UNMIS, dan mahasiswa Indonesia. Diharapkan kesemua contact person tersebut dapat membantu selama pelaksanaan tugas mereka di misi ini.

The Peacekeepers FPU 4.jpg

Itulah sekelumit cerita dari kunjungan kami ke El Fasher Darfur Sudan. Semoga dengan ridlo Alloh SWT, rasa bangga, ikhlas, dukungan dan perhatian dari unsur pimpinan kami bangsa Indonesia dapat terus memerankan peranan aktifnya dimanapun bertugas.

Bismo Teguh Prakoso Police Captain Bismo Teguh Prakoso was born in East Java, Indonesia in 1980. After completion of his formal education of high school at SMU Taruna Nusantara, Magelang in 1998, he joined Indonesian Police Academy as a cadet. In the...

Detail Profile »

1  Comment

by Nofaldi at 5 December 2009, 20:02

Mas Bimo,
Terima kasih tulisannya, menarik bisa mengetahui aktivitas laskar penjaga perdamaian Indonesia di Sudan. Selamat bertugas, GBU all.
Komentar:
Wah, kalau kendaraan-kendaraan tersebut dibawa pulang ke Pemerintah Indonesia sepertinya tidak efisien karena biaya transportasi ke Indonesia bisa mahal, kenapa tidak dijual disana saja?

Salam,

Nofaldi

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Hagus INDARYANTO Major Hagus Indaryanto,SH was born in Medan, North Sumatera, Indonesia in 1973. Graduated from high school in 1992, then joined the Indonesian Military Academy as Cadet. In the year of 1995 he was commissioned as a second lieutenant in the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 9 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago