Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Dukungan logistik peacekeepers: Gizi terjaga, tugas terlaksana

9 February 2009, 14:59 , by Luigi PRALANGGA

 

Siang itu, salah seorang karib di kantor Director Mission Support mengabari kalau nama si kampret ini termasuk dalam daftar personil yang ditunjuk untuk mewakili Procurement Section untuk ikut dalam kunjungan rombongan VIP untuk terbang mengunjungi kantor UNMIL di sektor (Baca: Pedalaman) dimana acapkali perihal pengadaan/logistik sering menjadi tantangan serius dari sisi kelancaran operasional, dan perwakilan dari masing-masing ‘substantive sections’ agar mengirimkan wakilnya bersama rombongan VIP meninjau kelapangan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para staf disana.

Salah satu pertanyaan orang-orang di lapangan itu (Baca: Kantor UNMIL di hutan/kampung mblasak-mblusuk) itu adalah sangat tipikal: kenapa kiriman barang-barang selalu datang terlambat, dan lain sebagainya – dari sisi logistik. Selepasnya adalah masalah keamanan dan rotasi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga AOR (Area of Responsibility).

Kalau kita masih ingat di era pemerintahan mantan Presiden Alm. Soeharto yang saatitu sering kita menyaksikan di televisi sajian acara temu petani-kelompencapir (Kelompok Pembaca dan Pemikir) berdialog dengan rombongan kepresidenan itu – Nah, persis! – begitulah rombongan VIP ini gambaran-nya, bedanya kita mengunjungi pasukan yang bertugas di pelosok itu, berbincang dengan para sector engineers dan regional administrator officers, seperti ‘pak lurah’nya misi PBB di Liberia ini deh.

Dalam acara tanya-jawab antara staff misi di daerah dengan rombongan, yang menjadi perihal cukup krusial adalah pasokan bahan makanan yang tidak jarang mengalami keterlambatan kirim, lantaran faktor cuaca, sang pilot heli memandang langit yang sudah muram itu mendadak mogok, emoh terbang kadang sampai 1-2 hari selalu mengalami penjadwalan ulang.

Pilot dan crew-nya tidak bisa disalahkan, cuaca memang musuh bebuyutan mereka, khususnya di Liberia yang notabene kalau sudah hujan bercampur gludug (baca: Halilintar) itu sudah nggak ada ampun deh – banyak peralatan komunikasi kitayang hangus tersambar petir, kebayang kalau si helikoper resupply itu terkena – amit-amit lah!.

Sudah pasti terbayang bagaimana rasanya pasukan dan para staff di pedalaman sana harus bersabar untuk menunggu jatah pasokan, dan yang terpenting adalah pasokan makanan selain solar dan barang-barang supplies lain-nya.

——————————————————

Sebuah pagi di akhir pekan – si kampret ini ditelepon oleh sohib yang berdinas di Air Operations & Movement Control, seorang mas-mas dari Rusia, sebutlah dia namanya _Olyxsander Sontoloyev).

Hey, mame.. inget obrolan kita tempo hari.. soal penerbangan resupply ke Harper?..”

Iyah, pasti masih inget – sudah turun jadwalnya jam berapa?”

Nanti siang, jam 1:30 dan namau ada dalam passenger manifest, kita terbang balik hari..” – Ucapnya.

Good, saya sedang dijalan menuju Airport, ETA – 10 mikes..” – jawab si kampret ini.

Roger – see you at the tarmac..” – click!

Si Mas Sontoloyev ini memang selalu memberi khabar saat ada jadwal penerbangan resupply ke daerah pedalaman dimana acapkali bila longgar si kampret ini pun turut serta sambil secara tidak resmi menjadi “Mat Kodak” bagi kegiatan bongkar muat yang menjadi dokumentasi kantor mereka.

UN Helicopter

UN Helicopter

UN Helicopter

UN Helicopter

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Liberia, saat ini berjumlah sekitar 9000 personil yang tiap hari harus dicukupi gizi-nya, agar lancar dalam melaksanakan tugasnya masing-masing dan menikmati pasokan gizi yang cukup sesuai Daily Nutrition Allowance. Kalau dilihat dari macam-ragam panganan yang naik dimuat di plaka kargo ini – sumpeee! persis seperti belanjaan di Carrefour itu! – Makanan bermutu semua.

UNMIL Movcon staff

UNMIL Movcon staff

Setelah kelar mendokumentasikan proses bongkar muat, tidak ketinggalan pula si Mas Sontoloyev sempat-sempatnya bergaya dan minta difoto di ruang kokpit dan bersama para staff lokal yang sebelumnya sibuk membongkar muat. Sudah pasti si kampret ini selalu menjadi yang paling terakhir untuk ikut difoto sebelum lepas landas.

PS: Ohya, kalau ditanya seperti apa sih rasanya naik heli resupply ini? —-> Berisik banget! – seperti duduk disebelah genset raksasa! dan getaran serta deru mesin & baling-baling-nya bikin bokong ini jadi mati rasa!.

PPS: Mau ikutan?.. kalau gitu ayo ngelamar ke ———> SINI .

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

1  Comment

by Reiza at 16 February 2009, 04:44

hahahahaa….
nice story :)

tetap semangat !!

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

549 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

James Maramis James Maramis spent his first 15 years in Papua, formerly known as IrianJaya, Indonesia. Completed his Bachelor of Nursing Science from Indonesia Adventist University (UNAI) Bandung on 17 August 2003. After 3 years serving under International SOS (ISOS) Freeport Tembagapura as...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Indobatt gelar Training of Trainer
Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mencapai suatu keunggulan positif dibandingkan dengan satuan tugas dari kontingen lain, memerlukan inovasi yang kreatif dan berhasil guna bagi lingkungan dimana... »
Yogi Nugroho , 15 hours ago

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 2 days ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 2 days ago

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 4 days ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 4 days ago

 

Recent Comments

Arny commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


agus mewal commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Ehabel commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Victor George commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Dobuol Sudan Nyuon commented on Malakal family
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com