Siang itu, salah seorang karib di kantor Director Mission Support mengabari kalau nama si kampret ini termasuk dalam daftar personil yang ditunjuk untuk mewakili Procurement Section untuk ikut dalam kunjungan rombongan VIP untuk terbang mengunjungi kantor UNMIL di sektor (Baca: Pedalaman) dimana acapkali perihal pengadaan/logistik sering menjadi tantangan serius dari sisi kelancaran operasional, dan perwakilan dari masing-masing ‘substantive sections’ agar mengirimkan wakilnya bersama rombongan VIP meninjau kelapangan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para staf disana.
Salah satu pertanyaan orang-orang di lapangan itu (Baca: Kantor UNMIL di hutan/kampung mblasak-mblusuk) itu adalah sangat tipikal: kenapa kiriman barang-barang selalu datang terlambat, dan lain sebagainya – dari sisi logistik. Selepasnya adalah masalah keamanan dan rotasi pasukan penjaga perdamaian yang bertugas menjaga AOR (Area of Responsibility).
Kalau kita masih ingat di era pemerintahan mantan Presiden Alm. Soeharto yang saatitu sering kita menyaksikan di televisi sajian acara temu petani-kelompencapir (Kelompok Pembaca dan Pemikir) berdialog dengan rombongan kepresidenan itu – Nah, persis! – begitulah rombongan VIP ini gambaran-nya, bedanya kita mengunjungi pasukan yang bertugas di pelosok itu, berbincang dengan para sector engineers dan regional administrator officers, seperti ‘pak lurah’nya misi PBB di Liberia ini deh.
Dalam acara tanya-jawab antara staff misi di daerah dengan rombongan, yang menjadi perihal cukup krusial adalah pasokan bahan makanan yang tidak jarang mengalami keterlambatan kirim, lantaran faktor cuaca, sang pilot heli memandang langit yang sudah muram itu mendadak mogok, emoh terbang kadang sampai 1-2 hari selalu mengalami penjadwalan ulang.
Pilot dan crew-nya tidak bisa disalahkan, cuaca memang musuh bebuyutan mereka, khususnya di Liberia yang notabene kalau sudah hujan bercampur gludug (baca: Halilintar) itu sudah nggak ada ampun deh – banyak peralatan komunikasi kitayang hangus tersambar petir, kebayang kalau si helikoper resupply itu terkena – amit-amit lah!.
Sudah pasti terbayang bagaimana rasanya pasukan dan para staff di pedalaman sana harus bersabar untuk menunggu jatah pasokan, dan yang terpenting adalah pasokan makanan selain solar dan barang-barang supplies lain-nya.
——————————————————
Sebuah pagi di akhir pekan – si kampret ini ditelepon oleh sohib yang berdinas di Air Operations & Movement Control, seorang mas-mas dari Rusia, sebutlah dia namanya _Olyxsander Sontoloyev).
“Hey, mame.. inget obrolan kita tempo hari.. soal penerbangan resupply ke Harper?..”
“Iyah, pasti masih inget – sudah turun jadwalnya jam berapa?”
“Nanti siang, jam 1:30 dan namau ada dalam passenger manifest, kita terbang balik hari..” – Ucapnya.
“Good, saya sedang dijalan menuju Airport, ETA – 10 mikes..” – jawab si kampret ini.
“Roger – see you at the tarmac..” – click!
Si Mas Sontoloyev ini memang selalu memberi khabar saat ada jadwal penerbangan resupply ke daerah pedalaman dimana acapkali bila longgar si kampret ini pun turut serta sambil secara tidak resmi menjadi “Mat Kodak” bagi kegiatan bongkar muat yang menjadi dokumentasi kantor mereka.




Pasukan penjaga perdamaian PBB di Liberia, saat ini berjumlah sekitar 9000 personil yang tiap hari harus dicukupi gizi-nya, agar lancar dalam melaksanakan tugasnya masing-masing dan menikmati pasokan gizi yang cukup sesuai Daily Nutrition Allowance. Kalau dilihat dari macam-ragam panganan yang naik dimuat di plaka kargo ini – sumpeee! persis seperti belanjaan di Carrefour itu! – Makanan bermutu semua.



Setelah kelar mendokumentasikan proses bongkar muat, tidak ketinggalan pula si Mas Sontoloyev sempat-sempatnya bergaya dan minta difoto di ruang kokpit dan bersama para staff lokal yang sebelumnya sibuk membongkar muat. Sudah pasti si kampret ini selalu menjadi yang paling terakhir untuk ikut difoto sebelum lepas landas.

PS: Ohya, kalau ditanya seperti apa sih rasanya naik heli resupply ini? —-> Berisik banget! – seperti duduk disebelah genset raksasa! dan getaran serta deru mesin & baling-baling-nya bikin bokong ini jadi mati rasa!.
PPS: Mau ikutan?.. kalau gitu ayo ngelamar ke ———> SINI .


hahahahaa….
nice story :)
tetap semangat !!