“Iyah, mama.. berangkat dulu yah.. mohon doakan selamat sampai di rumah ya.. perjalanan panjang nih..” ucapku dan dibalas oleh istri: “Amiin, segeralah cepat-cepat pulang, anak-anak sudah terus bertanya..”. Begitulah percakapan telepon tanggal 14 September 2009 sekitar pukul 4pagi dini hari. Tiada yang tidur dari kami berempat, staff UNMIL – Liberia yang melakukan mudik bedol desa guna menyambut Lebaran 2009 ini. Memang edisi mudik kampung kali ini adalah edisi special, mengapa? Karena inilah kali pertama bagi kita-kita staff PBB/UNMIL di Liberia bisa bersama-sama mudik bareng.
Dari kami berempat, yaitu 2 staff Military Observer; Major Harwin Dicky Wijanarko, dan Major Deden Lukman Wijaya, lalu 2 staff sipil, selain saya ada kang Luigi. Awal malam itu, 13 September 2009, kita berkumpul dirumah beliau untuk buka puasa bersama yang sekaligus merupakan malam ramadhan terakhir yang diluangkan di Monrovia.
Pukul 4:30 AM sudah siap kami berempat dengan barang bawaan masing-masing, dimana langit diluar masih cerah sekali diterangin cahaya bulan purnama dan kebanyakan dari mereka para tetangga masih terlelap dalam tidurnya.. sementara hati in rasanya sudah tidak sabar lagi untuk segera berada di bandara, jika perlu nangkring persis disebelah roda/ban pesawat guna memastikan bahwa diri ini tidak terlambat mudik.
Perjalanan panjang sekitar 100 Km lebih ditempuh dari bilangnan Riverview menembus downtown Monrovia hingga Airport Highway. Mohon diingat bahwa istilah Airport highway di Monrovia adalah ruas jalan 2 arah yang lebarnyatidak kurang dari 12 meter saja, bukan seperti ruas jalan tol yang bertingkat-tingkat seperti di tanah air. Maka dalam 1 jam, tibalah kita berempat di Bandara Internasional Roberts, Monrovia. Proses pendaftaran penumpang berjalan lancar dan ada sekitar 140 orang para staff UNMIL yang masuk sebagai penumpang penerbangan shuttle UNMIL dari Monrovia –Accra pagi itu. Inilah suasana di terminal UNMIL, bandara internasional Roberts di Monrovia;
Sambil menunggu jam keberangkatan, fasilitas wi-fi di terminal khusus UNMIL memungkinkan saya mengabari keluarga via Facebook mereka.
Sumringah senyum ini makin terasa lebar tatkala langkah ini mulai menjejak aral tarmac/pelataran parkir pesawat dan berangsur-angsur mendekat dengan pesawat UNMIL, tiada satupun terlihat dengan tampang cemberut pagi itu, paling tidak dari wajah kita berempat.
Penerbangan Monrovia – Accra, ditempuh selama 1 jam 45 menit mulus lancar, begitu mendarat langsung disambut oleh kolega staff UNMIL Movement Control (Movcon) yang membantu kedatangan staff UNMIL untuk proses keimigrasian dan klaim bagasi, hingga terus pada pendaftaran penumpang penerbangan komersial selanjutnya, yaitu oleh Emirates Airlines.
Sepanjang pengalaman bertugas lewat 2 tahun terakhir ini, dirasa hanya Emirates Airlines sajalah yang dapat dengan nyaman mengantar mudik dan kembali bertugas ke Liberia, melalui Accra, Ghana. Pernah mencoba maskapai penerbangan lain, yaitu Kenya Airways, namun masih lebih nyaman dengan maskapai yang satu ini.
Memang, nasib mujur tidak dapat dipesan ataupun ditolak, saat boarding pass diberikan, ternyata sayamendapat tiket masuk gratis lounge Business Class si maskapai dan pada saat pengumuman naik pesawat, kemudian kartu pass (boarding pass) ini malah ditukar dengan kartu pas kelas bisnis, melihat peristiwa itu, 2 kawan seperjalanan yaitu Kang Deden dan Mas Dicky bertanya kepada petugas Check-in: “Mbak-mbak.. bagaimana dengan kita berdua?” – sembari melirik kehadapan saya. Andai saja saya bisa, akan kubawa serta mereka berdua duduk bersama di kelas bisnis.
Penerbangan Accra – Dubai ditempuh dalam waktu 8 jam 45 menit. Memang bener deh beda sekali pelayanan kelas bisnis dengan kelas dibalakangnya.
Kursi/tempatduduk penumpangnya besar dan lebar dan bisa direbahkan sampai tidur tanpa menggangu penumpang dibelakang. Maklumlah, karena mahalnya harga tiket pesawat ke Accra dan afrika pada umumnya, untuk nominal setara US$2 ribu, hanya bisa menerbangkan saya dan duduk di kursi kelas ekonomi saja, itulah mengapa penerbangan kali ini benar-benar pengalaman yang beda banget!.
Akibat bergadang semalaman sejak berbuka puasa di sore hari sebelumnya, begitu duduk di kursi keas bisnis sepertinya langsung mendadak jadi “pelor” (baca: Nem*PEL* langsung mo*LOR*). Penjelasan video tentang keselamatan dan demonstrasi pemakaian sabuk pengaman nampaknya sudah terlewatkan dari perhatian.
Sesekali saya terinigat dengan 2 rekan kita dideret kursi kelas belakang itu, persis seperti pada penerbangan saya dahulu. Nampak para pramugrai danpramugara yang bertugas di kabin bisnis amat sangat ramah menyapa dan melayani, saya lupa sudah berapa kali wajah ini tersenyum terus hingga agak pegal sedikit otot pipi ini.
“Mister Donasion, welcome aboard, sir.. we would like to offer you selection of desserts.. there are chocolates and cakes, which one would you like to have?…”
Maka saya tunjuklah, sebuah kue dengan bentuk cantik sekali, entah apa namanya.. sembari disiapkan oleh sang pramugari nan cantik dengan bulu mata lentik itu, setelah diirisnya si kue itu, bukannya diberikan langsung kepada saya malah sembari memotong ukuran satu suap, kemudian ia berkata:
“Mister Donasion, can you please open your mouth.. aaaa…”
Dalam hati kemudian berkata: “Hah? – ini maksudnya apa nih? – mau di suapin kok bilang aaa, gitu sih?”
Sementara sendok dengan potongan kue itu masih nangkring diudara siap untuk disuapkan, eh ada tangan satu lagi dia ikut mencolek-colek saya sembari kedua matanya ikut kedap-kedip bak penyanyi dangdut gitu deh.. tambah bikin bingung aja jadinya.. makin dibiarin pura-pura nggak tau, si colekan-nya makin sering.
Terdengar di telinga ini panggilan dengan suara yang lebih rendah dari suara khas wanita. Pikir saya, kenapa ini si pramugari nan cantik jelita berbulu-mata lentik itu jadi fals begitu suaranya ya?. Setelah kutatap baik-baik, ternyata dihadapan saya adalah seorang pramugara yang bermaksud membangunkan untuk mempersiapkan santap malam, meminta ijin untuk membukakan meja/tray disisi tempat duduk.
Sambil bergegas bangkit dari posisi agak tertidur, melipatkan tray meja dan semapt berpikir; pantas saja tidak masuk akal, semestinya menu utama atau pembuka dulu yang ditawarkan (dalam mimpi) itu malah melainkan langsung menu penutup. Oalaaah, saking seriusnya akan rindu kampung sampai terbawa mimpi.. memang kursi di kabin bisnis itu bikin orang mudah terlelap dan mimpi indah.
Sajian makan malam diudara pun dimulai, dengan hamparan taplak meja putih cemerlang dengan akses sekuntum bunga anggrek di sudut kiri atas, berbagai hidangan pembuka yang sudah hampir membuat penuh isi perut ini, belum lagi hidangan utama dan penutup. Icip-icip sana-sini akhirnya selesai juga santap malam dan ternyta selang 15 menit kemudian muncullah dari belakang sang pramugari cantik bermata genit.. eh, maksudnya berbulu-mata lentik itu menyapa dihadapan saya.
Meski wajahnya berbeda, namun kata-katanya diucapkan persis sekali dengan “pramugari” yang ada di mimpi saya sebelumnya.. hanya kali ini lebih nyata. Seperti memutar ulang kejadian yang ada pada mimpi sebelumnya, namun begitu dia selesai mengiriskan porsi kue yang saya pilih, buru-burulah tangan saya menyambut si piring tadi, jadi biarlah saya menyuapkannya sendiri.
Mimpi disuapin pramugari di ketinggian 30 ribu kaki, hmm.. nampaknya sebuah mimpi yang unik.. sudah pasti saya ingin sekali mencoba serupa, disuapi irisan kue oleh istri dirumah nanti.








lalu jangan lupa juga nyuapin anak/cucu pak..
heheh…
salam kenal ya pak :)
wah…., pak don. ampek segitunya. hehehhe. salam buat kang luigi
hehehe….mimpinya seru juga pak don. akhirnya dirumah kesampaian juga disuapi istri? harus ada cerita sekuelnya nih pak… salam dari surabaya. salam buat rekan2 yg bertugas di sana.
owalah pak,tak kira serius,great article and great story pak.!! hehehehe..>!!!
lelembutannya sudah sampai duluan di rumah tuh pak :D
selamat ya bapak-bapak bisa berlebaran di kampung halaman juga :)
wooow . .
my daddy is very handsome . . . . .
i love him so much . . .
so long to see u again in february . . .
we love u and always miss u paaa . . . .
Pak Don,
koq ngga bagi-bagi mimpinya ama temen yang dua lagi?
selamat bertugas pak.
Bang Don. . .
Yo Sabana sero tabang jo emirates. . .
pas pulo dapek yang di business class. . . dak taraso jauah tabang do bang. . .
hahaha. . .
Maaf jadi sedikit tradisional. . .
Sukses selalu bang. . .
Salam hangat dari Tanah Air…
deded