Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Tri Ambar NUGROHO

Disini: Dangdut itu terasa nikmat dan gurih sekali!

12 January 2008, 04:49 , by Tri Ambar NUGROHO

 

Hari itu hujan deras campur gludug, dia ramai dar-der-dor dilangit sana, sementara kita-kita hanya bisa berteduh dibawah lindungan kontrakan beratapkan lembaran seng yang berisik sekali bunyi-nya tertimpa derasnya curah hujan: “ratatatatatatatatatataa…” begitulah bunyinya.

Ya, suara hujan dan dentuman yang menghujam atap seng rumah dimana kami berteduh. Waktu itu, ada Mas Hilman dan Mas Luigi – selain si kampret ini. Waktu itu adalah hari Minggu sore, dimana bagi kebanyakan dari kita di tanah air – hari minggu sore adalah hari yang terasa seperti di Syurga (halah – Hiperbola sekali kamu!).

Ya .. bagai di Syurga – mengapa tidak? Bayangkan, biasanya hari Minggu sore itu adalah jadwal wajib nangkring dan bercengkerama, kalau bukan bersama keluarga di rumah, ngobrol ngalor-ngidul dengan sanak famili dalam sebuah acara arisan keluarga, dan/atau nangkring bersama kampret sepergaulan di deret bangku-meja kafe tongkrongan kelas wahid di bilangan Jakarta itu – sambil ramai kedua bola mata menyatroni dara-dara manis yang berseliweran dilajur promenade shopping mall itu.. (Gawat! – menetes sudah air liur ini – membayangkannya! – Setaaan!)

Oke, kembali ke realita, Sodara – sodara!
Waktu itu, listrik dirumah kita (Maksudnya rumah kontrakan Milobs Indonesia) masih mampus, cahaya remang-remang sore masih berbaik hati dan mau menerangi ruang didalam, kita bertiga masih sibuk wara-wiri keluar masuk antara ruang tamu dan dapur. Sebuah kegiatan standar, apalagi kalau perut ini sedang dilanda kelaparan dari habis setengah hari beraktivitas diluar.. salah satunya belanja sembako mingguan dari satu supermarket kepada berikutnya.

Berburu bumbu dan bahan makanan yang sudah pasti jauh dari ketersedian ragam layaknya di kampung halaman. Mie instant yang tersedia disini sudah pasti terasa aneh di lidah kita yang terbiasa dengan citarasa nusantara. Bumbu dapur, sudah beruntung bertemu yang serupa, sisanya banyak jenis rempah ala India – dimana kalau dibuka tutup kemasan-nya, guna memastikan apakah ini serupa dengan bumbu ketumbar atau bumbu dapur di kampung, aromanya malah kok persis dengan bau ketek orang India yah? – Wah nggak jadi deh beli!

Sepanci penuh mie dan udang rebus, dengan improvisasi bumbu masak ngawur (Perhatian: Hal ini tidak berlaku pada masakan yang dimasak oleh Mas Hilman) ditambah dengan berbagai gaya penyajian, lengkap sudah menu makan malam kita. Uap panasnya mengepul ke udara – merebak ke sekeliling ruangan, ditambah dengan irisan cabe rawit yang merasuk ke rongga hidung ini, benar-benar membangkitkan selera.

*Hore!! * – listrik dirumah menyala, nampaknya si juragan kontrakan di rumah sebelah juga sudah mulai sepet juga matanya karena sudah tidak bisa melihat lebih baik dalam kegelapan. Maka hidanganpun terlihat manis tersaji diatas meja makan dan tentunya terasa lebih menantang.

Ntar dulu, ujar Mas Hilman..! – masih ada yang kurang..!” , mengkerutlah dahi dan melengkunglah kedua alis mata ini jadinya.

Apalagi yang kurang ya? – nasi sudah matang tersaji, piring-sendok-garpu sudah ada.. – begitulah pikir dalam benak ini.

Sambil bergegas menuju rak dimana TV dan DVD player itu berada, ternyata beliau kemudian memasang musik pengiring santap malam. Bukanlah alunan melodi musik klasik ringan ala Mozart dan/atau Beethoven, melainkan alunan merdu musik dangdut yang dibawa-nya sebagai pengobat rindu.

Bang Thoyib, itulah judul lagu perdana yang menemani santap malam ditengah hujan gluduk saat itu – lebih baik ketimbang mendengarkan ramai-berisik suara atap seng dengan dentuman derasnya air hujan.

♪..♫.. Bang Thoyib… Bang Thoyib… ♪..♫..♪..kapan pulang?” – begitulah kira-kira lirik sajak lagunya ;-)

Kok persis ya dengan sutuasi yang saya dan kawan-kawan di misi ini? (Jarang pulang). Ramailah gelak-tawa ini jadi-nya.. membicarakan wanita-wanita terkasih yang sedang berada nun jauh di kampung halaman serta romantika kehidupan sembari ditemani alunan musik dangdut itu. Entah kenapa, kok tiba-tiba dengan iringan musik dangdut itu, hidangan santap malam kita terasa lebih nikmat dan gurih ya?

At times, I think Dangdut is stupid – but I listen to it, anyway..

Tri Ambar NUGROHO Tri Ambar Nugroho Major Tri Ambar Nugroho, began his international assignment as U.N. Military Observer with UNMIL in Liberia as the team member of KONGA XXI-4 arrived in Monrovia in late 2006. Have been extensively patroling various regions of Liberia, which to include...

Detail Profile »

11  Comments

by Domba Garut! at 12 January 2008, 04:55

Gua sukaa banget ama yang satu ini:

“At times, I think Dangdut is stupid – but I listen to it, anyway..”

Jangan2 dia koleksinya lengkap nih.. coba hibahkan dulu kepada tim KONGA XXI-5 yang baru ini, nampaknya mereka nggak bawa bekal lagu dangdut nih!

Tarik, maang!… Yiihaaaa…. :-)

by andri at 12 January 2008, 12:49

dapur bersejarah, mulai dari dari ayam gosong sampe daging kambing yg nggak bisa mateng dimasak berjam-jam.
Tapi dibawah kan ada restoran, klo dah capek tinggak order ato makan kebawah. Rumah di Sinkor kiranya layak dipertahankan.

by joseph at 13 January 2008, 10:41

Rombongan mereka (KONGA XXI-4), dikasih lagu apa pun makanannya terasa enak. Wong mereka emang doyan maem. Liat aja postur mereka bertiga yg melebar.. Beda dg rombongan baru yg memanjang (kerempeng?), karena dikasih lagu apa pun dipake untuk senam……

by Puguh H.J Pamungkas at 15 January 2008, 05:59

Ya pokoke Dangdut is the Music Of My country ya mas Tapi jangan lupa pulang juga ya mas……..

by didut at 21 January 2008, 01:53

pasang kucing garong pasti lbh hot tuh :P

by loper at 15 February 2008, 09:57

emang tidak ada yang lebih gurih selain melihat liukan penyanyi bang thoyib …hahahhahaha

by ET at 18 February 2008, 03:25

Meskipun saya bukan penggemar dangdut, tapi kalo lagi ‘stress’ banyak kerjaan, dengerin lagu dangdut enak buanget !!
Apalagi untuk Bapak2 yang lagi tugas di negara orang… jadi kangen keluarga ya pak ?

by Nofaldi Adlin at 5 December 2009, 19:14

Dangdut is the music of my country, mas!

by amphi at 15 December 2009, 12:00

ha…haaa….haaaa
Mas…mas….n..bapak2…skalian…jd..ternyata…
oma…irama…berperan….lumayaan…yaaaak

by dewi at 15 December 2009, 19:51

Tidak apa-apa toh ngumpul-ngumpul makan sambil mendengarkan dangdut, mau sampai bergadang juga sah-sah saja, kalau ngumpul-ngumpul berjudi, dikau sungguh-sungguh Therlaluh ;D

by Lastri at 6 March 2010, 13:24

Musik adalah bahasa yg universal, gag da salahnya di dengerin palagi saat2 butuh semangat n pengusir suntuk akibat lelah kerja seharian…. sekalipun saya bukan penggemar musik dangdut, tp gag perlu ragu muter musik dangdut … yg penting bisa bikin heppy…

Ayo kang Luiqi…. joget sampe pageeeeee wkkwkkkk

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

547 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nur Tantrio Presently serving at the United Nations Integrated Mission in Timor-Leste, an Engineer by academics, a travel and photography enthusiast by hobby. Nur Tantrio in his assignment is based in the capital, Dili – assisting the office of Engineering Section/UNMIT with...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Kursus MS Office Basic untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga: The Power of Motherhood
Awalnya saya sedikit pesimis dengan kemungkinan berhasilnya program kursus MS Office Basic yang kami siapkan khusus untuk ibu-ibu rumah tangga. Bayangkan “ Ibu-ibu rumah tangga gitu looh ” seloroh istri... »
Ro'is Nahrudin , 1 day ago

Indobatt gelar Training of Trainer
Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mencapai suatu keunggulan positif dibandingkan dengan satuan tugas dari kontingen lain, memerlukan inovasi yang kreatif dan berhasil guna bagi lingkungan dimana... »
Yogi Nugroho , 1 day ago

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 2 days ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 2 days ago

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 4 days ago

 

Recent Comments

Didut commented on Impresi gado-gado di Myanmar
a few seconds ago


Didut commented on Menu makanan [pengungsi] hari ini
a few seconds ago


Didut commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Didut commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


Arny commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com