Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Dibibir Senja di garis batas pilihan

28 April 2009, 06:15 , by Erfan Ahmad Piliang

 

Sebuah penantian yang panjang dan melelahkan ….. hari – minggu – bulan & tahunpun terus bergulir dan tanpa terasa setelah rasa jemu menjadi mati rasa,ironisnya setelah sekian lama menunggu dan yang ditunggu tidak merasa ditunggu.

LALU…….. tibalah hari itu .

Lamunan sesaat tanpa bayar tadi buyar seketika kala aku mendengar teriakan khas batak yang kubenci tapi kurindu sangat. Suara itu pastilah dia si Radja Nami Siregar sahabat karibku. Aku tak ada pilihan untuk memilih dengan konotasi yang lain dari kata rindu…karena aku memang merindukannya. Seorang sahabat & guru hidup yang mengajarkan dan mentransfer ilmunya dengan tulus kepada semua orang.

Seorang sahabat yang suka berdebat, gigih dan pantang menyerah tapi suka mengalah kalau sudah berujung pada saat menjelang jam makan siang….. dasar anak perantau, itulah uniknya sahabatku yang satu ini iya selalu tak punya malu untuk urusan keamanan lambungnya.

Pertemuan nyata kami ter achir sekitar awal Januari 2001 di Bandung dalam pertemuan tanpa sengaja meeting regional se Jabar Ikatan Marketing Retail Indonesia (IMRI).

Akhirnya kita bertemu disini sohib……..betapa sempitnya dunia ini yaa,dulu kau bilang dunia ini tak berbatas & bertepi, tapi atas kehendak TUHAN ( itu katamu juga ) akhirnya kita bertemu di Africa ini dalam dunia yang berbeda.

Sungguh aku belum bisa mencerna dengan baik semua alasan yang telah kau uraikan tadi malam…bahwa kini kau telah menjadi seorang Pendeta dan kehadiranmu ke Kishasa ini bergabung dengan salah satu Congregation Misi Khatolic “ SVD” yang berpusat di Belgium.

AKU memang tak tau persis kejadian apa yg telah kau alami selama 10 tahun ter-akhir ini sehingga harus memilih jalan MULYA atau sekaligus berdaulat/ber-eksistensi kepada Tuhan, tapi keputusanmu akan kuhargai dalam persepsi & pemahaman dengan kebenaran masing – masing sebagai orang yang ber Tuhan. Aku akan selalu berdoa semoga pengabdianmu merupakan pilihan yang benar dan TUHAN kan selalu menyertaimu dalam iman, kesehatan dan hati yang selalu bersih dalam setiap khotbah mu.

Seandainyapun pilihanmu adalah “ sebuah kebebasan “ dari dunia kotor menuju dunia yang lebih religius menuju perjuangan, untuk terjatuh & berdiri lagi demi menggapai kenyataan hidup yang mungkin lebih indah dari impian kita semua, akupun tak tau. Pilihanmu adalah semata hak mu.

Mengenangmu sohib ….. aku ter-ingat cerita lucu ketika kita sama sama diklat di Bumi Secapa TNI Bandung, dalam acara mencari jejak di tanah pekuburan dilokasi Secapa, aku tahu kau sangat pemberani, tapi aku tak pernah tahu kalau mentor kita Letkol Hamzah memberimu tugas sebagai sosok hantu, ketika kau muncul dengan kostum baju & topeng tengkorak, kau pasti ingat AKU merupakan DAN regu Macan Tutul dan bersama rekan lainnya kami lari terbirit birit, tercekat & terjebak dalam suasana “ Halusinasi Bau Dupa Kemenyan “ yang dibakar dilokasi tanah pekuburan secapa tersebut, sebahagian dari kami terjatuh dan terhimpit persis seperti ikan gembung rebus didalam keranjang bakul, kau bisa bayangkan kalutnya kami dalam cengkeraman rasa takut dengan beban ransel ber-isi 20 kg batubata dipundak kami.

Serpihan kenang “ tersebut indah sangat merekat erat diantara kita, walau acara Diklat tersebut hanya 2 minggu sesaat, tapi semuanya tak akan pernah ter-ulang, usia kita sudah jauh terbentang dan akupun sudah mulai lelah merajut hari sambil menyisir waktu menjelang dermaga akhir.

SEJAK itu jumpa kangen tak pernah tuntas dalam setiap janji kita para alumni Secapa, berkali – kali telephone, sms & email sudah kita tayangkan. Pastilah semua jua atas kehendak Tuhan pula.

Kemarin aku sudah memperkenalkanmu dengan para TNI / Milobs yang bertugas dalam misi Perdamaian PBB di Indonesian House – Kinshasa, itulah mereka saudara kita sebangsa dan setanah air, dulu kita hanya mendengar slogan mereka sebagai ABRI yang Manunggal dengan Rakyat….. aku pikir slogan yang sama KINI telah kau pikul dengan Derajat sebagai PENDETA kau juga harus dekat sangat dengan para ummat/jemaat Gerejamu….Pendeta yang pandai memikat & merakyat dengan khotbahmu.

Selamat bertugas sohib dalam misimu sebagai Pendeta / Missionaris ….. aku tak akan pernah melupakanmu sebagaimana harapanku agar kau tak pula melupakanku.

Nama & semua kenangan selama aku mengenalmu pasti akan tercatat dalam pintu lubuk hatiku,akan kukunci dan kuncinya akan kubuang dikedalaman Samudera Segitiga Bermuda agar kenangan itu tak menguap atau terkontaminasi oleh hasutan zaman.

Percayalah ….. AKU pandai dan lihay sangat menyembuyikannya,tak akan pernah terhapus, terkecuali tercuri oleh para Malaikat nantinya.

Dimalam yang hening ….. Kinshasa 25 April 2009 : Erfan Ahmad Piliang

Erfan Ahmad Piliang Erfan Ahmad Piliang is not new comer to Africa. Currently responsible to support Indonesia’s Sinar Antjol markets existence in the Democratic Republic of Congo (DRC). Previously serving in various eastern african regions, like Angola, Eritrea – Ethiopia, Comoros Island, Madagascar...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sigit SAKSONO Originating from the Infantry, Sigit Saksono has been exposed to various assignments. Attended several overseas military in India, Australia, and Singapore. Presently serving at MONUC – the United Nations Peacekeeping in Dem. Republic of Congo as COE Inspector. Sigit will...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago