Misi peacekeeping PBB di Liberia, saat ini diperkirakan sekitar 9000 personnel military peacekeepers, 120 personil perwira Pengamat Militer (UN Military Observers) dan Staff Officers, serta hampir 1000 personil staff internasional dan UN Volunteers bertugas diberbagai lokasi di pelosok Liberia. Semua bahu-membahu dibidangdan keahliannya masing-masing guna menjaga proses perdamaian di negeri ini.
Seiring dengan perbaikan situasi dan kondisi stabilitas keamanan di Liberia yang kunjung membaik, secara berkala pihak senior management misi PBB di Liberia (United Nations Mission in Liberia/UNMIL) melakukan penyesuaian akan jumlah personilnya, terutama keberadaan personil kontingen bersenjata PBB yang secara perlahan dan dengan perntimbangan yang sudah diperhitungkan bersama, mengurangi jumlah dan memulangkan mereka ke negara asalnya. Hal ini juga terjadi pada kontingen Military Observer Indonesia, dibawah payung Kontingen Garuda Serie XXI, yang sejak tahun 2009 ini berada pada serie Kontingen Garuda XXI-6 hanya diwakili oleh 2 perwira saja dari sebelumnya 3 orang. Memang jumlah yang kecil sekali bila dibandingkan dengan jumlah personil UNMO (United Nations Military Observer) negara lain. Jadi, untuk tahun 2009 ini, bila digabung dengan jumlah staff internasional sipil asal Indonesia, kita di UNMIL mempunyai keluarga berjumlah: 6 orang saja, dan kebanyakan dari kita bertugas terpencar diberbagai lokasi.
Meski sudah lama berselang, HUT Proklamasi masih terus bergema dikalbu ini, dan karena situasi serta kondisi lapangan, sampai saat ini kita belum sempat untuk mendapatkan kesempatan untuk berkumpul bersama disatu lokasi/tempat untuk merayakan/memperingati HUT proklamasi, namun demikian sudah disepakati sebelum kita-kita cuti mudik, harus sudah bisa kumpul sembari sambung silaturahim. Siapa-siapa saja sih keluarga Merah-Putih di Liberia ini?. Ijinkanlah si kampret ini untuk memperkenalkan mereka dibawah ini;
Major Dicky Harwin Wijanarko
Kita pertama kali bertemu saat si kampret ini bertandang ke kantor PMPP/TNI (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) di Mabes TNI – Cilangkap, disela-sela kunjungan kekerabatan, bertemu dengan beliau yang kebetulan sudah mendapatkan kepastian akan bertugas ke Liberia. Kemudian proses pemberangkatannya pun kebetulan bertepatan dengan jadwal keberangkatan dinas saya kembali ke Liberia, maka terbanglah kami berdua bersama dari Jakarta hingga terus ke Monrovia pada bilangan Maret 2009 lalu. Sebelum bertugas ke Liberia dibawah UNMIL, Mas Dicky berasal dari kesatuan marinir dan berkantor di Mabes TNI, Cilangkap – Jakarta.
Mas Dicky, saat ini bertugas di Greenville, sekitar 2 jam terbang dengan helikopter arah timur Liberia, sebuah kampung terpencil yang notabene dalam peta operasi UNMIL tergolong wilayah “Red Zone”. Beliau adalah pribadi yang kalem dan menyenangkan, terlepas dari keseriusannya dalam dinas, yang nampaknya banyak membuat kolega dalam tim-nya merasa segan dan respek yang mendalam. Tugas pokok beliau adalah mendukung operasional patroli pengamatan ke berbagai lokasi yang ditugaskan oleh satuan operasi militer di UNMIL untuk melaporkan perkembangan dalam masyarakat di wilayah operasionalnya.
Major Deden Lukman Wijaya
Sempat bertemu di Jakarta, saat si kampret ini sedang cuti mudik, diperkenalkan oleh perwira Milobs TNI sebelumnya, yaitu Major Tri Ambar Nugroho. Berbarengan dengan keluarnya surat tugas beliau untuk bergabung dengan UNMIL dan periode cuti saya di Jakarta, maka berkunjunglah beliau ke rumah, sembari berbagi informasi dan gambaran akan bagaimana situasi terakhir waktu itu. Pribadi yang riang dan humoris, sudah pasti terpancar jelas dari saatpertama kali bertemu. Beliau terbang ke Liberia dan mulai bertugas pada bulan November 2008, setelah menjalani periode 6 bulan penempatan pertama di Greenville, re-assignment diberikan dengan lokasi teamsite yang baru, yaitu di kakata. Sebuah kota kecil yang dimpuh cukup dengan 1,5 jam perjalanan darat dari Ibukota Monrovia. Itulah mengapa juragan yang satu ini cukup memungkinkan untuk bisa diajak kumpul-kumpul bersama di Ibukota.
Selain dikenal sebagai perwira multi-talenta, maksudnya sering ditugaskan untuk banyak urusan dan piawai dalam berbagai koordinasi lintas sektoral di UNMIL, juragan yang satu ini cukup populer dikalangan para perwira pengamat militer.
Nah itulah, anggota dari Kontingen Garuda XXI-6 di Liberia, nah sekarang siapa sajakah para staff International asal Indonesia di UNMIL?, selain si kampret ini, mereka adalah:
Donasion Naali
Persona dari seorang bapak muda yang satu ini memang tidak salah: Pribadi yang santun dan penuh dengan keceriaan, meski tugas dan lokasi penempatan beliau itu jauh dari pusat peradaban kota. Harper di Maryland County, bagian paling timur Liberia yang berbatasan dengan Pantai Gading (Ivory Coast). Urusan perbekalan/logistik dan distribusi bahan Bakar adalah menjadi bidang spesialis yang diurusnya.
Fuel Suply Officer, adalah judul peranan yang disandangnya. Segala sesuatu perihal distribusi dan pengadaan BBM untuk operasional mission, baik keperluan BBM pihak kontingen Military Peacekeepers dan operasional UNMIL di Harper adalah dibawah wewenangnya. Asli dari Padang, Sumatra Barat, dengan pengalaman kerja lapangan yang tidak bisa dianggap enteng, beliau telah berkecimpung dibidang Facilities Management saat bertugas di Aceh, pada periode pasca-tsunami, dan beberapa project penanggulangan bencana lainnya di tanah air. Bang Don, adalah sebutan akrab beliau, Perihal karir dibawah naungan United Nations Mission in Liberia sudah dimulai sejak tahun 2007 hingga saat ini,
Vonny Ferdinandus
Tiba di Liberia, bersamaan dengan Bang Don, namun Vonny bukanlah pendatang baru pada lingkup karir United Nations. Sebelum bergabung dengan UNMIL, Vonny telah lama mendukung oeprasional WFP (World Food Programme) di Dili, Timor Leste. Ahli dibidang managemen keuangan, team UNMIL Finance Section diperkuat lagi mutu pelayanan-nya sejak kehadiran beliau.
Tidak disangkal lagi peranan Vonny di Liberia cukup penting, mengingat beliaulah yang mengurusi pembayaran gaji dan transaksi keuangan pihak misi PBB di Liberia terhadap para suppliernya. Humoris, dan perhatian-nya pada perihal yang rinci telah menjadikan karir Vonny dibidang manajemen keuangan mantap dan banyak dipuji oleh atasannya.
Aisyah
Termasuk anggota baru pada keluarga Merah-Putih di Liberia, tiba pada bulan April 2009 yang baru lalu, Aisyah langsung menduduki jabatan sebagai Budget Officer pada UNMIL Integrated Training Center (IMTC), berkantor di Monrovia, Ibukota Liberia, Asiyah langsung mudah diterima dilingkungan kerja barunya. Berbekal pengalaman yang cukup mendalam sebelumnya pada United Nations Development Programme (UNDP) di Aceh, telah membuatnya cakap dalam menanggapi tantangan tugas di Liberia.
Hobbynya mencoba berbagai resep masakan, termasuk masakan Liberia, telah membuatnya cukup betah berlama-lama di dapur selepas pulang dari bekerja.
Terlepas dari mereka yang bekerja di UNMIL, rasanya belumlah lengkap tanpa memperkenalkan anak bangsa lainnya yang bertugas pada beberapa badan LSM internasional, beberapa diantaranya sudah purna tugas dan kembali ke tanah air dan ada juga yang pindah tugas ke penempatan mission di daerah pasca-konflik lainnya, namun demikian kurang afdol tanpa menyebutkan siap-siapa sajakah mereka pelengkap keluarga Merah Putih di Liberia ini;
Hilman Agung
Bertugas selama 6 bulan saja di Liberia, masih ingat benar saat pertama kali bertemu dengannya. Beliau pertama kali bertandang kerumah saya yang tau-tau sama-sama tinggal berdekatan, jaraknya 10 menit jalan kaki dari kediaman masing-masing di Monrovia. Hilman bekerja pada lembaga swadaya masyarakat (NGO) bidang kesehatan dan pelayanan medik internasional, yaitu MSF (Medicines Sans Frontieres) dengan spesialisasi sebagai logistician.
Karakteristik pribadi yang menyenangkan, sudah menjadi ciri khas beliau, dimana kita segera akrab dan saling mengunjungi dan memperkenalkan jejaring koleganya kepada masing-masing. Beberapa kali saya pun diundang untuk menghadiri acara kumpul santap malam bersama yang diselenggarakan oleh rekan-rekan MSF. Satu hal lain yang membuat saya senang sekali kedatangan beliau ke rumah adalah ide kreatifnya dalam mengolah masakan. Maklumlah jajaka priangan yang satu ini hobi sekali berkreasi menu masakan, maka acapkali saya katakan saat dia celingukan di dapur dirumah: “Sok, masaklah sesuka hati dari bahan-bahan yang ada dikulkas itu..” – dalam tempo sejam kurang, sudah tersaji diatas meja makan bakwan campur dan beberapa masakan improvisasi, meski rasanya tidaklah persis seperti versi asli-nya di kampung halaman, namun untuk ukuran/standard mission area di Liberia: Jauh memuaskan sebagai ganjalan perut!.
Yudi Siswanto
Pak Dokter yang satu ini, tiba di Liberia pada pertengahan 2008 yang lalu dan bertugas di pedalaman Liberia dibawah naungan LSM internasional asal Perancis: Medicines du Monde (MDM). Yudi bertugas sebagai medical officer pada sebuah klinik kesehatan masyarakat di kota Gbarnga (Baca: Banga), sekitar 3 jam perjalanan darat arah utara dari ibukota Monrovia. Arek Malang yang satu ini, selain santun dalam tutur-bahasanya, ternyata juga lumayan fasih berbahasa Perancis karena situasi yang notabene rekan koleganya expat asal Perancis semua.
Segudang cerita seru selalu mengalir setiapkali beliau bermalam di Monrovia pada beberapa akhir pekan. Seru sekali mendengar cerita unik pengalaman beliau di pedalaman akan potret kesehatan masyarakat Liberia dan kinerja pejabat urusan kesehatan Liberia yang menjadi partner implementasi project LSM mereka, yang acapkali membuat pusing kepalanya. Yudi, kini sudah kembali ke tanah air, setelah sebulan lebih lepas masa purna tugasnya, berpetualang keliling eropa, kini tengah merampungkan rencana pernikahannya. (Yud, apakah calonmu ini, putri sang kepala desa itu, bukan? ;D.) Didoakeun dari sini agar pernikahannya lancar dan awet rumahtangganya. (Amin!).
Priscilla Rugbreght
Setelah menjalani masa tugas 6 bulan di Liberia, kini Cylla bertugas di Juba, Sudan, masih dibawah naungan MSF-Belgium. Piawai mengurus perihal keuangan, Cylla duduk sebagai Finance Coordinator saat bertugas di Monrovia. Bertugas bersamaan periode waktunya dengan Hilman Agung, bersama rekan-rekan UNMIL Military Observer dan kita, sataff sipilnya sering meluangkan waktu santap malam bersama dan rehat di pantai dikala akhir pekan.
Juanita Christina
Juanita, atau lebih akrabnya dikenal sebagai Cathy, adalah staff Indonesia wanita pertama di MSF Belgium (Medicines Sans Frontieres) yang ditugaskan di Liberia, entah persisnya bulan dan tanggal berapa di tahun 2006 ini saya pertama kali berjumpa dan mengenalnya. Cathy, menjabat sebagai seorang logistician bagi MSF Belgium, berkantor di Monrovia, menunjang kegiatan pelayanan 2 klinik MSF Belgium Island Hospital dan New Kru Town.
Pribadi yang menyenangkan dan menyukai keramaian ini, memang membuat acara kumpul-kumpul antar staff Indonesia di Liberia terasa seru. Selepas bertugas di Liberia, Cathy malang-melintang bertugas di beberapa daerah pasca-konflik seperti di Sudan, Zimbabwe, dan kini sedang mendukung MSF operations di Syria.
Stenly Sajow
Pertamakali bertemu dengan Stenly, bersamaan dengan Cathy. Bertugas dibawah naungan UNFPA (United Nations Fund for Population Administration) – Badan Kependudukan Dunia menangani masalah SGBV (Sexual Gender-based Violence) yang umumnya terjadi pada lingkungan pasca-konflik. Seorang dokter sebagai profesi, namun seorang sahabat yang selalu memberikan keceriaan pada lingkungan diamanpun dia bertugas.
Menjalani penugasan selama hampir setahun, Stenly kemudian bergabung dengan UNICEF di Banda Aceh, dan saat ini Stenly bersama keluarganya tinggal dan bertugas di Myanmar, dibawah naungan UNFPA.
Inilah keluarga kami di afrika barat, dan kita akan terus berbagi informasi akan saudara-saudara anggota baru keluarga Merah-Putih yang bergabung dan bertugas dibawah bendera PBB dihalaman web ini. Semoga dengan memperkenalkan mereka, akan senantiasa memanggil lebih banyak anak bangsa yang tertantang untuk bisa bergabung, berpartisipasi aktif secara nyata dalam forum multilateral seperti pada United Nations Peacekeeping Operations.
Untuk rekan-rekan peacekeepers pada misi PBB lain-nya, ayo perkenalkan anggota keluargamu agar erat tali silaturahim kita dan senantiasa memperkuat sumbangsih Indonesia pada masyarakat internasional. Selamat datang di United Nations: Inilah duniamu juga!












Ya ALLAH… Janganlah Engkau Hinakan Aku Karena Perbuatan Maksiat Terhadap-MU, Dan Janganlah Engkau Pukul Aku Dengan Cambuk Balasan- MU. Jauhkanlah Aku Dari Hal-Hal Yang Dapat Menyebabkan Kemurkaan-MU, Dengan Anugerah Dan Bantuan-MU, Wahai Puncak Keinginan Orang-Orang Yang Berkeinginan!
teman saya dari bangladesh segera bergabung ke liberia (LETKOL INF HAFIZ) kalau sempat usahakan bertemu dia dan sampaikan salam saya
terimakasih, salam dari Indonesia
We are proud of you All …
Warm Regards from Surabaya – Indonesia
TERIMAKASIH atas Artikel artikel nya…
salam,
Tjut Herlita.
BNA
Terima kasih atas segala infonya Bro. Selamat Bertugas, terima kasih telah berjuang mengharumkan nama Bangsa.
Bravo Indonesia
Assalamualaikum Bang Luigi…
Luar biasa pengalaman Abang, saya pribadi sangat tertarik sekali mengundang bang Luigi untuk mengisi sesi guest speaker pada meeting kami. Kapan rencananya bang Luigi balik ke Indonesia? saya sedang berpikir seandainya memungkinkan, bang Luigi menjadi guest speaker kami secara online, bang Luigi di sana kami di Jakarta. Mungkin ini akan menjadi guest speaker online pertama di distrik 3400, hehehe.
Anyway, selamat bertugas bang Luigi… we’re all proud of you…
Let’s Celebrate Life!
Leo
Kg….kontingen Garuda di Lebanon masuk Koming (Kompas Minggu)…wah asik tuh ceritanya…hebat lah…hidup Garuda…Garuda memang bikin bangga!!
Titip salam buat Letkol Laut (KH) Dr. Sapta Prihartono SpB…istri blio adalah sahabat saya….
Mas, kalo saya mau ngirim tulisan dikirim ke mana yah?
well, well,well. It is so happy to see our brothers and sisters as Indonesian Peacekeepers! Especially the Batman (Kampret), the Supermen, .. and also of course the Superwomen. Bravo and all thumbs up for you all! Doa kami beserta kalian semua.
Sangat membanggakan dedikasi dan prestasi Team Garuda dan seluruh team merah putih di Liberia.
Bang Luigi, terima kasih telah membagi cerita dan catatan-catatan ini pada kami ;-))
Mantap, sangat menyentuh dan salut atas dedikasi tanpa henti para peacekeepers Indonesia. Salam Hangat dari tanah air negeri Indonesia.
Kang, pernah liat dan baca berita ktnya DPR/petinggi ABRI, (IF IM NOT MISTAKEN) perlu dikaji ulang pengiriman kontingen Garuda, apa manfaat dll utk negara. Apakah benar itu? Kayaknya kudu pada baca blognya Kang Lui.
Dear Mas Luigi,
Saat ini saya bekerja di Irish Red Cross untuk Aceh Tsunami Operation, saya bekerja dibidang outreach tepatnya community radio program, saya berencana untuk bergabung dengan UNV, gimana cara memulai nya ya? trus Registrasinya gimana ya?
Thanks banyak banget ya mas..
ivan
Tks atas updates yang telah dikirimkan kepada kami,menginformkan bahwa kami baru tiba minggu lalu untuk bergabung dengan AMO UNMIN di Nepal,dan saat ini kami sedang melaksanakan Induction Training.
Kami berlima (Mayor Arif Munandar,Mayor Sindhu Hanggara,Mayor Budi Prasetyo, Kapten Joko dan yang saat ini akan menyusul pengalihan misi UNOMIG Mayor Ignatius Wayu J).
Mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa
Mas Luigi..
Gimana kabarnya?. Kami, Satgas POM TNI yg bertugas di Lebanon Selatan dalam kondisi sehat dan selalu ready for duty…
Rencana akhir November, satgas Military Police unit selesai..tp belum tau juga…karena pasukan pengganti juga belum melaksanakan pratugas.. saya dapat info pasukan MP pengganti akan melaksanakan pratugas minggu ke-2 bulan oktober…selama sebulan…setelah itu persiapan berangkat ke Lebanon..
Mungkin dibagi beberapa gelombang..doakan saja mas.. hati2 dan tetap semangat….demi Merah Putih…
Good old days kang…. nuhun buat postingya.
Sangat menghibur …:). Lebaran pulang kan?
Dear Mas Luigi,
Thank you very much, i just received a bundle of interesting magazines from Liberia because of you.
I also apologized for being unaware to the first Defence Mags that you have sent to me earlier. I was about to go on leave and fly home for 21 days when it arrived.
So i apprecite the thought and effort. I can see that the mags surely will provide me alot of interesting insight.
I hope you will always find an easy way to continue surviving over there in Liberia. hehe. Because even here, the land of the goddess, its still difficult to overcome the boredom and most of all the homesickness.
Good Luck Mas and Take Care.
Best Regards,
Capt Rizal Ashwam
FHQSU Quarter Master
Office: 00961-1827000-5208
Dect : ext 7207