Apanya yang bisa juga? hehehe. Skype!! Skype-ku akhirnya bisa dipake telpon lagi setelah ditambah lagi creditnya. Memang sih sebelumnya si credit balance sudah ditambahkan berapa kali tapi berhubung aku belum terbiasa transaksi dan punya kartu kredit, jadilah pakai kartu kredit teman sekamar waktu di kabul dulu. Namun berhubung dia sudah mudik ke kampungnya (di Kiev sono), si account-ku nggak bisa di-recharge lagi nyampe batas pembelian via kartu kredit.


Pada website skype ada terbilang bahwa alternatif lain pembayaran bisa pakai PayPal, MoneyBooker, atau transfer langsung. Bahhhh, orang kampung macam aku mana ngerti bayar pakai PayPal dan kawan2nya itu… ;)
Agar bisa menelpon ke kampung, terpaksa sibuk cari-cari di internet bagaimana caranya agar bisa telpon ke Indonesia lewat internet, yang tarifnya murah-meriah tentunya. Kalau pakai mobile phone milik kantor sebenarnya bisa, tarifnya 30 Afg/mnt ($1=52.30 Afg) tapi masih terasa mahal juga.
Coba cari2 di internet, eh kemudian ingat klo dulu waktu semasa berdinas di Nepal, sempat pernah pakai yang namanya VoipStunt. Softwarenya sendiri menurut aku oke-lah, sayangnya kualitas suaranya kurang baik dan harga terbilang lebih mahal (dibanding skype). Aku ingat kalau waktu itu aku recharge pulsanya bisa melalui reseller, seperti agen penjualan pulsa/voucher begitu lahh. Kebetulan nicknamenya si reseller masih tersimpan di contact list YM-ku. Coba di kontak ternyata masih bisa tersambung… wah, asik juga nih.
Sebelumnya aku juga udah sempat dapat reseller/agen yang lain. dapat dari internet juga.
Setelah aku coba beli credit skype dari 2 reseller ini ternyata ada perbedaan harga yang lumayan. Dari agen yang kedua ini ternyata harganya masih lebih mahal dibanding agen yang pertama. Caranya kita transfer ke rekening mereka sejumlah pulsa yang mau dibeli plus komisi buat mereka. contohnya mau beli pulsa skype $10. dengan asumsi $1=Rp12.150 (finance.yahoo.com/currency ; 19 Nov 2008 ; sekitar jam 6 malam waktu Afghanistan), maka untuk dapat $10 itu aku harus transfer Rp121.500. nah, itu belum termasuk komisi mereka agen2 itu.
Setelah aku bandingin ternyata agen yang pertama masih lebih OK. Yahh, beda2 $1.5-$2.5 lahhh
5-7 menit kemudian masuk email dari skype kalau credit di accountku sudah bertambah $10. So, tunggu apa lagi?? telepon istriku tercinta donggg :)
….bla bla bla…..
….bla bla bla…..
Berbicara di telepon tidak terasa sudah 1:05 mnt (1 jam 5 mnt). wahhh, sudah harus sampai konklusi nih. kalau ntar mati tiba2 karena kehabisan unit pulsa-kan tidak enak!. Katanya sih nge-gantung, wakakakaka.
Tidak apa-apalah, besok beli credit skype lagi, trus teleponon lagi :) Hitung2 daripada aku menelpon pakai sarana lain (kecuali mereka di rumahku sudah pakai PC, yang bisa gratis) berarti aku tetap harus cari koneksi PC-Mobile ato PC-Landlines, dan menurutku masih Skype yang kualitasnya bagus dan harganya juga lebih murah dibanding software VOIP yang lain.
Namun seandainya teman2 ada saran tolong kasih tau tipsnya yahhh!!, lumayan kan bisa menelpon ke rumah murah-meriah. Jangan lupa, otreeee :)
…..Good nite…..
(buat yang pengen beli pulsa beberapa software VOIP yang ada di internet silahkan kasi comment ke postingan ini, atau lewat emailku langsung juga bisa. Nanti aku kasih ID Reseller/agen itu. Tidak usah pakai komisi-lahhh, hehehe)
- thanks to Mandiri Internet Banking. Transaksi-ku mulus2 aja
pake layanan yg berbayar ya bang ? kan skype provide yg free jg toh
@harri
Skype memang gratis, tapi hanya untuk layanan ke sesama skype saja. Yah kaya promo operator tepon seuar di Indonesia.
Bedanya skype selain bisa untuk voice call, juga bisa untuk video call.
Sedangkan paket untuk menelepon ke operator lain , seperti ke PSTN atau mobile selular apalagi ke negara lain ( roaming internasional ) tentu saja tetap dikenakan biaya. :)
Daftar harga bisa dilihat : disini
James,
Senengnya kalian disana bisa bebas pake skype, policy pihak mission administration disini melarang penggunaan VOIP based protocols pada IT Infrastructure-nya UNMIL, selain karena alasan manajemen bandwidth juga konon ada kesepakatan antara pihak misi dengan host government bahwa tarffic-inbound-outbound (international) hanya melalui national PTT/GSM operator mereka – lebih kepada memberikan revenue sebagai imbal balik manfaat keberadaan lebih dari 10 ribu personil peacekeepers disini yang tiap harinya mesti menelpon sang “yayangnya” di tanah air masing-masing :D
Yah James..sekarang di UNMIN sama nasibnya dengan kang Luigi, di UNMIL no YM, no MSN, no Skype, kalo mau internet phone itu juga harus nyari2 warnet dan celakanya lagi di hari Sabtu libur warnet dan toko-toko pada tutup. Cuma bisa tukar informasi lewat facebook and friendster itu juga sekarang di kantor dibatasi maximum 60 menit koneksi nya terputus otomatis.