Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Blang Kulam, Keindahan yang Tersembunyi

10 May 2009, 21:12 , by Dody Wibowo

 

Apa sih hubungan antara konflik kekerasan dan wisata? Mungkin kalau selintas lalu, sepertinya keduanya tidak berhubungan bahkan bertolak belakang. Yang satu isinya tentang yang menakutkan dan mencekam, sedangkan satunya lagi isinya tentang bersenang-senang. Tapi kalau kita telaah lagi, ternyata keduanya berkaitan sangat erat. Ketika konflik kekerasan terjadi, maka jumlah wisatawan bisa berkurang, tempat-tempat wisata jadi terbengkalai, keindahanpun menjadi tersembunyi.

Ini juga yang terjadi di Aceh.

Sudah menjadi jadwal rutin tim program saya untuk melakukan diskusi bulanan. Agar tidak jenuh dan lebih mengenal daerah kerja kami, maka kami mengadakan diskusi bulanan di tempat-tempat yang berbeda. Bulan lalu, kami melaksanakan diskusi bulanan di Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, dan tempat yang dipilih adalah sebuah kawasan air terjun yang bernama Blang Kulam.

Perlu diketahui, pada masa konflik kekerasan, kawasan Kecamatan Nisam Antara dikenal sebagai kawasan dengan tingkat ketegangan cukup tinggi. Daerahnya yang berada di dalam hutan kemudian menjadi salah satu alasan ketika di masa konflik kekerasan, bepergian ke Kecamatan Nisam Antara perlu sangat berhati-hati.

Kembali ke cerita perjalanan kami, ketika kami mencapai kawasan Air Terjun Blang Kulam, dari atas bukit kami melihat di kejauhan, indahnya Air Terjun Blang Kulam… Subhanallah…

Jalan menuju kawasan air terjun memang cukup susah. Sebenarnya ada dua jalur untuk mencapainya. Satu jalur masih berupa jalan tanah yang curam dan perlu kehati-hatian ekstra untuk melaluinya, terutama di saat hujan. Sedangkan jalur satunya dengan anak tangga dari semen. Akan tetapi karena selama masa konflik kekerasan daerah ini tidak direkomendasikan untuk dikunjungi sebagai tempat wisata, maka yang ada anak tangga tersebut sekarang sudah rusak karena tidak dirawat.

Setelah berjalan kaki melalui jalan tanah yang curam itu, akhirnya kami mencapai kawasan Air Terjun Blang Kulam… WOW!!! Bagus Sekali!!! Saya benar-benar tidak menyangka, di daerah yang dulu dikenal berbahaya, ternyata menyimpan keindahan alam yang sangat hebat!!!

Memang saat ini, kawasan Air Terjun Blang Kulam ini belum terkelola dengan baik, sehingga seperti saya ceritakan tadi, untuk mencapainya kita perlu hati-hati berjalannya, dan di kawasan air terjunnya juga ada bagian-bagian yang perlu diperbaiki karena terbengkalai selama masa konflik kekerasan di Aceh. Tapi apabila damai ini tetap terjaga dan kawasan Air Terjun Blang Kulam kemudian dikelola dengan baik, maka saya yakin sekali, Air Terjun Blang Kulam akan menjadi salah satu daya tarik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam bagi para wisatawan.

Ketika damai, maka keindahan yang tersembunyi-pun akan nampak.

(.dodie.)

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

4  Comments

by Erfan Ahmad at 11 May 2009, 04:21

Luar biasa mas…kalau melihat kondisi keindahan alam seperti ini harusnya tidak ada konplik yaa di Aceh,suasana alam yg begitu damai kenapa tdk bisa menyentuh hati yang jahat untuk selalu berdamai yaa. Info yang bagus sekali nich mas buat anak cucu. Salam sukses selalu yaa.

by ambar at 12 May 2009, 13:01

Akan lebih indah lagi kalo bisa berenang di bawahnya …. emmm airnya jernih kan bos ?

by kus at 15 May 2009, 07:35

wah bagus nyaa…

cocok tuh buat outbound :) , air terjunnya juga cocok buat rafting kayaknya :)

by .dodie. at 8 June 2009, 01:51

@ mas erfan: kalo pikiran udah tertutupi nafsu, maka yang indah2 dan bagus2 jadi terkaburkan… :)

@ mas ambar: airnya cukup jernih kok.. mari maen kesana… :)

@ mas kus: walah, gak iso nggo rafting cak… soale kaline ora gedhe… :D

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Imeza SARASWATY Imeza SARASWATY Began her humanitarian experience from home-based, had been actively engaged with the Indonesian Red Cross (PMI) back in the 90s. Continued her pursue for excellence and gained her master degree in International Law in the Netherlands, and continue to actively...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago