Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

upm_image: supplied image id is invalid, it must be a single numeric value.

Berawal dari Warung Kopi

23 April 2009, 20:39 , by Dody Wibowo

 

Jangan lupa minum kopi Aceh…,” dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kopi Aceh adalah yang selalu orang pesankan ketika ada teman atau kenalan yang akan pergi ke Aceh. Apalagi kemudian ditambahi dengan cerita yang mengatakan konon kopi Aceh itu enak karena dicampur ganja. Hahaha…, saya tidak akan memberi komentar tentang itu… biarkan anda coba sendiri…

Dimana kita bisa minum kopi Aceh? Dimanapun saja bisa. Dan kalau anda malas untuk menyeduh kopi sendiri, maka di tiap sudut kota Banda Aceh, bertebaran yang namanya warung kopi. Walaupun jumlah warung kopi itu di satu jalan saja bisa lebih dari sepuluh warung, tetap saja semua warung kopi hampir bisa dikatakan selalu ada pengunjungnya. Mungkin ini yang bisa dikatakan sebagai bagian dari budaya Aceh, untuk bertemu teman, nongkrong, dan mengobrol di warung kopi. Ngobrol dari hal-hal yang paling ringan sampai paling berat… semuanya bisa ditemui di warung kopi.

Kota Banda Aceh yang sekarang dipenuhi para pekerja organisasi nasional ataupun internasional yang bekerja untuk rehabilitasi Aceh, baik untuk masalah pasca tsunami maupun pasca konflik, pasti menggunakan waktu senggang mereka untuk ngobrol bertemu teman sekantor maupun lintas kantor di warung kopi. Bahkan tidak jarang satu kegiatan besar bisa diawali dari hanya sebuah obrolan santai di warung kopi.

Di dekat rumah saya, dulu waktu saya tinggal di Banda Aceh, adalah warung kopi yang paling masyhur di seantero Banda Aceh, di Kecamatan Ulee Kareng, namanya warung kopi Jasa Ayah, atau ada juga yang menyebutnya warung kopi Solong. Di warung kopi ini, sembari meneguk secangkir kopi (tanpa gula kesukaan saya) dan ditemani beberapa makanan kecil (saya paling suka srikaya yang terbuat dari telur), enak sekali kalau kita ngobrol ngalor ngidul ataupun diskusi mengenai masalah-masalah di Aceh… dan ide barupun muncul dari sini… seperti misalnya menulis artikel tentang warung kopi ini…

(semua foto diambil oleh teman saya, Lars)

(.dodie.)

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

12  Comments

by kus at 26 April 2009, 09:55

wah kalau lihat penyeduhnya, benar2 gak kalah sama starbucks,

btw yang menggantung hitam itu ,,, kopi ?

by .dodie. at 26 April 2009, 20:53

iya mas kus, itu kopi disaring… sebanyak itu yah? hehehehe.. mantravt :D :D

by didut at 26 April 2009, 21:46

itu saringanya mantebh dah :D

by .dodie. at 27 April 2009, 04:19

saringan gaban hehehehe…

by Erfan Ahmad at 27 April 2009, 05:12

Bener tuh mas,kopi itu sebuah insting,sesuatu yg menjadikan moment menjadi sebuah inspirasi dari kata hati yg tak tergali oleh jenis minuman lain,tapi minum kopi yg paling NIKMAT adalah tanpa gula sama sekali,cicipi,rasakan dilidah,tarik kelangit langit,nikmati ditenggorokan,luar biasa mas,yang namanya kopi aceh dari Gayo tak ada DUA nya.
salam jabat erat : EA

by kus at 27 April 2009, 05:28

@pak Erfan

gak pakai gula ? gak pahit pak ?

gak sabar nih nunggu kiriman si dodie ? hayooh kirim :P sampe ngiler aye :P~

by Erfan Ahmad at 27 April 2009, 05:38

Mas KUS selalu minum kopi pakai gula yaa…cobain deh XX tanpa gula,kalau mas ke kantornya Asosiasi Ekspor Kopi Indonesia ( AEKI ) mereka itu sll mencicipi kopi tanpa gula utk menentukan kwalitas kopi tsb,salam sukses mas Kus

by captain sandy at 27 April 2009, 21:09

Dulu sewaktu saya di Aceh, ada anekdot yg mengatakan bhw kain yg dipake utk menyaring kopi ialah kain bekas CELANA DALAM! Ha3x…makanya rasanya khas sekali…hi3x…
Yg lebih kejam mengatakan bahwa itu kaos kaki bekas…tp kayanya kalo pake kaos kaki, rasanya malah jadi ga karuan…he3x..
Tadinya, sy pikir Kopi Aceh udah ga ada lawannya. Eh, ternyata setelah tugas ke Lebanon, ada juga Kopi dgn rasa yg lebih mantap!
Silahkan bagi pecandu kopi, cobalah Kopi Lebanon…Ditanggung melek terus! Tapi, bagi pemula, jgn coba2! Krn 99% biasanya mules….hehehe…

by kus at 28 April 2009, 04:21

@capt. Sandy

kopi lebanon ? apa bedanya dengan kopi arab? yang bikin mata ngejreng sampe pagi.

Cocok buat nemenin nonton Liga Champions besok dini hari :)

by Luigi at 28 April 2009, 11:50

Dod, mau dong dikirimin kopi aceh lagi – tapi kali ini kopi-nya yang “kerasa” yah ganja-nya.. aku dah promosi kepada temen2 di afrika sini yang selama ini mereka selalu membual ttg kehebatan ‘turkish coffee’ – benci banget deh! :-)

by Herna at 29 April 2009, 04:34

Waaaah… Sumpah jadi pengen minum kopi, tapi di surabaya mana ada kopi aceh… (ato gue aja yang gak tau..?)

by fauzal at 29 April 2009, 07:46

waduh…sy dah lama banget tuh pak gak minum kopi tarik aceh….jadi pengen nih pak hehehe

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

551 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Kecil Kecil Cabe Congo
Urusan perut memang ngga bisa dianggap remeh. Awalnya, aku sepele dengan urusan ganjal perut ini. Berbagai saran dari teman – teman di Indonesia dibiarkan berlalu begitu saja. Masuk telinga kiri... »
Nurul Fitri Lubis , 13 hours ago

Observasi Batas Daerah Operasi UNIFIL
Pemahaman tentang batas daerah operasi antar satuan di jajaran UNIFIL ( United Nations Interim Forces in Lebanon ) bukan hanya perlu di mengerti di atas peta, namun harus disertai pemahaman... »
Yogi Nugroho , 16 hours ago

Indobatt juara Turnamen Voli tingkat SECEAST UNIFIL
(Marjayoun, 15/3) Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mengharumkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah komuniti internasional, telah dilakukan dengan berbagai upaya dan kerja keras... »
Yogi Nugroho , 2 days ago

Kursus MS Office Basic untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga: The Power of Motherhood
Awalnya saya sedikit pesimis dengan kemungkinan berhasilnya program kursus MS Office Basic yang kami siapkan khusus untuk ibu-ibu rumah tangga. Bayangkan “ Ibu-ibu rumah tangga gitu looh ” seloroh istri... »
Ro'is Nahrudin , 4 days ago

Indobatt gelar Training of Trainer
Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mencapai suatu keunggulan positif dibandingkan dengan satuan tugas dari kontingen lain, memerlukan inovasi yang kreatif dan berhasil guna bagi lingkungan dimana... »
Yogi Nugroho , 4 days ago

 

Recent Comments

Luigi Pralangga commented on Kecil Kecil Cabe Congo
a few seconds ago


Lili commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Husam commented on Low Numbers, High Impact: Involvement of Women in Peacekeeping Operations
a few seconds ago


Nurul Fitri Lubis commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Didut commented on Impresi gado-gado di Myanmar
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com