Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Belanja oleh-oleh dari Liberia: UN Merchandise mahalnya minta ampun

9 October 2009, 09:07 , by Luigi Pralangga

 

Ketika saya ditanya oleh kerabat dan sahabat di tanah air menanyakan oleh-oleh dari Liberia, kadang sulit sekali menjelaskan bahwa di Liberia itu pilihan membeli oleh-oleh yang terjangkau dan kualitasnya bagus; amatlah terbatas. Meski penjual kerajinan khas Liberia sudah mulai banyak terlihat, namun ragam dan kisarannya masih jauh dari kualitas yang bagus dan jenisnya tidak lebih dari ukiran/patung pahat yang masih kasar, selain masih dirasa mahal harganya, mereka yang terbang mudik dengan kelas kabin ekonomi sudah pasti terbatas dengan barang bawaan tidak lebih dari 20 kgs… jadi mending nggak usah aja deh kalau setengah koper sendiri si koper sudah berisikan patung-patung itu.

Alternatifnya adalah oleh-oleh khas UN, yaitu oleh-oleh dari mulai gelas cangkir, kaos polo dan beragam barang-barang yang berlogokan UN (United Nations). Memang sih unik dan hanya dijual di duty free shop yang terdapat di logistics base-nya UNMIL dan hanya staff UN saja yang bisa masuk berbelanja disana.

UNMIL Tshirt

UN Mugs

UNMIL Duty Free Shop ini layaknya supermarket biasa, yang dikelola oleh perusahaan rekanan UNMIL untuk mengoperasikan dengan mengimport bahan-bahan makanan basah dan kering untuk kebutuhan para staff.

Selain oleh-oleh tersebut, kebutuhan bahan makanan sehari-hari juga tersedia disana termasuk itu daging yang dibekukan, buah-buahan segar dan lain-nya persis seperti toserba di tanah air. Mudah-mudahan pada artikel mendatang, saya akan coba untuk mengulas lebih baik lagi perihal UN Supermarket atau yang lebih dikenal dengan istilah “PX” atau Post Exchange ini dan peranannya bagi kesejahteraan para staff UN yang bekerja di mission area ini.

Saat sebelum cuti mudik, inilah saatnya para staff UNMIL sibuk berbelanja barang-barang berlogokan “UN” untuk kerabat family mereka di tanah airnyamasing-masing, meski harus diakui bahwa hgarga yang pasang pada label banderol acapkali membuat kedua alis ini naik melengkung keatas. Jelas bahwa untuk barang serupa dengan bordiran khusus bila dibuat di tanah air, tentulah tidak sampai segitu harganya.

Namun demikian, kadang harga jadi pertimbangan kedua bila akhirnya si oleh-oleh tersebut adalah buat keluarga tercinta dan/atau kerabat di tanah air… lihatlah tampang mereka, awalnya Kang Deden dan Mas Dicky terkejut melihat harganya.. eh lama-lama setalah satu-dua-kali putar-putar, akhirnya dibeli juga itu boneka :-)

Bought a teddy for mommy

Ah, saya mau beli topi ini buat nanti mancing di danau di kampung, begitu kilah Kang Deden dan Bang Donasion, maka berposelah mereka sebelum beranjak ke kasir untuk membayarnya.

UN Fishing Hats

Akhirnya si kampret ini juga ikut-ikutan mbeli deh, dengan argumen: “Sayang anak.. sayang anak!” – juga sayang ibunya sih… :D, walhasil inilah dia UNMIL Merchandise yang kemaren dibeli untuk oleh-oleh dirumah. mudah-mudahan awet yah.

UNMIL Souvenirs

Some UN items

Teddy Bears bought

Nah, untuk temen-temen yang belum kebagian, sabar yah .. mudah-mudahan cuti mudik berikutnya bisa disempatkan mendapat oleh-oleh dari Liberia.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

7  Comments

by Boim at 9 October 2009, 19:35

Mas Luigi, kalo saya naksir berat sama baret birunya UN,…cara dapetinnya gimana yah ? heheheheh…sukses terus Mas.

by venus at 11 October 2009, 11:44

mugnya cakep. jadi pengen, hueheheh…

by Adhitya septriadi at 14 October 2009, 04:31

wah Mugnya oke tuh!!! hehehehehe

by Andry Susanto at 15 October 2009, 22:58

nah gini aja kang, siapa yg pengen pesennya ke kang Lui hehehe….. ntar tinggal transfer duitnya (tp ni jd staff unmil atw mw jd pedagang sih?).
ya semahal apa kl buat anak2 n other famz, sepertinya ikhlas aja belinya… ya tho?! salam buat rekan2 yg bertugas. tenang Indonesia baik2 aja :D

by Dee at 16 October 2009, 07:56

Bonekanya luthuuuu, mauuuu … boleh nitip gak Kang? hehehehe _

by tika at 16 October 2009, 23:17

hehe, kmrn saya ‘cuma’ kebagian oleh2 badge UN dan logo bendera merah putih buat di tempel di jaket ‘pdl’ kembaran sm papa, baretnya..sukses disimpen dgn rapi sm papa di lemari, hihihihihi..

by Ricky Saputra at 28 October 2009, 04:52

Kang Luigi,

Kumaha damang? Hatur nuhun pisan kemarin dah bagi2 info mengenai link2 yang harus dikunjungi untuk tahu informasi lowongan di UN. So now trying my best to find one first in Indonesia. Just u adviced before.

Doakan ya Kang.. terlihat agak sedikit sulit untuk bisa masuk dalam kualifikasi yang diinginkan kalau masih fresh grad ya, Kang. Dan lowongan yang dibuka untuk di Indonesia bagi yang less experienced (like me) pun juga belum terlalu banyak. Namun berhubung semakin besarnya keinginan untuk bisa join UN pun, jadi spirit tersendiri nih Kang. Meski dengan susah payah bahkan terseok-seok.

Huhu. Berhubung masih kosong juga, jadi menyempatkan diri untuk terus pantau link2 yang kemarin, semoga ajah ada yang cocok dan sesuai.

Terima kasih Kang.. ditunggu info2 berikutnya yah.. J salam dari Tanah Air.
Selmat hari Sumpah Pemuda

Best Regard,
Ricki Saputra

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Rudi Rachmat Rudi RACHMAT Leut. Col. Arh. Rudy Rachmat Nugraha, currently serving under the United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), engaging the role as Contingent member of the Indonesian Force Headquarters Support Unit (FHQSU). His previous peacekeeping experience gained during his extensive assignment...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago