Ketika fajar merekah di langit, hari pun tersenyum menyambut si jali-jali ini untuk kembali beraktifitas…berikut cerita ketiganya:
Di pagi hari kerja, aku biasa terbangun jam 6.00 pagi, dan pagi itu adalah pagi pertama aku bangun dari tempat dimana aku tinggal sementara sambil mencari apartemen yang lebih dekat ke kantor sehingga tidak kesulitan masalah transportasi. Tentunya kalo kawan – kawan bisa bayangkan , tempat aku tinggal sekarang Guest House (GH) itu jaraknya sekitar 1 jam perjalanan kalo macet dan paling cepat adalah 30 menit. Itupun berangkat jam 7.30 dari GH. Nah disini bermula ceritanya, mengingat NGO kami ga begitu besar, otomatis kendaraan operasional juga ga banyak, sehingga aku harus ikut di dalam mobil jemputan yang setia menjemput jam 8pagi tepat di seberang danau cantik atau tepatnya sungai kali ya di sekitar rumah. Tentunya mereka telepon dulu ketika akan sampai di tempat pertemuan (bahasa kerennya meeting point)…..Aku adalah salah satu expat yang based nya di Monrovia dan mengandalkan driver untuk antar jemput. Expat lainnya, suami-istri dengan 1 mobil dan 1 expat dengan 1 mobil yang mana lokasi apartemennya tidak begitu jauh dari kantor. Emang kasian juga ya expat satu ini.
Inilah dia beberapa jepretan tentang ‘mewah’nya akomodasi seorang expat di Monrovia. Eeng..ing..eeng:

Saat awal berangkat pagi menuju kantor

Seperti film “Laskar Pelangi” – ke kantor kudu nyebrang danau dulu!

Berhubung danau surut, tidak heran sering terlihat “lele kuning” mengambang

Diluaran sana, standard ngekos kamar seperti ini: US$ 500/bulan lho!
Back to the story again, now:
Aku coba nikmati aja dulu, tentunya aku menjadi orang yang paling “terang” sendiri disitu, dan staf sepertinya dengan kesadaran selalu memberikan bangku di depan dekat supir dan biasanya kami berdua dengan staf senior juga. Begitu memasuki kendaraan aku langsung menyapa semua yang ada di situ “Hi guys, good morning” dan mereka menjawab “Good morning, Dedsthy” kayaknya ribet mereka nyebut namaku, dan pertanyaan yang selalu aku dengar setelah itu adalah “How was your night?” or “How was your sleep?” , tentunya aku sadar bahwa pertanyaan itu datang karena mengingat di GH ini hanya aku sendirian di rumah berkamar tidur 4 buah, 2 kamar mandi, 1 dapur, ruang makan dan ruang tamu. Setelah masuk ke dalam mobil jemputan itu, tentulah mencoba menarik nafas dalam-dalam dan merasakan bau-bauan yang lain hehehehe, bau ini-lah , bau itulah….walau ga begitu mengganggu hidung aku lebih suka membuka kaca jendela mobil dari pada menutupnya lagian udara Monrovia sangat segar di pagi hari, ini yang aku sangat suka dari Monrovia kecuali waktu hujan pintu akan aku tutup karena aku lebih suka duduk dekat jendela sekalian liat-liat aktifitas Monrovia di pagi hari di tengah kemacetan yang hampir sama kayak di Jalan Jend. Sudirman Jakarta.
Senda gurau mereka atau ketika mereka sedang membicarakan sesuatu, hampir tidak bisa aku tangkap sama sekali apa yang mereka omongkan sampai aku pikir kok aku jadi orang bodoh kayaknya di mobil itu, cuman lama kelamaan aku membiasakan diri untuk cuek aja dan tetap menikmati pagi hari yang segar.
Mobil jemputan kami bukan mobil jemputan yang besar, Ford Ranger yang di pakai untuk menjemput hampir semua staf lokal dan biasanya umpel-umpelan di dalam karena kadang ada yang bawa anaknya sekalian lewat sekolahnya, sekalian bawa emaknya karena mau ke kota , atau sekalian mau ke sekolah atau kalau Ford Ranger-nya lagi di-service, mobil yang jemput berbentuk minivan dan siap-siap merapat-merapat yyukkkk-mariiiieee!
Jam kerja Senin-Jumat dimulai 8.30 dan selesai jam 17.30 dan Sabtu dari jam 9 – 12 siang. Tetapi apabila datang lebih awal, maka bisa pulang lebih awal juga.
Aku bukan tipe orang yang mau merepotkan orang lain, dan biasanya aku pulang kembali bersama dengan mereka dengan mobil jemputan itu lagi. Awalnya ga begitu bermasalah tapi lama-kelamaan semakin aku bisa masuk ke dalam pekerjaan, aku semakin tersita waktu kerja, sehingga memerlukan waktu yang lebih untuk menyelesaikan tugas-tugas. Maka dari itu aku mencoba untuk mencari apartemen yang dekat dengan kantor, sehingga setiap saat aku bisa datang tanpa harus menunggu jemputan masal itu, hehehehehe.
Memulai sesuatu yang baru di tempat bekerja tanpa ada surat serah terima tentunya agak menyulitkan bagi siapa pun itu apalagi ke negara walaupun berbahasa Inggris tapi kadang ga jelas apa yang mereka omongkan. Berbekal oleh job description yang sudah dikirimkan sebelumnya dan pengarahan dari petinggi di organisasi itu, maka mulailah merambah dan mencoba menelusuri apa apa yang belum dilakukan dan dilanjutkan di kantor ini. Mulai dari periksa catatan, liat lacinya, software sampai fillingnya.
Makan siang biasanya diberikan jam 1 siang, dan disiapkan oleh seorang caretaker (tukang masak dan beberes), salah satu keuntungan diri, jadi aku ga perlu alokasi uang untuk makan siang … hanya untuk sabtu siang saja makan siang tidak disiapkan karena jam kantor dari 9 – 12 siang saja.
Lokasi kantorku berada di 14th Street Sinkor Coleman, Monrovia berseberangan persis dengan apartemen UN Nigerian army. Lokasi nya cukup strategis di tengah kota, berada 2 blok di belakang Hotel Royal Monrovia, dan 1 blok dari Hotel Renaisanse 14th street.
Gedung kantor berlantai dua adalah kantor operasional pusat EQUIP Liberia dimana aku berkantor saat ini. Aku memiliki staf 6 orang (1 finance/admin di proyek, 2 staf akunting, 1 kasir, 2 staf keuangan proyek-part time). Kami menangani proyek dari lembaga pendonor besar dari Amerika yang konsentrasi nya di bidang kesehatan dengan pusat kegiatan proyek adalah di Ganta, Nimba County.
Bermodalkan pengalaman di beberapa NGO sebelumnya, tidak begitu sulit untuk mengerti apa yang harus dilakukan di sini, cuman sedikit butuh waktu untuk memahami kenapa begitu dan kenapa begini. Bagi aku itu adalah tantangan dan tentunya aku tidak pernah mau menyalahkan masa lalu yang terjadi di kantor itu sebelumnya, yang aku selalu pikir bagaimana kedepannya.
Tinggal di GH tentunya harus memikirkan bagaimana menu untuk makan malam, secara aku sendiri ga bisa memasak sama sekali. Meski udah menyiapkan sebundel buku resep masakan nusantara.
Tapi daripada engga, ya coba aja belanja apa-apa yang bisa dimasak singkat. Ada 2 supermarket dekat kantor yaitu UN Drive supermarket dan Exclusive store. Di waktu sore jam kantor aku menyempatkan diri untuk belanja keperluan. Ga butuh waktu lama sih untuk seorang yang belum tau mau masak apa. Pas belanja, aku menemukan produk produk Indonesia yang dijual di swalayan itu hmhmhm cukup ternyata ga orangnya aja nyampe, tapi produk Indonesia nyampe juga kesini. Salah duanya adalah produksi Indomie dan Dettol.
Ini sedikit promosi kali ya jadi aku kudu dibayar neh hehehehe ga ding becanda. Paket kemasannya masih ada bahasa Indonesia untuk Dettol tapi yang Indomie sudah ada tulisan Arab juga. Tapi sayangnya, kalo berbicara tentang Indonesia dengan mereka, Liberian banyak yang kaga tau dimana ntu Indonesia. Hehehehehe kasian ya…
Ketika waktu pulang sudah tiba, tentunya kembali bersama-sama lagi , khususnya yang searah, dan menikmati sore hari yang indah merupakan pemandangan yang tidak aku lewatkan. Cuman kadang kalau pekerjaan banyak ya terpaksalah harus diselesaikan buru-buru. Dan sesampai dirumah ya buka ni laptop atau baca-baca dan nonton DVD. Nah, sekian dulu ya sekelumit cerita ngapain aja seharian di Monrovia. Ditunggu cerita seru berikutnya.








wew… masih sempet buka laptop setelah sampe ‘kos-an’ ? emang ada listriknya? katanya sering mati lampu…
btw, kalo ngantor, gpp ya pake celana pendek?
hohoo…love the ‘gokil; thinks u have there. Make me laugh with the unusual things…;)
Kasian juga yah Indonesia gak di kenal ama mereka. :D
Nah lo promosiin dunk negara kita di sono Ndrue.
Btw, it’s a bit ‘gak banget’ dech dengan kata yg lo pake (lele kuning). hahaha…great story thou! Keep on writing pal!
hehehehe…..
btw pagi ini temen2 xcelsia nyanyi di GKE n you know what, i suddenly remember when you were dancing on christmas with dayak dance, and how beautiful your voice is….
Once you dont know what to do and in the moment of overwhelm… Sing Dedsthy…. sing….
God bless you bro….
Wes luar biasa si josh groban dari dayak ,
seneng ya jij bisa jalan jalan ..
bagus sekali tuh foto2nya
masih ingat lamongan ga ded?? apa aku buka lamongan disana saja kali ya ded? ehhehehheh
cepat kaya ya kalau di sana ehheheh
selamat dan sukses selalu ya bos
kalau makin tajir jangan lupa ama kita kita
byeeee
salam
Kang Dedsthy… wah kaya’nya keren nih panggilan tukang tahu satu ini.. semoga cepet dapet apartment… tapi kalo dipikir2 lebih baik jauh kali ya.. jadi ga bobo di kantor.. hehehe.. Good luck ya Ded.. all the best.. ditunggu tulisan berikutnya.. (YY)
wow… hebat… aku salut sama kamu mas… kalau aku belum tentu sanggup. melihat difoto melewati jembatan seperti itu, tinggi, apa gak ngeri patah ? atau goyang ehehehe… jatuh deh…
tapi salut…saluuuutt… salluuuut mas…..
God bless…..
Dear All, thanks ya untuk komentarnya..
Mba Quinie , salam kenal ya...Molen : hehehe ya deh ntar aku perhatiin untuk kata kata “mutiara” seperti itu….Sisca : o mengingatkan gue pengen nyanyi lagu Josh Groban neh....JG asal dayak di tanah Afrika heheheLia : waduh itu tahun berapa ya…?? tapi aku masih ingat kok…aku simpan foto – fotonya di Jakarta…..Tante YY : makasih ya honey....ntar kalo di Jakarta kita ketemu bergosip lagi ya....Nanda : makasih untuk waktu nya baca artikel ini….kirimi aku juga ya artikel kamu….bisa kan bikin ??Makasih untuk semua masukan nya, ayo komentari dan baca juga cerita kawan kawan koresponden yang setiap hari pasti ada yang baru….
Salam,
Dedy Undrue
satu komentar. aktivitasnya undrue banget. ceritain lebih detail dong. gimana relasi dengan staff, sehari-harinya, perilaku orang yg dijumpai di supermarket, trus makanan untuk makan siangnya gmn, dll.
ditunggu tulisannya.
Baik2 loe di negeri orang ya :)
Btw lensanya keren nih, merk & tipe apa? suka fish eye looknya
ndru…kayanya loe betah ya disana…..hehehe soalnya gemukan bou!
tapi..gw suka cara loe yang mana ga mau tergantung ma orang en nyari tempat tinggal yang deket ama tempat kerja loe..dari pada loe kudu ngaterin semua anak en isteri nya staff beraktifitas…secara loe kan blom ada hihihihi
btw….udah nemuin blom kebiasaan di aceh…nongkrong di warkop or cooking2 an pasti loe kangen ama ikan tuna mentega buatan helens
@Ganda, thanks ya …. lo tau aja cerita ini gue banget…hehe secara kita sama tanggal lahirnya ya…makasih untuk sarannya..aku tampung semua dan aku lagi tulis artikel berikut nya sambil hunting foto….(yang satu ini baru belajar ngejrepret kalo gue ambil istilah Pak Thomas dibawah komentar lo)….
@Pak Thomas : terima kasih bro…mengenai kamera ntar gue tanya ama yang punya ya….
Sukses buat Excelsia ya dan salam buat Renata dan kawan kawan di Excelsia Singers…..
Ditunggu ya tulisan berikutnya….
@Undrue
@Dedy: Thanks ya udah sharing tulisannya disini.. seru juga.. inget jaman awal2 di tahun 2004 saat nyampe pertama kali di Liberia.. keadaan masih bener gawat darurat.. gakseperti sekarang maka beruntunglah :D
@Pak Thomas: Trims buat komplimen-nya.. saya pake Canon EF-15mm Fish Eye, dimana specs dan harganya boleh ditengok disini —-> http://www.bhphotovideo.com/c/product/12069-USA/Canon_2535A003_Fisheye_EF_15mm_f_2_8.html, Saat ini kamera bodynya pake Canon EOS Model apa? dan lensa apa aja yang dipakai?
@Akang ….makasih sudah meluangkan waktu nya untuk baca artikel ini ….. tentunya aku sangat beruntung sekali datang saat ini….aku perlu baca akang punya story di awal 2004…. biar tau gimana bedanya….
@Pak Thomas …. sudah dijawab duluan ama pemiliknya tuh….
Makasih sekali lagi untuk semuanya…..
Mas…sepertinya dikau bukan jadi delegate finance aja disana, tapi merangkap koki and Pak RT, ampe emak2 bawa anak dikomentari…xixixixi
Trus…emang harus GH nya diseberang danau…???!!!! sok romantis banget tuh org Liberia…wkwkwkwkwk
Tapi yang pasti..fotonya keren habisssss…( sejak kapan ambil kursus motret Mas..?? )
Yang terakhir….kalo mo nongkrong sambil makan roti bakar ( BRC bangeettt…!!!)sore2 dimana..??
Paling terakhir…..I love u, miss u deh Mas….sukses yee..
kayaknya butuh tukang masak kayak… sapa tuh anak aceh yg masak di apartemen? lupa ane. kmrn gak belajar masak ya bg, nyeselkan?? hehehehe..
masak yg gampang ala indonesia kan banyak bang. bisa dicari di internet tuh, trus disesuaikan ama bumbu2 yg ada di sono.
(ngajarin pula, awakpun tak pande masak).
oklah bg. selamat belajar masak ala chef Dedi…