Dalam banyak kesempatan, saat berbincang dengan kawan lama, kenalan baru dan sampai ke kerabat/sanak-famili, salah satu obrolan yang menjadi topik serius adalah:
“Kira-kira bisa bisnis apa ya di Liberia?“
Ya, memang pertanyaan klasik, dan saya pun dengan senang hati menjelaskan terbaik saya bisa berdasarkan pengalaman dan pengamatan subyektif saya, berbekal dari hampir 5 tahun ini tinggal dan bekerja di Liberia.
Sejak April 2004, kedua kaki ini menginjak tanah Liberia, dan menjelajah kebanyak tempat di pelosoknya, berinteraksi dengan penduduk disana, dan menjalin silaturahim dengan banyak ragam anggota masyarakat, darimulai rekan kerja staff nasional Liberians di kantor, para tetangga yang tinggal bersebelahan dengan rumah kontrakan kita, para juragan kontrakan, dan mereka laini-nya yang saya temui hingga hari ini.
Dari banyak berita pada media mainstream-pun sudah banyak mengulas tentang Liberia dan bagaimana negeri ini bangkit perlahan tapi pasti dari kehancuran akibat perang saudara lebih dari 14 tahun itu, keberadaan misi pemulihan perdamaian PBB sejak Oktober 2003 hingga hari ini dan kemajuan pesat lain-nya diberbagai bidang, kesemuanya menjadikan sebuah ‘confidence’ yang menampakkan hasil: Perbaikan ekonomi.
Dampak positif dari perbaikan ini, bisa terlihat jelas dengan semakin banyaknya terlihat bangunan baik hunian maupun gedung-gedung untuk sarana komersil seperti toko-toko yang bermunculan, supermarket yang mulai terlihat banyak dipenuhi barang dagangan, sampai kepada macet-nya jalan di pusat kota Monrovia pada taraf yang benar-benar mulai menjengkelkan.
Masak sih? – ya! memang begitulah adanya.. silahkan ditengok klip video berikut saya temukan di Youtube yang tentunya bisa menjadikan tambahan informasi buat rekan-rekan diluar sana yang masih mengkerutkan dahi mencoba menggambarkan atau menerka dan mungkin tidak percaya kalau Liberia sudah lebih baik kondisinya.
Kira-kira hampir 8 bulan silam, kita sempat kedatangan rekan senegara dari Jakarta yang berkunjung ke Liberia, khususnya ke kota Harper – Maryland County, sebuah propinsi berbatasan dengan Ivory Coast (pantai Gading). 2 kawan baru itu terbang dari Jakarta, mewakili grup konglomerasi bisnis Indonesia yang menanamkan modal di Liberia dengan membeli lahan perkebunan karet disana.
Saya jadi tersenyum dan meng-iya-kan cerita kesan pertama mereka saat mendarat di Liberia untuk pertama kali-nya dan kisah mereka menjelajah melalui jalan darat dari Monrovia ke Harper yang telah memakan waktu lebih dari 2 hari dengan beberapa selingan seru, yaitu mobil yang dikendarainya melintir masuk kubangan akibat kondisi jalan yang buruk pas saat larut malam. Untungnya mereka tidak terserang malaria.
Bersama dengan para Indonesian Military Observer yang bertugas di UNMIL; Bang Joseph Rizki prabowo (yang mengambil photo), Mas Agoeng Satiawanpoetra (jangkung sebelah kiri kedua), saya dan Mas Tusih Widayat (kanan) berfoto bersama Mas Fitri dan Mas Ari bertempat di guest house tempat mereka menginap.

Inilah mereka, selepas kembali dari perjalanan ke Harper, bersantap makan siang di Kafetaria pada gedung Markas besar UNMIL (United Nations Mission in Liberia) di Monrovia.


Ayo kembangkan kepak usahamu hingga ke ujung Liberia, jangan pernah surut untuk menjadi saudagar internasional, jangan hanya jadi jago di dalam kandang saja, mari bertandang ke afrika barat. Resiko dan tantangan meraih sukses juga ada terbentang luas sampai kesini.


ternyata liberia gak seperti yg saya bayangkan, kirain masih jadul gitu, ternyata skrng dah lebih baik.. klo buka toko batik disana ada yg beli gak yah??? hehehe
Sepertinya membuka usaha di negeri ini mesti sabar dan ulet, layaknya bua usaha di negeri sendiri.. namun pasar disini masih harus digarap lebih intensif, sudah banyak produk-produk China yang membanjiri pasaran disini..
Africa is high risk, but also high gain! – gak heran banyak pengusaha China yang bener2 semangat menggarap bisnis disini.
Batik mereka masih kasar desain-nya dan butuh expose dan asistensi dari kemahiran pengrajin batik Indoensia deh kayaknya. Kapan nih mau jadi juragan batik di Liberia?
Patungan yuk, beli tanah di pinggir pantai, trus bangun hotel, brapa kira2 mas harga tanah disana?
Kumaha mun saya jualan dodol sama bala-bala disana bakal laku moal kang :-D ? Btw, nuhun ya kartu pos-nya sudah keterima. Nuhun juga kalo kiriman sudah sampe, katuang ? aya nu bulukan teu? Ari produk cina mah jangan ditanya, kayak disini atuh desa or dusun sekecil dan se-nyingcet apapun pasti ada restaurant cina-nya, gile ga tuh expansinya ?
itu gedung di liberia ?? kirain ga ada gedung bertingkat disana :D..
but, mental pekerja seperti saya hanya cocok utk jadi pekerja, meskipun ada arah utk menuju usaha…tantangan berat, tapi harus dihadapi!
salute…
keep contact kang!
Teu kabayang urang mah Kang Lui dagang Batik di Liberia?? emang daraekun makena nya??ckckck kontras kali kuliy sama baju na upps punten bukan ngaledek.
Selain usaha batik apa lagi kang yang cocok di sana??
Cheers
He hehee…. Juragan,
Terima kasih exposenya ya. Urusan Liberia akan mulai didiskusikan lagi awal tahun depan, apalagi situasi keuangan dunia yang lagi krisis ini. Tapi Arie sudah siap selalu untuk diterjunkan di sana, kangen sama Lebanese… (heheee peace ya Rie…)
Kapan nih pada pulang kampung ke Jakarta? Kasih kabar kalo ke tanah air ya. Cheers…
Nuhun
FB
Dear Mas Lui:
How ya doing? Hoping this holiday season fever could only catch you the joyful bug. Unlike me here sigh that having to fight severe cough for these last few days. Scheduled to see the doctor later this afternoon. Wish me luck to regain the good health soon, yah ;-D
A good news for you perhaps. A close friend of mine (back to those good old days at high school and the joyous service at AFS) is going to be stationed at Grbanga, Liberia. The name is Yudi Siswanto and he will perform his medical services to the people of that area through the organization called “Medecins du Monde”. His service is expected to commence in mid-January 2008.
Neither I nor he have the idea of how far the town is from Monrovia. But Yudi just informed me that his working arrangement would include once a month visit to Monrovia. This would make a great chance to meet and greet event ;-)
As he’d be the new guy in the neighborhood, please make some time to greet and welcome him to the country. He can be contacted through the email address of yudi.siswanto@gmail.com
Oh well, gotta get back to work. Will write more later.
Groetjes,
Dody Priambodo
Assistant to Procurement Committee
Government Financial Management and Revenue Administration Project (GFMRAP)
Ministry of Finance of the Republic of Indonesia
Gedung BAPEKSTA, Lantai 8 Utara
Jln. Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta Pusat 10710, Indonesia
Selama ini yang ada dikepala, di sana itu miskin, kumuh, tunawisma dan yang memprihatinkan….. ternya dugaan itu meleset apalagi …
… dengan hadirnya gedung,bangunan megah disana..mayoritas penduduk kulit hitam yaa
Selain perkebunan, perdagangan hasil produksi industri dari indonesia juga potensi dipasarkan disana yaa
dooooooooooooohh… email saya kok bisa langsung terpampang di situuuuhh? hehehee… mbok ya di-edit dulu. apa lagi tersebutkan alamat emailnya mas yudi lho! nanti ybs bisa kebanjiran email dari penggemar ;-D hahahaha!