Mungkin pekerjaan sebagai COE inspector bisa dibilang cukup lumayan melelahkan….mulai dari cape, dongkol, kesel, bosen dan berbagai atribut kelelahan lainnya turut serta di dalamnya. Apalagi pada inspeksi kali ini si superstar “HABOOB” (baca ; sebutan badai pasir di Sudan) ikut pula meramaikan jalannya inspeksi. Sehingga ikut menambah timbunan kelelahan pada diri para inspector dari COE section.


haboob di DARFUR
Setiap uang logam akan selalu memiliki dua sisi yang berbeda, begitu pula inspeksi kali ini disamping perasaan-perasaan yang tidak menyenagkan juga terdapat hal-hal yang sangat menarik dan cukup menyenangkan. Layaknya Inspector dimana saja tak terkecuali di DARFUR ini, perlakuan yang didapat dari contingent sebagai yang terperiksa cukup menyenangkan. mungkin hal ini disebabkan contingen sebagai satuan yang diperiksa menghendaki agar tidak terjadi masalah pada saat pemeriksaan. Pada dasarnya mereka berusaha menunjukan keramah-tamahannya (Hospitalization). Sehingga perlakuan tersebut cukup mengobati kelelahan yang dirasakan para inspector.

inspeksi
Kali ini saya ingin sekali berbagi suka serta hal-hal yang menarik baik berupa gambar maupun sedikit cerita saat inspeksi yang dilaksanakan kali ini. Kalau susahnya dengan kerjaan inspeksi nya …….. nanti lah…kita ceritakan pada bagian yang lain ok…!!!
Contingent PAKISTANI ENGGINERING.
Pakistan merupakan Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dan hal ini tercermin juga dalam kehidupan mereka sehari-hari. Baik dari cara berpakaian, kegiatan maupun dalam salam perjumpaan. “ASAALAMUALAIKUM” adalah kata yang setiap saat kita dengar pada saat dua orang bertemu.

Perwira pakistan engineering Unit
Ada hal menarik yang saya lihat dari kehidupan para Prajurit Pakistan ini, mereka bekerja siang dan malam tidak pernah berhenti selama 24 Jam. Sangat berbeda dibandingkan dengan contingen dari Negara-lain. Saluut dach…..buat mereka…..!!!!! Maka tidak heran kalau akomodasi yang mereka buat di Supercamp EL-Geneina dalam kurun waktu 5 bulan sudah terasa nyaman dan para inspectorpun merasa betah tinggal di Campnya. Bagaimana tidak teriknya matahari pada siang hari terasa seperti sekumpulan semut merah mengigiti kulit kita, dan tetunya tidak mungkin bagi kita untuk selalu menghindar dari sengatan matahari tersebut karena kita harus bekerja dilapangan. Oleh karena itu akomodasi milik contingent Pakistan ini dimana kita tinggal dengan AC-nya yang cukup properly, memberikan kenyamanan tersendiri disamping makanan khas Pakistan yaitu “CAPATI” yang selalu dihidangkan bagi para inspector baik pagi siang maupun malam.

Contingent ETHIOPIA MULTIROLE LOGISRIC, TRANSPORT MAUPUN RECCE COMPANY.
Kontingen dari Ethiopia, terdiri dari 3 kompi yang berbeda yaitu Ethiopia Multirole Logisric, Transport Maupun Recce Company. Ketiganya memiliki tugas dan fungsi yang berbeda dan yang menarik perlengkapan yang mereka bawa seluruhnya dalam kondisi baru sehingga bisa dibilang dapat dioperasionalkan dengan baik. Akan tetapi mungkin yang sedikit menjadi permasalahan adalah berkaitan dengan masalah akomodasi…..karena akomodasi yang mereka gunakan adalah berupa tenda sangat panas karena hampir tidak ada serapan sama sekali terhadap panas matahari yang menyengat pada siang hari. Tapi jangan salah, ternyata prajuritnya sudah terbiasa dengan situasi seperti itu. Sehingga bukan menjadi kendala yang berarti buat mereka.

korps wanita militer Etiophia sedang menyajikan kopi khas tradisional “BUNNA”.
Setiap Negara tentunya memiliki budaya-budaya yang berbeda. Tidak ketinggalan contingent dari Ethiopia, dimana Tradisi Coffe “BUNNA” yang dihidangkan oleh seorang wanita juga selalu disajikan pada setiap selesai makan malam. Tapi itulah yang menjadi masalah…..karena penyajiannya malam hari, menyebabkan mata kita jadi betah melek dan tidak mau diajak kompromi untuk tertidur barang sekejap jadinya……yaaaaa….bertolak belakang sekali dengan anjuran Rhoma Irama untuk tidak begadang…..!!! (baca ; Begadang jangan begadang……kalau tiada artinya…dst) that’s fine…..at least we can get some culture experience from Ethiopia, even we have never been there before.
Contingen RWANDA dan NIGERIA BATTALION.
Kalau kontingen dari Rwanda maupun Nigeria hal yang menarik yang bisa kita temui pada saat inspeksi yaitu Contingent mereka bisa dibilang cukup lumayan mampu beradaptasi dengan baik walau mungkin dengan segala keterbatasan yang ada. Karena contingen mereka di deploy sebelum MOU di sepakati antara PBB dengan Negara mereka, sehingga materiil dan perlengkapan lainnya sangat terbatas. Hal ini disebabkan contingen mereka merupakan kontingen yang sudah lama di tempatkan sebelum misi PBB yang bernama UNAMID . Dimana sebelumnya merupakan misi AMIS (African Mission In Sudan).
Dan satu lagi kesamaan yang mereka miliki yaitu porsi makannannya …….walah..walah……porsi buat dua orang untuk ukuran orang Indonesia. Jadinya saya sendiri selalu merasa bingung antara harus menghabiskan ataukah disisakan karena perut ini sudah tidak terdapat lagi ruang kosong didalamnya untuk diisi. That’s fine……even I gain some weight after inspection……!!!

Guys!!! That’s all about our story for a while. I wish that I can continue the story after finish all the inspection due to I still have another weeks for another inspection and another contingent.
BRAVO TNI, ANYTIME & ANYWHERE…..!!!!!!


Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago