Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Asyiknya jadi COE inspector….!!!! (Bag. 1)

22 June 2009, 04:11 , by Dody Muhtar

 

Mungkin pekerjaan sebagai COE inspector bisa dibilang cukup lumayan melelahkan….mulai dari cape, dongkol, kesel, bosen dan berbagai atribut kelelahan lainnya turut serta di dalamnya. Apalagi pada inspeksi kali ini si superstar “HABOOB” (baca ; sebutan badai pasir di Sudan) ikut pula meramaikan jalannya inspeksi. Sehingga ikut menambah timbunan kelelahan pada diri para inspector dari COE section.



haboob di DARFUR

Setiap uang logam akan selalu memiliki dua sisi yang berbeda, begitu pula inspeksi kali ini disamping perasaan-perasaan yang tidak menyenagkan juga terdapat hal-hal yang sangat menarik dan cukup menyenangkan. Layaknya Inspector dimana saja tak terkecuali di DARFUR ini, perlakuan yang didapat dari contingent sebagai yang terperiksa cukup menyenangkan. mungkin hal ini disebabkan contingen sebagai satuan yang diperiksa menghendaki agar tidak terjadi masalah pada saat pemeriksaan. Pada dasarnya mereka berusaha menunjukan keramah-tamahannya (Hospitalization). Sehingga perlakuan tersebut cukup mengobati kelelahan yang dirasakan para inspector.


 inspeksi

Kali ini saya ingin sekali berbagi suka serta hal-hal yang menarik baik berupa gambar maupun sedikit cerita saat inspeksi yang dilaksanakan kali ini. Kalau susahnya dengan kerjaan inspeksi nya …….. nanti lah…kita ceritakan pada bagian yang lain ok…!!!

Contingent PAKISTANI ENGGINERING.

Pakistan merupakan Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dan hal ini tercermin juga dalam kehidupan mereka sehari-hari. Baik dari cara berpakaian, kegiatan maupun dalam salam perjumpaan. “ASAALAMUALAIKUM” adalah kata yang setiap saat kita dengar pada saat dua orang bertemu.


Perwira pakistan engineering Unit

Ada hal menarik yang saya lihat dari kehidupan para Prajurit Pakistan ini, mereka bekerja siang dan malam tidak pernah berhenti selama 24 Jam. Sangat berbeda dibandingkan dengan contingen dari Negara-lain. Saluut dach…..buat mereka…..!!!!! Maka tidak heran kalau akomodasi yang mereka buat di Supercamp EL-Geneina dalam kurun waktu 5 bulan sudah terasa nyaman dan para inspectorpun merasa betah tinggal di Campnya. Bagaimana tidak teriknya matahari pada siang hari terasa seperti sekumpulan semut merah mengigiti kulit kita, dan tetunya tidak mungkin bagi kita untuk selalu menghindar dari sengatan matahari tersebut karena kita harus bekerja dilapangan. Oleh karena itu akomodasi milik contingent Pakistan ini dimana kita tinggal dengan AC-nya yang cukup properly, memberikan kenyamanan tersendiri disamping makanan khas Pakistan yaitu “CAPATI” yang selalu dihidangkan bagi para inspector baik pagi siang maupun malam.

Contingent ETHIOPIA MULTIROLE LOGISRIC, TRANSPORT MAUPUN RECCE COMPANY.

Kontingen dari Ethiopia, terdiri dari 3 kompi yang berbeda yaitu Ethiopia Multirole Logisric, Transport Maupun Recce Company. Ketiganya memiliki tugas dan fungsi yang berbeda dan yang menarik perlengkapan yang mereka bawa seluruhnya dalam kondisi baru sehingga bisa dibilang dapat dioperasionalkan dengan baik. Akan tetapi mungkin yang sedikit menjadi permasalahan adalah berkaitan dengan masalah akomodasi…..karena akomodasi yang mereka gunakan adalah berupa tenda sangat panas karena hampir tidak ada serapan sama sekali terhadap panas matahari yang menyengat pada siang hari. Tapi jangan salah, ternyata prajuritnya sudah terbiasa dengan situasi seperti itu. Sehingga bukan menjadi kendala yang berarti buat mereka.


korps wanita militer Etiophia sedang menyajikan kopi khas tradisional “BUNNA”.

Setiap Negara tentunya memiliki budaya-budaya yang berbeda. Tidak ketinggalan contingent dari Ethiopia, dimana Tradisi Coffe “BUNNA” yang dihidangkan oleh seorang wanita juga selalu disajikan pada setiap selesai makan malam. Tapi itulah yang menjadi masalah…..karena penyajiannya malam hari, menyebabkan mata kita jadi betah melek dan tidak mau diajak kompromi untuk tertidur barang sekejap jadinya……yaaaaa….bertolak belakang sekali dengan anjuran Rhoma Irama untuk tidak begadang…..!!! (baca ; Begadang jangan begadang……kalau tiada artinya…dst) that’s fine…..at least we can get some culture experience from Ethiopia, even we have never been there before.

Contingen RWANDA dan NIGERIA BATTALION.

Kalau kontingen dari Rwanda maupun Nigeria hal yang menarik yang bisa kita temui pada saat inspeksi yaitu Contingent mereka bisa dibilang cukup lumayan mampu beradaptasi dengan baik walau mungkin dengan segala keterbatasan yang ada. Karena contingen mereka di deploy sebelum MOU di sepakati antara PBB dengan Negara mereka, sehingga materiil dan perlengkapan lainnya sangat terbatas. Hal ini disebabkan contingen mereka merupakan kontingen yang sudah lama di tempatkan sebelum misi PBB yang bernama UNAMID . Dimana sebelumnya merupakan misi AMIS (African Mission In Sudan).
Dan satu lagi kesamaan yang mereka miliki yaitu porsi makannannya …….walah..walah……porsi buat dua orang untuk ukuran orang Indonesia. Jadinya saya sendiri selalu merasa bingung antara harus menghabiskan ataukah disisakan karena perut ini sudah tidak terdapat lagi ruang kosong didalamnya untuk diisi. That’s fine……even I gain some weight after inspection……!!!

Guys!!! That’s all about our story for a while. I wish that I can continue the story after finish all the inspection due to I still have another weeks for another inspection and another contingent.

BRAVO TNI, ANYTIME & ANYWHERE…..!!!!!!

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Surya Aslim Surya Aslim has been working in the development field since April 2004. The Aceh Tsunami brought major change to his career. Within a fortnight, he was involved in the Tsunami humanitarian response operation at that time with British NGO Islamic...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 9 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago