Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Ancaman tanpa henti: Malaria

6 December 2008, 10:42 , by Hilman Agung

 

Gugahan kali ini untuk menulis tentang Malaria dimulai dari sebuah obrolan dengan seorang kawan yang juga bertugas di Afrika yang menceritakan dimana salah satu kawan baiknya meninggal dunia di usia produktifnya dikarenakan keterlambatan diagnosa dokter ketika sang kawan pulang kembali di negaranya dimana Malaria, penyakit yang berdomisili di daerah tropis itu kurang populer di negaranya yang non tropis. Tulisan ini sejatinya adalah ..atau ..harusnya bernuansa ilmiah dan serius kali ya…akan tetapi unsur komentar non-ilimiah (baca: ngelantur) sengaja dibubuhkan Maaf … tidak lain tidak bukan agar proses pemahaman tulisan plus sedikit dosis serotonin (red: molekul syaraf yang bertanggung jawab untuk bikin nyerengeh (baca: senyum)) lebih membantu proses mengingat.

Oke deh saya mulai…*terek tek tek tek..!* _ Sebelum saya ditugaskan di negara “si bau kelek” ini kalau boleh meminjam istilah kang Luigi. . Persiapan medis khususnya malaria dilakukan dengan meminum obat prophylaxis, yaitu _obat yang berfungsi untuk mencegah penyakit Malaria.

Hal ini sangat diharuskan karena 80-90% kasus kematian akibat Malaria terjadi di negara-negara Sub-Sahara, termasuk negara si bau kelek ini, Liberia. Sebelum melompat lebih jauh, saya coba tuangkan tulisan ini senaratif mungkin.

Sejarah:
Malaria adalah salah satu penyakit yang paling jadul di sepanjang sejarah manusia berada di muka bumi. Diperkirakan sekitar 250 juta kasus pertahun dan tidak kurang 1 juta kematian anak dibawah 5 tahun. Begitu fantastis jumlah korban penderita malaria ini karena hampir setengah dari peta dunia memang daerah endemis malaria (lihat: photo peta endemis malaria).

Kemajuan ilmiah pertama kali mengenai malaria di mulai seabad lalu ketika diketahui bahwa penyakit ini menular melalui vector nyamuk dalam hal ini parasit yang hidup di saliva (baca: air liur) nyamuk. Dimana sang penemu Sir Ronald Ross yang berkebangsaan Inggris mendapat penghargaan Nobel di bidang Medis pada tahun 1902.

Negara berkembang sebagian besar merupakan area endemis malaria.
(sumber: “Malaria”. US Centers for Disease Control and Prevention 2003)

Gejala Malaria:
Para penderita malaria biasanya mengalami gejala yang cukup lengkap dimulai dari: demam, merinding, sakit persendian, muntah, lemas, urine berwarna merah akibat hemoglobinuria (red: pecahnya sel darah merah dan terbawa ke ginjal), kerusakan retina, dan juga gemetar.

Gejala yang paling umum diderita adalah gejala periodik panas dingin, gemetar, dan berkeringat selama 4 – 6 jam setiap 2 hari atau 3 hari tergantung jenis parasit Malaria itu sendiri.

Penyakit malaria yang paling ganas disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium Falciparum yang memiliki masa inkubasi 6 – 14 hari setelah terinfeksi gigitan nyamuk. Dampak dari Malaria ganas ini mulai dari koma hingga kematian jika tidak di obati – naga-naganya (baca: sepertinya) malaria jenis inilah.. yang menerjang rekan malang yang diceritakan di awal.

Malaria juga bisa bersifat kronis dimana si penderita menunjukkan kesembuhan total yang bersifat sementara padahal yang terjadi adalah parasit penyebab malaria behirbernasi di dalam liver, yang berpotensi untuk menjangkiti kembali penderita di kemudian hari jika kondisi hidup sang parasit kembali ideal.

Penyebab:
Malaria sebetulnya disebabkan oleh protozoa yang bersifat parasit bergenus (red: satu level diatas kasta specises) Plasmodium. Pada manusia malaria disebabkan oleh 4 (empat) jenis Plasmodium ini: P. vivax, P. falciparum, P. malariae, P. ovale dan P. knowlesi

Bagaimana hubungan, nyamuk dan Plasmodium ini?. Nyamuk dalam hal ini, adalah rumah tinggal plasmodium itu sendiri. Tidak semua nyamuk bisa menjadi tempat domisili sang plasmodium, hanya nyamuk bergenus Anopheles saja yang bisa menjadi tempat pengungsian mereka. Infeksi terhadap manusia melalui nyamuk hanya dilakukan oleh nyamuk betina karena hanya sang betinalah- maaf bukan jantan- yang aktif mengkonsumsi darah terutama di malam hari (red: tanpa bermaksud memasukkan issue gender dalam tulisan ini).

Fakta menarik:
Sebenarnya nyamuk muda tidak menularkan malaria akan tetapi sebagian besar dari mereka terinfeksi ketika menghisap manusia pengidap malaria.

Salah satu jurus pamungkas nyamuk Anopheles yang dikenal dengan jurus Dotging (red: sedot sembari nungging). (sumber : www.wikipedia.org)

Pathogenesis Malaria
Malaria didalam tubuh manusia berkembang melalui 2 tahap yaitu: Exoerythrocytic dan Erythrocytic untuk lebih mempermudah memahami bahasa yang pabaliut ini. Perbedaan kedua fase ini adalah adalah fase exo (red: diluar) eritrosit (red: sel darah merah) dan fase di dalam sel darah merah itu sendiri. Fase Exoerythrocytic dimulai ketika parasit plasmodium memasuki tubuh melalui gigitan nyamuk. Dalam kurun waktu kurang dari 30 menit, sang parasit menginfeksi sel hati (hepatosit) dan memperbanyak diri. Proses pelipatan parasit ini ini berkisar antara 6 – 15 hari, kemudian sel hati (hepatosit) itu pecah dan mulai memasuki fase kedua yaitu Erythrocytic.

Memasuki sel darah merah dimana sel parasit yang sama melakukan hal serupa yaitu untuk memperbanyak diri hingga akhirnya sel darah merah itu sendiri juga pecah dan rusak.

Penyakit malaria ditandai dengan minimnya jumlah sel darah merah atau lebih populer dikenal dengan haemoglobin – Hb. Kalau coba di analogikan kurang lebih seperti ini, darah adalah elemen tubuh yang bertanggung jawab segala urusan logistik transport untuk semua unsur yang dibutuhkan sel seperti makanan dan oksigen ke semua organ tubuh. Jika sel darah ini jumlahnya berkurang secara drastis tentu saja fungsi tubuh akan terganggu secara sistemik, sehingga sekali gejala penyakit malaria ini cukup komplit..plit..plit karena yang diserang adalah hampir seluruh tubuh.

Diagnosa
Ada beberapa cara diagnosis untuk menentukan bagaimana seseorang bisa terjangkit malaria. Mulai dari diagnosa yang paling cetek yaitu melalui pengamatan gejala seperti dibahas sebelumnya, dimana tanda-tanda yang ada menunjukkan indikasi malaria. Bisa juga melalui diagnosa microscopic dan test laboratorium jikat tersedia. Namun yang paling praktis adalah menggunakan alat yang disebut paracheck, sebuah alat medis portable dan praktis untuk dibawa ke lapangan. Cukup 15 – 20 menit saja untuk mengetahui seseorang terindikasi malaria hanya dengan meneteskan setetes darah saja yang direaksikan dengan larutan khusus yang pada dasarnya adalah antigen malaria itu sendiri.

Pengobatan
Cukup banyak obat malaria yang tersedia di pasaran, kina atau quinine adalah obat terapi malaria paling jadul yang masih digunakan hingga sekarang. Banyak ragam obat malaria itu sendiri dan kabar buruknya adalah ada beberapa diantaranya ternyata tidak selalu efektif membunuh parasit plasmodium tersebut contoh Chloroquine. Mengapa? karena “over exposure” terhadap beberapa obat malaria tertentu membuat beberapa jenis parasit yang memang bandel berhasil bertahan dan memiliki resistensi terhadap obat malaria. Oleh sebab itu sebaiknya diperlukan saran medis untuk mengkonsumsi obat malaria spesifik yang cocok untuk daerah endemis tertentu.

Berikut adalah alamat situs yang sangat berguna rekomendasi penyakit malaria spesifik untuk negara tertentu.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati” adalah pepatah yang sangat bijaksana unutk dituruti. Obat malaria sendiri bisa bersifat therapist atau prophylaxis (red: tanpa bermaksud membingungkan pembaca).

Therapist berarti bersifat mengobati dan prophylaxis bersifat pencegahan. Dari sekian banyak prohpylaxis yang ada, namun di organisasi tempatku bekerja yang sangat fokus di aktivitas medis, ada 3 jenis prhophylaxis dan juga bersifat therapist yang dianjurkan, yaitu (red: urutan berdasarkan prioritas):

1. Mefloquine – Lariam (red: merk dagang)
Dosis: 1 x seminggu, 3 minggu sebelum kepergian ke daerah endemis malaria. Kecuali jika pernah mengkonsumsi sebelumnya cukup 2 minggu sebelum kepergian dan dilanjutkan 4 minggu setelah meninggalkan daerah endemis malaria. Anak-anak dengan berat badan kurang dari 5 kg tidak diperbolehkan. Wanita hamil hanya diperbolehkan di trimester kedua (setelah 12 minggu). Hindari kehamilan dalam 3 bulan pertama setelah konsumsi obat ini dihentikan. Ibu menyusui diperbolehkan mengkonsumsi obat ini.

2. Doxycyline – obat generik yang cukup mudah di dapat
Dosis: 1 x sehari (100 mg) sehari sebelum keberangkatan sampai 4 minggu setelah meninggalkan daerah endemis malaria. Sebaiknya dimakan bersamaan dengan jam makan pada jam yang sama setiap hari. Jangan diberikan kepada anak dibawah 8 tahun, wanita hamil dan menyusui karena akan perubahan warna pada gigi anak.

3. Kombinasi Atovaquone dan Proguanil (Malarone – merk dagang)
Dosis: 1 tablet perhari, dimulai sehari sebelum keberangkatan sampai 7 hari setelah meninggalkan daerah endemis malaria. Sama seperti Doxycyline sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan jam makan pada jam yang sama setiap hari.

Tanpa bermaksud mendramatisir atau menakut-nakuti, obat prophylaxis ini sama seperti obat lain dalam arti memiliki efek samping seperti pusing, mual dan sakit kepala, insominia dan mimpi buruk – cukup serem juga ya …tapi jangan takut kasus seperti ini cukup jarang terjadi dan alhamdulillah tidak terjadi pada saya.

Sebaiknya konsumsi obat prophylaxis ini juga disertai dengan serangkaian pencegahan extra dengan cara:

- Menghindari aktivitas luar rumah setelah petang, dikarenakan nyamuk Anopheles itu sendiri aktif menghisap darah di malam hari.

- Gunakan warna pakaian yang tidak mencolok – light colour – mempekuat claim bahwa hanya nyamuk betinalah sang penghisap darah, jika saja nyamuk ini jantan warna pakaian pasti tidak berpengaruh.

- Gunakan lotion anti nyamuk pada bagian yang tidak terlindungi pakaian

- Penggunaan kelambu dimana material kain kelambu tersebut telah diberikan carian kimia tertentu untuk mengusir nyamuk (impregnated mosquito net).

Mudah-mudahan tulisan ini berguna bagi para rekan yang berniat atau ditakdirkan merambah daerah endemis malaria.

Hilman Agung Born and spent most of his education in Bandung. His bachelor was in environmental engineering then he continued to pursue his master degree in Delft, the Netherlands, from 2004 to 2006. Starting his career at a water company in Jakarta....

Detail Profile »

9  Comments

by erander at 6 December 2008, 22:38

Dulu .. kalo ga salah ingat, ada obat pencegah malaria yang namanya Vansidar? .. apa itu tidak mempan? dan belakangan saya pernah membaca .. bahwa keganasan Malaria semakin kuat sehingga obat seperti Kina pun sudah ga mempan? apa benar begitu pak?

by nirmana at 7 December 2008, 11:48

lapor komandan!!! ga cuman di Pralangga yang demam DB..di seluruh pelosok tanah air juga sekarang lagi demam DB musim penghujan sih

saya jadi mikir2 komandan, manusia kok ternyata lemah juga ya..diserang oleh pasukan sekecil nyamuk aja pada mati dirumah sakit.

by Agus Rusvandy at 8 December 2008, 09:01

doh nuhun pisan… infonya, kebetulan lagi perlu info mengenai malaria, soalnya skarang lagi kerja di daerah, kota kabupaten Sengata (kalimantan timur) yg baru mulai berkembang, jadi kanan kiri depan blakang masi hutan dan rawa… jd paling takut kena malaria (nauzubilahi minzalik… amit2 dah). btw kalimantan timur terpasuk daerah yg rawan malaria ya?

by Santoso at 8 December 2008, 10:44

Terima kasih berat atuh…bersamaan mengucapakan Selamat Eid Al Adha dan hati-hati dengan si Malaria karena di Cote de Ivoire juga popular sekali penyakit ini, banyak kasus pada Peacekeepers, tahun 2005 malahan ada teman Field Service yang sedang Training ke Bonn (Germany) dan tidak sempat terobati of course langsung Innalillahi…., saya senang membacanya.
Jadi kita harus selalu extra hati-hati.

Best regards,
Santoso N.
Hôtel Sebroko,
Blvd de la Paix 08 BP 588 Abidjan 08,Côte d’Ivoire

by Luigi Pralangga at 8 December 2008, 10:50

Juragan,

Pernah minum LARIAM saat seminggu sebelum nyampe Monrovia (masih dines di New York – HQ), saat itu si Dokternya 9di NYHQ Medical Section) pesen gini:

“Kamu minum ini ya secara reguler, inget seminggu sekali aja dihari yang sama..kalau mulai minum hari minggu, ya minggu depan-nya Hari MInggu juga minumnya – kalau lupa harus diulang..”

Dalam hati: Wah ribet amat ya..?. Cerita ke temen sekantor ttg obat ini, dan dia bilang: “hati2 lho itu obat keras – bisa merusak ginjal..” (Serem amat!).

Nyampe Monrovia dan selang 2 minggu berjalan, besoknya langsung berenti minum si LARIAM tadi, sebab siang seperti Zombie (ngantuk sempoyongan teu-pararuguh), malam melek cenghar gitu deh dan sering bangun karena mimpi2 buruk gitu deh.. wah kacaulah!

Mending di harudung pake selimut dibawah mosquito net sambil terus pake Autan kalau keluar daerah terbuka, untuk suhu kantor dan kamar tidur dibuat seminimum mungkin, buiar nyamuk gak betah … hehehe – alhamdulillah sehat2 aja.

by Hilman Agung at 11 December 2008, 12:58

Makasih buar para komentator,:)

Pertanyaan yang terlontar alhamdulillah memprovokasi saya untuk tanya kesana kemari dan baca bbrp referensi. Kasus resistensi paling banyak yaitu obat yang namanya Chlorquine (CQ). Vansidar, untuk bbrp kasus tidak mempan di Asia Tenggara termasuk, Indonesia. Cara yang paling aman adalah mengikuti protocol malaria di negara yg bersangkutan atau “common practice”. Seperti kata rekan yang memang dokter, tempat paling baik untuk sakit malaria ..adalah di negara endemis berhubung obat malaria yang cocok bisa diakses mudah.

Kang Luigi, lariam alhamdulillah masih berlanjut di saya dan gk sempet bikin aneh2 …wlpun rada2 terrified awalnya. Memang berjodoh sama lariam kyknya ,:)

by Ari Sugianto at 14 December 2008, 08:00

Mas,

Baru mbaca artikelnya nih!., soalnya kita di posn 8-33 Seikh Abd Tomb – Lebanon, si jaringan internet baru bisa terhubung.

Ohya, apa di Lebanon ada wabah malaria?

by Luigi Pralangga at 14 December 2008, 08:05

@Ari Sugianto:
Perihal pertanyaanmu ttg Malaria, untuk di Lebanon merujuk situs web WHO (Badan Kesehatan Internasional), Lebanon tidak mempunyai wabah malaria, dan yellow fever juga tdaik dalam tahap membahayakan kok. Hati2 yah disana - jaga kesehatan.

Lebanon
Yellow fever

Country requirement
A yellow fever vaccination certificate is required from travellers over the age of 6 months coming from countries with risk of yellow fever transmission.

Recommendation
Yellow fever vaccine recommendation: no

Buat Mas Hilman Agung:

Ada tambahan mungkin? :D

by Hilman Agung at 14 December 2008, 10:50

It looks like somebody did his homework,:).
Bravo kang luigi!

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Muhammad Dahlan First Lieutenant Muhammad Dahlan was born in Makassar, South Celebes, Indonesia. Joined the Indonesian Navy in 1992. He has been serving for the under the Indonesian Navy with most recent assignment as Linguist Instructor at the Indonesian Defense Language...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago