Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

All-Terrain Driving: Sebuah prasyarat kapabilitas staff UN Mission

29 June 2009, 21:16 , by Luigi PRALANGGA

 

Memang pada pagi hari itu, si kampret ini tidak sempat menyisir dan mebaca email-email yang masuk. Sudah ad sekitar 50-an lebih masih berstatuskan unread dengan tulisan cetak tebal, beberapa diantaranya bertajuk: “Urgent”. Benar adanya, pagi itu dengan secangkir besar kopi tersaji diatas meja, sudah mulai berkutat dengan beberapa berkas tender dan hasil evaluasi tender minggu lalu. Konsentrasi menjadi buyar dikala telepon di meja itu bordering, dilirik dari display layar digital disana tertulis identitas penelpon adalah si karib dari Transport Section, ada apa gerangan pagi-pagi begini dia sudah menghubungi?.

Apakah Driving Permit saya ini dicabut (karena kedapatan ngebut tertangkap sensor speed gun operasi razia battalion Polisi Militer kontingen Nepal itu), atau apalagi nih?.

“Hello, good morning Louis.. I was just thinking about you..!”, sambut si kampret ini dengan nada antusias yang kentara dibuat-buat itu.

“Really?.. well then, I’ve got news for you then..” balasnya dengan tidak kalah semangat..

“Hold on there.. is it bad news or a good one?, if this is a bad one.. call back next week.. the person is on-leave, I am just a person hired to attend his telephone..” jawab si kampret ini sembari tersenyum renyah.

Louis adalah karib si kampret ini, dia adalah kolega kental yang sudah bertugas di UNMIL 6 bulan lebih awal dari si kampret ini, dia aslinya berasal dari Republique du Mali, sebutlah saja (secara ngaco) namanya Louis Tetenene-Nene.

Dengan logat berbahasa Inggris ala Prancis-Afrika yang ditellinga ini si huruf “R” itu terdengar cadel benar, ia menjawab;

“No worries, monsieur.. I am calling to let you know that your name is listed for tomorrow’s All-Terrain Driving Test..”

Ouw.. is that so?.. and by being listed in this training means that my mission’s driving permit will be revoked if I fail?” – bertanya dengan kedua alis ini ikut naik tanda keraguan yang amat serius.

“Monsieur, I am afraid you are right.. so please make sure you are present tomorrow, d’accord?”

Nampaknya si kampret ini tidak punya pilihan lain selain harus hadir dan mengikuti training mengemudi itu, maka ia pun menjawab: “Oui, monsieur..”

Apa sih “All-terrain Driving Test” ini sebenarnya?. Test ini adalah serangkaian ujian mengemudi yang diprasyaratkan kepada staff UN Mission agar faham saat nyetir kendaraan operasional milik UN dengan baik dan benar, khususnya berkendara di medan yang tidak rata (off-road).

Meski si kampret ini tidaklah sering mblasak-mblusuk nyetir ke kampung pedalaman Liberia yang notabene jalan menuju dan kembali ke Monrovia harus bertemu kubangan dan bisa jadi sempat terbenam didalamnya, nah dengan ujian ini, bisa mampu mengemudi dengan baik (Baca: Tidak menceburkan mobil kedalam sungai).

Ternyata tidak mudah lho!

Sudah menjadi kebijakan pihak Mission’s administration yang memprasyaratkan bahwa barang siapa yang tidak lulus sudah pasti tidak akan diperpanjang UNMILSIM/Driving Permitnya. Nah kalau seorang staff mission sudah nggak punya Driving Permit, artinya sudah pasti: Mati Angin dan Mati Gaya!.

Dia akan bergantung pada belas kasihan dan kelonggaran waktu koleganya untuk mengantar pergi kesana-kemari, meski si kendaraan kantor itu sedang nganggur.
Keesokan harinya, kita serombongan sekitar 25 orang dibawa keluar kota dengan 8 kendaraan Nissan Patrol ke suatu tempat tidak jauh dari pantai, disana ada sebuah gudang kosong dimana kompleks bangunan disebelahnya adalah sebuah transit camp yang sedang dihuni oleh kontingen mekanis dari battalion Nigeria.

The Instructor

Instruktur All-Terrain Driving kita saat itu adalah si Phrachaap, sebut saja secara sontoloyo nama lengkapnya Phrachaap Rajakashboun, seorang bapa-bapa setengah hampir setengah baya warga Negara Thailand.

All Terrain Driving Test

Didalam gudang kosong itu sudah tersedia sebuah kerangka dan roda-rodaan yang menggambarkan sebuah kendaraaan, lalu sibuklah dia menggambar dilantai dengan seutas kayu arang seraya menjelaskan system transmisi kendaraan double gardan, begitulah.

Lepas penjelasan, masing-masing dikelompokkan dalam 5 grup beranggotakan 5 orang, diberi tugas untuk mencopot dan mengganti ban secara berkelompok, nah kalau sudah seperti ini, nampaknya jelas staff wanita yang ada waktu itu hanya duduk manis sambil menunjuk-nunjuk kita para pria untuk mengerjakan-nya. Ternyata mengganti ban-mobil dan pekerjaan jadi tukang tambal ban itu bener-bener membuat keringat ini mengucur deras dan tangan ini sudah pasti kotor teu-pararuguh!.

Change the wheel

Dibawah terik matahari yang menyengat, bergantian 3 orang dari kita masuk mobil dan bergantian mengemudikan satu track-off road terrain yang sudah disiapkan, seru pisanlah pokoknya, baik pengemudi dan penumpang yang ada didalam si Nissan Patrol itu meski sudah diikat dengan sabuk pengaman, tetap saya terguncang-guncang sambil sang instruktur beteriak-teriak agar tidak kalah dengan deru mesin yang harus dipatok diatas 3000rpm saat berkendara dengan “differential lock-engaged” melompat-lompatlah si kendaraan diatas medan yang terjal dan kemudian tiba-tiba menjadi menukik.

Engage the differential lock

All-Terrain Driving Downhill

All-Terrain driving Downhill

Pelajaran berikutnya adalah menggunakan tali derek atau Winching, sembari si mobil yang diderek dibenamkan sedikit dengan menggali pasir dibawahnya, wah pokoknya kerja keras dan sambil dijemur terik-lah, eduun – man!. Untuk temen-temen militer dari beberapa anggota kontingen yang hadir saat itu, urusan mobil terbenam dan Derek-menderek mah sudah jadi makanan sehari-hari nampaknya.

Juga tidak lupa untuk mengucap terima kash kepada instruktur serta 2 asisten instruktur yang telah sigap membantu.

All Terrain 329

Tentunya lepas semua mendapat giliran menjadi pengemudi dan penumpang di areal track ajrut-ajuratan itu, lalu acara Derek menderek, maka usai sudah program All-terrain Driving Test ini, syukurnya semua peserta lulus dan direkomendasikan untuk mendapatkan perpanjangan UNMIL Driving Permitnya masing-masing. Ohya, ini dia foto wisuda-nya :D

All Terrain Driving Graduates

Mahir berkendara all-terrain?. kalau begitu sudah siap untuk bekerja di misi pemulihan perdamaian PBB? – ayo kalau begitu, bergabunglah bersama kami.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

3  Comments

by fahmi! at 29 June 2009, 22:32

wah serunya! pingin ngincipi nyetir begituan, tapi sayang disini ndak ada mobil 4WD. giliran mobilnya ada, dibawa naik ke gunung bromo, ndak boleh masuk, harus nyewa jeep hahahaaa :D

by dewi at 30 June 2009, 03:20

betul2 usaha yang keras untuk berdaptasi di tempat yang keras juga.

by Yudha PH at 30 June 2009, 04:14

Tadinya saya kira tugas di padang pasir ngga butuh SIM (license), ternyata ujiannya lebih berat daripada ujian SIM di Polda sini. Ngga bisa pake “pelicin” pula…

Jangan sampai mati gaya lah kang… malu2in ajah…

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

551 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Muhammad Dahlan First Lieutenant Muhammad Dahlan was born in Makassar, South Celebes, Indonesia. Joined the Indonesian Navy in 1992. He has been serving for the under the Indonesian Navy with most recent assignment as Linguist Instructor at the Indonesian Defense Language...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Kecil Kecil Cabe Congo
Urusan perut memang ngga bisa dianggap remeh. Awalnya, aku sepele dengan urusan ganjal perut ini. Berbagai saran dari teman – teman di Indonesia dibiarkan berlalu begitu saja. Masuk telinga kiri... »
Nurul Fitri Lubis , 9 hours ago

Observasi Batas Daerah Operasi UNIFIL
Pemahaman tentang batas daerah operasi antar satuan di jajaran UNIFIL ( United Nations Interim Forces in Lebanon ) bukan hanya perlu di mengerti di atas peta, namun harus disertai pemahaman... »
Yogi Nugroho , 13 hours ago

Indobatt juara Turnamen Voli tingkat SECEAST UNIFIL
(Marjayoun, 15/3) Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mengharumkan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah komuniti internasional, telah dilakukan dengan berbagai upaya dan kerja keras... »
Yogi Nugroho , 2 days ago

Kursus MS Office Basic untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga: The Power of Motherhood
Awalnya saya sedikit pesimis dengan kemungkinan berhasilnya program kursus MS Office Basic yang kami siapkan khusus untuk ibu-ibu rumah tangga. Bayangkan “ Ibu-ibu rumah tangga gitu looh ” seloroh istri... »
Ro'is Nahrudin , 3 days ago

Indobatt gelar Training of Trainer
Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mencapai suatu keunggulan positif dibandingkan dengan satuan tugas dari kontingen lain, memerlukan inovasi yang kreatif dan berhasil guna bagi lingkungan dimana... »
Yogi Nugroho , 3 days ago

 

Recent Comments

Luigi Pralangga commented on Kecil Kecil Cabe Congo
a few seconds ago


Lili commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Husam commented on Low Numbers, High Impact: Involvement of Women in Peacekeeping Operations
a few seconds ago


Nurul Fitri Lubis commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Didut commented on Impresi gado-gado di Myanmar
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com