Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Akhirnya [dia] datang Juga: Major Dicky Harwin Wijanarko

28 March 2009, 17:54 , by Deden Lukman

 

Harap-harap cemas itu selalu datang.. apalagi menginjak bulan ke 5 penugasan di Liberia ini. Apa pasal? Jumlah perwira TNI yang ditugaskan sebagai pengamat militer (Military Observer) pada misi pemulihan perdamaian PBB di Liberia (UNMIL) sedianya berjumlah 3 personil – diwakili oleh masing-masing angkatan (AD, AU, dan AL) mengalami pengurangan personil, khususnya pada Kontingen Garuda Serie XXI-6 , ya pada periode saya ini.

Setibanya saya di Liberia, perwira senior/Komandan Kontingen Garuda XXI-5, yaitu Let.Kol Joseph Rizki Prabowo sedianya akan kembali pulang ke tanah air, purna tugas pada bulan November 2008 tempo hari, karena situasi dan jadwal repatriasi yang sudah diatur oleh pihak UNMIL, hanya menyempatkan untuk bertemu satu malam saja untuk serah terima dan briefing informal. Keesokan harinya beliau terbang ke tanah air, menyisakan 2 anggota kontingen lainnya, yaitu Let.Kol Agoeng Satiawan Poetra dan Major Tusih Widayat dengan jadwal repatriasi jatuh pada 3 minggu setelah itu.

Seiring dengan pulihnya situasi dan stabilitas di negeri ini, pengurangan jumpah pasukan peacekeepers/penjaga perdamaian berangsur-angsur ditarik dan dikurangi jumlahnya.. terlihat pula dengan banyaknya pos penjagaan (check points) yang ‘gulung tikar’ dari berbagai sudut dan sisi jalan di Monrovia, serta pada penghubung jalan antar kota yang sebelumnya dijaga ketat oleh pasukan PBB yang bertanggung jawab terhadap area tersebut, kini menjadi dijaga oleh polisi nasional setempat. Seperti terlihat pada foto dibawah ini, pusat kota Monrovia, kita menyebutnya Monrovia Downtown sudah terlihat hiruk=pikuk ramai akan kegiatan berdagang normal.

Pengurangan kekuatan militer peacekeeping PBB di Liberia ini juga berdampak pada jumlah personil pengamat militer (Military Observer/MILOBS), dan Kontingen Garuda di UNMIL akhirnya menerima keputusan pihak misi bahwa Indonesia, dari jatah biasanya diwakili oleh 3 perwira kini dikurangi menjadi tinggal 2 perwira saja.. dan inilah saya, perwira pertama dari kontingen serie garuda XXI-6 yang sudah menjejakkan kakinya disini.. lalu kemana perwira pengganti yang kedua?.

Sejak kepulangan Bang Agung dan Bang Tusih ke tanah air, satu bulan berselang.. tidak ada mendengar khabar siapakah yang akan dikirim oleh PMPP/Peacekeeping Center TNI untuk bertugas di misi di Liberia.. lalu bulan ke dua berlalu. Di penghujung tahun 2008, sudahlah pasti bila tidak ada khabar ini alamat hanya saya sorangan yang menjaga gawang sekaligus mewakili militer Indonesia di UNMIL.. payah dong!.

Setelah hampir 4 bulan menunggu, sembari menjalani aktivitas dan tugas sebagai military observer, akhirnya awal bulan Februari, terdengar khabar dari Jakarta, bahwa seorang perwira akan datang ditugaskan untuk Liberia. Tersenyumlah diri ini mendengarnya, namun kemudian pertanyaan itu muncul: Siapakah perwira tersebut dan kapan dia akan tiba disini?*. Sebenernya sih banyak pertanyaan lain yang menyangkut kedatangan perwira tambahan itu di Liberia. Mengingat nasihat dari kontingen Indonesia pendahulu dihimbau agar rumah Indonesia dibilangan Sinkor area agar dipertahankan sebagai home-base.

Mempertahankan sewa rumah di Monrovia, sementara juga harus menyewa rumah kontrakan bersama di team site bukanlah menjadi hambatan, bilamana jumlah personil perwira Indonesia terbilang minimal 2, dari sisi kepraktisan dan pengeluaran biaya, tentunya ada konsekwensi yang mengikutinya. Namun biarlah, nasehat itu tetap saya jalani.

Nama itu kemudian muncul, beberapa kawan di Peacekeeping Center TNI kemudian memberitahu, bahwa perwira tambahan dari TNI yang akan ditugaskan ke UNMIL adalah: Major (Mar) Dicky Harwin Wijanarko. Hanya saja kelengkapan dokumen, terutama otorisasi dokumen perjalanan dari UN Headquarters di New York belum kunjung turun dan diterima.. jadi nggak sih si abang Dicky ini datang?.. sementara posisi saya waktu itu masih berada di Greenville yang notabene dipedalaman Liberia.

Koordinasi intensif, via telepon dan email terus dilancarkan. Saat sedang cuti CTO local di Monrovia, tidak terkecuali untuk menindaklanjuti dan berkoordinasi agar bisa menyambut kedatangan beliau, apalagi Bang Dicky adalah perwira yang lebih senior dari saya..

Pada awal Maret 2009 yang baru lalu ini, berbarengan dengan jadwal cuti rekan sepenugasan ke Jakarta, Kang Luigi, mendapat khabar bahwa beliau akan terbang bersama. Secepatnya mengetahui rute penerbangan yang dilaluinya berbarengan, yaitu: Jakarta – Dubai – Accra – Monrovia, dalam hati ini menjadi lega. Mengapa? Karena rute penerbangan itu adalah rute yang memudahkan dan menggunakan maskapai penerbangan yang nyaman. Tidaklah serupa dengan cerita keberangkatan saya.. perjalanan Bang Dicky kali ini, nampaknya akan mulus dan nyaman.

Pada 17 Maret 2009, pukul 3PM – bersama rekan staff local dari kantor si Kang Luigi, berdirilah kita di depan terminal Roberts International Airport, Bandar Udara Internasional-nya Liberia. Hormat dan salam selamat datang akhirnya menjabat langsung beliau; “Selamat datang di Monrovia, mentor!” – dengan didalam hati saya berseru: “Akhirnya datang juga dia ke Liberia…”

Sepanjang jalan dari bandara menuju tempat akomodasi/Rumah Indonesia – seru sekali mendengar cerita perjalanan yang disampaikan-nya, dari mulai pengurusan dokumen perjalanan, menghadap para perwira senior, berangkat ke bandara, cerita saat transit dan lain sebagainya, ditambah lagi penjelasan singkat akan laporan situasi serta gambaran detail penugasan mewarnai obrolan kita dijalan.

“Selamat datang di Rumah Indonesia, mentor..” – ini tempat tinggal kita selama bertugas di Liberia dan biasanya kita berada disini manakala sedang cuti dari team site. Jelaslah kondisinya berbeda dan jauh dari nyaman, namun inilah yang terbaik yang kita bisa nikmati disini.

Dibelakang dapur yang masih terlihat pabalatak (Baca: Berantakan), akhirnya Kang Luigi berseru: Ayo, kita berfoto dulu menandakan hari pertama Bang Dicky menginjakkan kaki disini:

Mentor pasti lapar.. kebetulan saya masak sup ayam.. ini dia!”

Sun, kok agak hitam sepertinya gosong begitu deh..”

Siap, waduh.. sepertinya kegosongan..! – kita makan diluar saja kalau gitu..”

Sebelum pergi makan sore di restaurant, memberikan penjelasan dahulu akan perihal urusan sewa rumah, penanggungjawab atau juragan kontrakan serta fasilitas rumah, lengkaplah sudah gambaran situasi baginya tentang bagaimana menjalani hari-hari berikutnya, mengingat saya harus kembali terbang ke Greenville pada esok harinya.

Tenang sudah hati ini, dan senang pula mengingat saya tidaklah lagi sendirian di Liberia. Keesokan harinya, sebelum terbang kembali ke Greenville, saya meyakinkan beliau:

Bang, selamat bertugas.. jangan pikir-pikir terlalu serius, kita berada ditengah saudara disini… Ada 3 staff sipil Indonesia juga bertugas, termasuk Kang Luigi yang sudah mendampingi penerbangan abang hingga sampai ke Monrovia..”

Harus diakui bahwa penantian dan sibuk koordinasi kesana-kemari tempo hari itu tidaklah sia-sia dan akhirnya dia datang juga.

Deden LUKMAN Graduated from the Air Force Academy in 1996. Initial service within the IAF begun Central Command Comms in Abdurrahman Sallah Air Force Base, Malang – Eastern Java. Following another assignment at Hassanudin Air Force Base, Makassar for 2,5 years. His...

Detail Profile »

3  Comments

by lulu at 29 March 2009, 07:00

iya akhirnya dtg juga…;p
selamat bertugas..

by ambar at 30 March 2009, 08:26

Selamat Den … akhirnya ada tempat berkonsultasi … Salam hormat buat bang Dicky … Enjoy African bush meat … he he he
Selamat bertugas.

by dessy at 17 April 2009, 16:57

hemm…selamat bertugas ajah, semua disana saudara….so jgn merasa kesepian yah…

mizz me… :P

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Yogi Anggoro He joined United Nations since 2009. Currently serving United Nations Mission for Stabilization in Haiti / Mission des Nation Unies pour la Stabilisation en Haiti (MINUSTAH). Yogi Anggoro maneuvered from private sector to the humanitarian field as a Field Coordinator...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago