Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Akhir sebuah cerita

1 February 2010, 18:07 , by Ehabel

 

Kukatupkan kedua telapak tangan ini kewajah sambil menarik nafas sedalam-dalamnya. Kutekan sekuat mungkin dengan harapan kejadian yang sedang kualami ini bisa berubah menjadi sebuah mimpi, mengharapkan ku terbangun dari mimpi itu dan berlari kembali kekebahagiaanku. Tetapi semakin ku berusaha semakin dalam pula pikiran dan jiwa ini terhanyut dalam kenyataan bahwa hari ini kebersamaan bersama keluargaku tercinta berakhir untuk sementara waktu. Aku harus kembali ketempat penugasan untuk melaksanakan kewajibanku sebagai Perwakilan Negara dan Institusi di dalam MISI PBB. Batinku serasa berontak, tidak rela untuk meninggalkan peran yang baru saja kunikmati selama 25 hari sebelumnya sebagai seorang ayah, pemimpin, teman, guru, penjaga, pelayan dan pengasuh bagi istri dan anak-anakku. Mata juga seakan-akan tidak lagi bisa diajak berbohong untuk tidak berkaca-kaca yang bisa menarik perhatian orang disekelilingku.

Malu kan kalo ketahuan orang!, demikian dengan tak terbendung sang Wibawa berbisik. Aku kan manusia yang perkasa, ksatria pejuang yang penuh semangat, pantang menyerah, rela berkorban jiwa dan raga, tak pernah berkeluh kesah, sigap dan cepat untuk selalu tampil membela Bangsa dan Negaraku tanpa pamrih. Sedemikian hebatnya sikap itu melekat dikepalaku yang selalu mengharuskanku untuk menjaga penampilan di depan umum. Tetapi ternyata kata hati dan batin lebih dalam dan tak pernah bisa mengingkari keadaan bahwa aku juga adalah seorang manusia biasa yang sekali waktu juga punya rasa haru.

Tangisan sang “Jagoan Kecilku” saat perpisahan di Bandara terus terngiang-ngiang di telinga yang membuatku tak lagi peduli dengan Ajuran Keselamatan Penerbangan yang diberikan oleh Pramugari-pramugari cantik nan lentik sesaat sebelum pesawat lepas landas. Terbayang tatapan sepasang bola mata kecil dihiasi air mata yang sedang meraung-raung dilantai karena tidak rela untuk berpisah dengan sang Ayah. Kutampilkan sosok sang Ayah yang tegar, meraihnya dalam pelukan dan menciumnya berkali-kali, membujuknya supaya berhenti menangis, melantunkan kata perpisahan dan berjanji bahwa sesegera mungkin sang Ayah akan kembali dengan membawa seluruh isi dunia untuknya. Berat rasanya untuk melakoni peran itu tetapi apa boleh dikata, Sang Maha Sutradara telah menggoreskan alur ceritanya. Kulambaikan tangan kepada Istri dan Putri tercinta yang sepertinya sudah lebih mengerti bahwa perpisahan ini juga untuk kepentingan mereka dan hanya untuk sementara waktu, walaupun dari dekapan erat yang enggan untuk dilepaskan yang baru saja mereka berikan mengisyaratkan bahwa mereka juga tak rela untuk berpisah.

Keluarga Edwin Habel
Sesaat sebelum berpisah di Bandara Soekarno-Hatta

Ikatan Seatbelt Kursi pesawat sepertinya menjadi sangat kuat membenamkan dan mencengkram tubuhku, semakin dalam dan semakin dalam. Berkali-kali kutarik nafas dalam untuk menyegarkan tubuhku dan mengusap wajahku serta kembali berharap kejadian ini hanya mimpi belaka. Semakin ku berusaha semakin dalam pula gambaran perpisahan itu merasuk kedalam pikiranku. Tak lagi terkalahkan oleh fenomena sederetan Pramugari-pramugari cantik yang lalu lalang dengan senyum manis menyapa setiap Penumpang dan menawarkan Flight Service. “Vegetarian or not Sir????” langsung kutimpali dengan “No thanks, you can skip me this moment” sambil berharap ia akan mengerti bahwa “Mood for food” ku saat itu sangat rendah. Kenangan kembali berbisik bahwa makanan masakan istriku berkali-kali lipat lebih enak dari makanan yang disodorkan di pesawat. “Hhuuuuuufffttttt……. Harus nahan selera lagi nih untuk beberapa bulan”. Cerita demi cerita yang kulewati selama Cuti terlintas kembali dalam pikiran kala ku coba utk memejamkan mata. Saat senang saat sedih, saat marah saat tertawa, saat gesit saat terlelap, terputar silih berganti seperti sebuah kilasan Film kehidupan pada sebuah Layar raksasa.

Sepertinya baru kemarin, kurasakan dekapan tangan kecilmu di tubuhku kala menjemputku di Bandara bagian Kedatangan tetapi hari ini engkau harus melepas dekapan itu kembali di Bagian Keberangkatan. Sepertinya baru kemarin kubawa dirimu serta melakukan serangkaian perjalanan untuk menggores cerita-cerita indah ke beberapa tempat rekreasi, tetapi hari ini dan untuk sementara waktu, event seperti itu harus kita tangguhkan dulu. Sepertinya baru kemarin, kucentil tangan kecilmu untuk mengingatkan atas tingkahmu yang kuanggap melewati batas tetapi akhirnya kejadian itu terlintas kembali seperti sebuah martil raksasa yang menghantam kepalaku, membuatku menyesal telah berbuat itu kepadamu. Sepertinya baru kemarin kuterjaga ditengah malam dan memastikan bahwa engkau tetap terlelap disampingku, dan mulai kunikmati wajahmu yang mungil tanpa dosa yang sedang tertidur, tetapi hari ini dan esok untuk sementara waktu ku akan terlelap kembali seorang diri. Sepertinya begitu banyak rencana dan janji yang belum sempat terwujud, tetapi sekarang Sang Prajurit Perkasa harus kembali ketempat penugasannya demi tujuan mulia atas nama bangsa dan negaranya.

Jagoan Kecilku
Sekedar untuk mengalihkan perhatiannya dari perpisahan yang sebentar lagi akan terjadi

Terbayang kembali setumpuk kegiatan rutin yang akan aku hadapi ditempat penugasan. Rutinitas dinas dan hidup sehari-hari yang disertai dengan ancaman keamanan dan tekanan akibat perbedaan lingkungan, persepsi dan budaya yang membuat semua orang lambat laun akan kembali rindu pada kampung halamannya (kalo meminjam istilah dari dari negara tetangga sih katanya “HOME SICK”). Rindu pada semua yang ada di kampung halaman sendiri yang ternyata setelah dibanding-bandingkan adalah yang terbaik di atas dunia ini. Demi anak istri yang menunggu dirumah, saya akan mampu melewati masa sulit itu, demikian seberkas tekad dengan suksesnya meresap ke dalam hati.

Akhirnya hanya doa menjadi tempat mengadu: “Tuhan penguasa sekalian alam, wujudkanlah keinginan dan harapan anak istri ku dan mampukan aku untuk menyelesaikan kewajiban yang Engkau telah berikan kepadaku. Sebenarnya bila hambaMu ini menginginkan keselamatan dalam penugasan bukan karena aku pengecut untuk menghindar dari kehendak Mu tetapi lebih karena mengingat mereka yang sedang menungguku di rumah”.

Terkulai diriku terbawa sayap-sayap kokoh si “Burung Besi” membelah angkasa. Seonggok manusia terdiam membisu disudut sepi Cabin Pesawat, sementara jiwanya tertinggal di rumah.

Desember 2009

Edwin Habel Major Edwin Habel is currently serving as United Nations’ Military Observer for MONUC – UN Mission in DRC. Born 36 years ago and spent all of his Childhood in City of Makassar as so the school time. Joined Indonesia Military...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

545 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Ro'is Nahrudin Major Inf. Ro’is Nahrudin has been serving in the Indonesian Army (TNI AD) for over 13 years. Undertaking office at the Indonesian Defence Language Education and Training Center in Pondok Labu Jakarta Selatan. Holding a Graduate Degree in English Literature...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 2 days ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 2 days ago

Kinshasa, Aku Datang!
Sang pramugari berusaha menenangkan dan membawa barang mereka ke bagasi lain yang masih kosong. Namun sang istri ngotot ingin barang – barang itu tak jauh – jauh dari mereka. Lelaki kulit putih yang kulihat di ruang tunggu duduk di sampingku. Akhirnya setelah hampir satu jam mengatur para penumpang beserta barang bawaannya, pesawat pun lepas landas. Jangan berharap bisa tidur selama perjalanan. Aroma tak jelas sudah bukan masalah besar lagi. Perjalanan dari Bangkok menuju Nairobi membuat hidungku terbiasa dengan bau khas ini. Suara penumpang tak ada hentinya. Suami istri yang tadinya meributkan bagasi yang penuh kini tengah berdebat, entah memperdebatkan apa. Sang suami sibuk dengan kalkulator super gedenya sementara sang istri tak ada hentinya menjerit, meneriakkan instruksi kepada sang suami.
Nurul Fitri Lubis , 2 days ago

Tim COE inspeksi kesiapan operasional Satgas POM TNI
Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon. Tim Inspeksi COE (Contingent Owned Equipment) dipimpin oleh Mr. Charles Nhlamba mengadakan inspeksi kedua tentang kesiapan operasional Satgas POM TNI... »
Muhammad Dahlan , 3 days ago

TNI lanjutkan pembangunan jalan di Kongo
(Kongo, Afrika, 9 Maret 2010). Setelah hampir dua bulan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan Dungu – Faradje di Kongo berhenti karena faktor gangguan keamanan yang dilakukan... »
Agus Hermansyah , 3 days ago

 

Recent Comments

INDRA commented on Bertugas di Misi Perdamaian: Meniti jalur karir di PBB
a few seconds ago


dicky commented on Bertugas pada misi PBB: Sebuah kebanggaan tersendiri
a few seconds ago


Tommy Aria commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


harto commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


Uncu Syahrial commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com